Lampung Barat – Sigerlink.com, Dunia pendidikan di Kabupaten Lampung Barat semakin tenggelam dalam kegelapan dugaan penyalahgunaan wewenang dan korupsi. SMP Negeri Satu Atap Suoh, salah satu lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi tempat harapan bagi ribuan siswa, kini terjepit dalam kontroversi besar setelah dana revitalisasi senilai TIGA MILYAR RUPIAH yang diberikan pemerintah justru diklaim diarahkan bukan untuk kemajuan sekolah, melainkan sebagai ladang kekayaan bagi pihak-pihak tertentu.
Dugaan yang menggemparkan ini menunjukkan bahwa kegiatan revitalisasi yang seharusnya dikelola langsung oleh pihak sekolah dan komite sekolah, justru diambil alih secara sepihak oleh seorang penasehat hukum/pengacara dengan inisial ZP dan IR. Tindakan ini dinilai tidak sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan, dengan konsekuensi yang sangat memprihatinkan negara diperkirakan merugi hingga 35% dari total nilai bantuan, atau sekitar seribu lima puluh juta rupiah.
“Ini bukan hanya masalah kehilangan uang negara, tapi kehilangan harapan bagi generasi muda yang berhak mendapatkan fasilitas pendidikan layak,” ujar salah satu sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, yang telah mengumpulkan bukti terkait kasus ini.
Kepala sekolah SMP Negeri Satu Atap Suoh, Mat Pahrudin, hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi apapun terkait dugaan yang menggelitik ini. Masyarakat dan komunitas pendidikan di Lampung Barat kini menunggu dengan tegang bagaimana proses hukum akan berjalan dan siapa saja yang akan dituntut tanggung jawab atas peristiwa ini.
Kontroversi ini juga menjadi cermin bahwa masalah korupsi tak hanya terjadi di lingkup pemerintahan pusat atau daerah, melainkan juga bisa meresap ke sektor pendidikan yang seharusnya menjadi benteng moral dan kemajuan bangsa.
Pemerintah daerah dan instansi pengawas diharapkan segera mengambil langkah tegas untuk mengungkap kebenaran dan memastikan dana pendidikan benar-benar bermanfaat bagi yang berhak.
Langkah apa yang akan di lakukan oleh APH terkait masalah ini?, Suara langtang masyarakat Lampung Barat meminta agar APH segera bagun dari tidur panjangnya.
Berita berikutnya akan segera kami rilis di Sigerlink.com.(Tim)
