Tanam Padi Serentak Lampung Timur Sinergi yang Harus Jadi Model Nasional

LAMPUNG TIMUR – Sigerlink.com,  Gerakan Tanam Padi Serentak yang digelar pada Selasa (20/01/2026) bukan sekadar acara simbolis, melainkan bukti konkret bagaimana sinergi lintas sektor bisa menjadi kunci dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan bangsa.

Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, Kodam XXI/Radin Inten, dan Pemerintah Provinsi Lampung menjadi contoh yang patut ditiru di seluruh Indonesia.

Ketika sebagian daerah masih menghadapi tantangan lahan yang tidak teroptimalkan dan keterbatasan akses teknologi bagi petani, langkah yang diambil Lampung Timur menunjukkan arah yang jelas: kerja sama yang erat antara pemerintah, militer, dan masyarakat bisa membawa perubahan nyata.

Dengan mencakup 500 hektar lahan di Kecamatan Way Jepara dan melibatkan 38 kelompok tani, kegiatan ini bukan hanya tentang menanam benih, tapi juga menanam harapan bagi peningkatan kesejahteraan petani.

Data yang disampaikan Bupati Ela Siti Nuryamah cukup menggembirakan Lampung Timur sebagai penyumbang padi terbesar kedua di Provinsi Lampung dengan produksi lebih dari 500 ribu ton per tahun, serta target peningkatan pada 2026.

Namun yang lebih penting adalah komitmen untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan memperkenalkan varietas unggul seperti Inpari 32 yang punya potensi hasil hingga 8 ton per hektar.

Rencana uji coba benih baru dengan target 10–12 ton per hektar bahkan menunjukkan bahwa sektor pertanian tidak harus selalu terjebak pada produktivitas rendah.

Peran Kodam XXI/Radin Inten yang siap mendampingi petani dari tanam hingga panen juga menjadi nilai tambah yang tak bisa disepelekan.

TNI bukan hanya bertugas menjaga keamanan negara, tapi juga turut berkontribusi dalam pembangunan ekonomi rakyat, khususnya di sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional seperti pertanian.

Walaupun Provinsi Lampung sudah berhasil menghasilkan sekitar 3 juta ton padi pada 2025 dan optimistis naik 15–20 persen tahun ini, tantangan tetap ada.

Alokasi 1.400 hektar cetak sawah baru untuk Lampung Timur harus diimbangi dengan pemeliharaan yang baik dan pendampingan berkelanjutan agar tidak menjadi lahan terlantar di kemudian hari.

Gerakan ini seharusnya tidak hanya berhenti di Lampung Timur, Pemerintah pusat dan daerah lain perlu mengambil inspirasi dari kolaborasi yang terbentuk di sini.

Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan komitmen bersama yang harus dibangun melalui kerja sama yang solid dan langkah nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.(Ys)

Tinggalkan Balasan