Skandal Revitalisasi Sekolah di Lampung Barat: Kepercayaan Buta pada Pejabat Jadi Bumerang, Sekda Terancam Diperiksa

Sigerlink.com – Lampung Barat, Kasus dugaan penipuan berkedok program revitalisasi sekolah tingkat TK dan SD di Kabupaten Lampung Barat semakin memanas, setelah diketahui minimal 46 kepala sekolah menjadi korban dengan total kerugian yang mencapai miliaran rupiah, “Kamis 25/11/2025”.

Pelaku berinisial YS alias Jack yang mengaku sebagai perwakilan tim Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek ternyata tidak terdaftar di lembaga tersebut dan yang paling mencengangkan, ia diperkenalkan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Barat, Drs. Nukman.

“Cerita dimulai ketika Ketua Komite Kelola Sekolah (K3S) Kabupaten Lampung Barat, Darlin Arsyad, S.Pd., dipanggil ke ruang kerja Sekda pada awal September 2025.

“Saya dipanggil Pak Sekda, kemudian dia memperkenalkan YS yang mengaku sebagai orang dari Kemendikbudristek yang menangani program revitalisasi sekolah tahun 2026,” ujar Darlin dalam keterangan kepada wartawan.

Karena diperkenalkan secara langsung oleh pejabat tinggi pemerintah daerah, Darlin dan para kepala sekolah yang kemudian diundang tidak ragu untuk mempercayai keaslian YS. Tak lama setelah itu, YS membuat grup WhatsApp yang diisi oleh Sekda, Darlin, dan 46 kepala sekolah korban.

Melalui grup tersebut, YS menjelaskan bahwa program revitalisasi akan memberikan dana antara Rp50 juta hingga Rp100 juta per sekolah.

“Tapi dia bilang, untuk proses SK keluar lebih cepat, kita harus menyetor 1 persen dari total dana yang dijanjikan sebagai biaya administrasi ke rekening yang dia berikan, “ungkap salah satu kepala sekolah korban yang minta anonim”.

Setelah dua bulan menunggu, Surat Keputusan (SK) penyetujuan dana revitalisasi tidak kunjung terbit, Keraguan mulai muncul di benak Darlin, sehingga dia memutuskan untuk berangkat ke Jakarta pada tanggal 10 November 2025 untuk mengecek langsung ke Kantor Pusat Kemendikbudristek.

“Hasil pengecekan saya di sana mengejutkan tidak ada satupun nama YS yang terdaftar sebagai pegawai atau tenaga kontrak yang menangani program revitalisasi, Saya langsung menyadari telah ditipu, “katanya dengan nada sedih”.

“Setelah kembali ke Lampung Barat, Darlin segera melaporkan kebenaran ini kepada Sekda Nukman Menurutnya, Sekda kemudian merasa kaget dan meminta agar kasus ini segera dilaporkan ke Polres Lampung Barat.

Menanggapi kejadian ini, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyampaikan kesesalan dan memerintahkan Inspektorat Kabupaten untuk melakukan pemeriksaan mendalam.

“Prosedur pengajuan program revitalisasi seharusnya melalui jalur resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), bukan melalui perkenalan langsung semacam ini.

Saya minta Inspektorat klarifikasi apakah ada kesalahan prosedur atau tidak, “Ujar Bupati dalam rapat pers hari ini”.

PLT Kadis Pendidikan Lampung Barat yang tidak ingin disebutkan namanya juga mengakui telah memanggil semua kepala sekolah korban pada 13 November 2025 untuk melakukan pembinaan.

“Kita berusaha mengingatkan agar lebih cermat dan selalu memverifikasi keaslian perwakilan lembaga pusat sebelum melakukan transaksi apapun, “katanya.

Sampai saat ini, Sekda Nukman belum memberikan keterangan langsung kepada media mengenai perannya dalam memperkenalkan YS.

“Lanjut Namun, sumber di dalam Pemerintah Kabupaten mengakui bahwa Sekda sedang diminta untuk memberikan klarifikasi kepada Inspektorat.

“Kasus ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai keamanan dan verifikasi dalam proses program pemerintah daerah. Ahli kebijakan pendidikan lokal, Dr. Siti Aisyah, menyatakan bahwa kepercayaan terhadap pejabat tinggi menjadi titik lemah yang mudah dimanfaatkan oknum.

“Para kepala sekolah percaya karena difasilitasi Sekda, tapi tidak ada langkah verifikasi yang dilakukan, Ini menunjukkan bahwa sistem kontrol internal masih lemah, “katanya.

Selain itu, banyak pihak menanyakan tanggung jawab Sekda dalam memperkenalkan seseorang yang tidak terverifikasi.

“Apakah Sekda telah melakukan pengecekan awal terhadap identitas YS sebelum memperkenalkannya? Jika tidak, maka dia juga memiliki tanggung jawab atas kerugian yang dialami korban,” ujar aktivis masyarakat, Bimo Nugroho S.H M.H.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Lampung Barat pada 15 November 2025.

Kepala Bagian Humas Polres Lampung Barat, AKP Rina Sari, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan awal untuk mengidentifikasi dan menahan pelaku YS, Kita sedang melacak jejak pelaku dan memeriksa rekening yang digunakan untuk penyerahan uang, “ujarnya”.

Dampak dari kasus ini juga terasa pada kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah daerah. Banyak orang tua siswa khawatir program revitalisasi yang sebenarnya akan terganggu karena insiden ini.

“Kita berharap pemerintah cepat menuntaskan kasus ini, agar program yang bermanfaat bagi sekolah tidak terganggu, ujar seorang orang tua siswa di SD Negeri 1 Gunung Sugih.

Berita disusun berdasarkan keterangan dari Ketua K3S, pejabat pemerintah, dan sumber terpercaya di Kabupaten Lampung Barat.(***)

Tinggalkan Balasan