Blog

  • Pesona Wisata Gerbang Langit Kian Memikat, Bupati Parosil Dampingi Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung Winarti Berkunjung

    Pesona Wisata Gerbang Langit Kian Memikat, Bupati Parosil Dampingi Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung Winarti Berkunjung

    Pesona Wisata Gerbang Langit Kian Memikat, Bupati Parosil Dampingi Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung Winarti Berkunjung

    Dingin yang menusuk berpadu dengan hamparan awan dan semburat jingga matahari terbit.

    Dari ketinggian perbukitan Lampung Barat, Wisata Gerbang Langit seolah menjadi panggung alam yang memamerkan keindahan terbaiknya.

    Siapa pun yang datang, akan sulit untuk tidak jatuh cinta.

    Keindahan tersebut dinikmati langsung oleh Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, yang mendampingi Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung, Dr. Hj. Winarti, SE., MH., beserta rombongan, saat berkunjung ke Wisata Gerbang Langit yang berlokasi di Pekon Sedampah Indah, Kecamatan Balik Bukit, Jumat (16/1/2026).

    Turut hadir dalam kunjungan tersebut Ketua DPRD Lampung Barat, Edi Novial, S.Kom., jajaran perangkat daerah Lampung Barat, para camat, serta peratin setempat.

    Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang memperkenalkan potensi pariwisata Lampung Barat yang berbasis alam, sejuk, dan menenangkan.

    Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung, Winarti, tampak terpukau dengan panorama Gerbang Langit, terutama saat menikmati momen matahari terbit.

    “Aduh dingin banget, Lampung Barat emang keren. Kita ada di Gerbang Langit, yang kita bisa lihat itu sunrisenya, warnanya oranye, menarik,” ungkapnya.

    Winarti mengaku memiliki ketertarikan tersendiri pada sunrise karena memberikan energi dan semangat baru.

    “Saya memang suka dengan sunrise karena lebih segar dan lebih memberikan harapan yang keren. Kalau ke sini dari Bandar Lampung hanya sekitar empat jam, jadi Lampung Barat punya wisata yang cukup keren dan kami benar-benar menikmatinya,” ujarnya.

    Sementara itu, Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas kunjungan Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung beserta rombongan ke daerah yang dipimpinnya.

    “Terima kasih kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung dan rombongan yang telah berkunjung ke Lampung Barat. Mudah-mudahan selama berada di sini dapat merasakan kenikmatan, kenyamanan, dan kebahagiaan,” kata Parosil.

    Menurut Parosil, Wisata Gerbang Langit merupakan salah satu potensi unggulan Lampung Barat yang terus dikembangkan dengan tetap mengedepankan kelestarian alam.

    “Lampung Barat dianugerahi alam yang luar biasa indah. Ini adalah kekayaan yang harus kita jaga bersama. Pemerintah daerah berkomitmen mengembangkan pariwisata yang ramah lingkungan agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

    Ia pun mengajak wisatawan dari berbagai daerah untuk datang dan menikmati keindahan Lampung Barat.

    “Silakan datang ke Lampung Barat, nikmati udaranya yang sejuk, alamnya yang indah, dan keramahan masyarakatnya. Merdeka!” tutup Parosil.

    Pesona Gerbang Langit juga meninggalkan kesan mendalam bagi wisatawan. Amir, pengunjung asal Bogor, mengaku tak menyangka keindahan alam Liwa begitu memukau.

    “Ini baru pertama kali ke Gerbang Langit, Pak Bupati. Jadi Gerbang Langit itu adanya di Liwa,” ujarnya.

    Ia merasa terkesan bisa bertemu langsung dengan Bupati Lampung Barat.

    “Alhamdulillah, apalagi bisa ketemu Pak Bupati. Luar biasa. Saya sebelumnya hanya melihat gambarnya di baleho, sekarang bisa bertemu langsung. Suasananya bersahabat, nyaman, dan sangat segar,” katanya.

    Amir menilai keindahan alam Lampung Barat sebagai anugerah besar yang patut disyukuri dan dijaga.

    “Ini adalah anugerah dari Allah yang luar biasa, khususnya untuk Liwa dan bangsa Indonesia. Alam yang indah ini menjadi amanah untuk kita jaga dan pelihara bersama,” ucapnya.

    Ia pun berharap Lampung Barat terus lestari di bawah kepemimpinan Parosil Mabsus.

    “InsyaAllah di bawah kepemimpinan Bapak Bupati, Liwa akan tetap terjaga kelestarian alamnya dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Kita doakan beliau menjadi pemimpin yang amanah dan membawa kesejahteraan,” pungkas Amir.

    Dengan panorama alam yang menawan, udara sejuk pegunungan, serta akses yang semakin mudah, Wisata Gerbang Langit kian menegaskan diri sebagai destinasi unggulan Lampung Barat, tempat terbaik menikmati sunrise, menenangkan pikiran, dan menumbuhkan harapan baru.

  • Peringatan Isra Mikraj 1447 H di Masjid Nurul Huda Berlangsung Khidmat, Dwi Riyanto Sampaikan Taushiyah

    Peringatan Isra Mikraj 1447 H di Masjid Nurul Huda Berlangsung Khidmat, Dwi Riyanto Sampaikan Taushiyah

    Peringatan Isra Mikraj 1447 H di Masjid Nurul Huda Berlangsung Khidmat, Dwi Riyanto Sampaikan Taushiyah

    LAMPUNG SELATAN – Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Nurul Huda, Dusun Girijaya 1, Desa Triharjo, Kecamatan Merbau Mataram, Kamis (15/01/2026), berlangsung khidmat dan sarat makna religius.

    Pada kesempatan tersebut, anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan dari Fraksi Partai Gerindra, Dwi Riyanto, didaulat untuk menyampaikan taushiyah kepada jamaah. Kehadirannya menambah kekhusyukan sekaligus memberikan motivasi spiritual kepada masyarakat yang hadir.

    Kegiatan keagamaan ini dihadiri jajaran Pemerintah Desa Triharjo, tokoh agama, tokoh masyarakat, remaja masjid, serta majelis taklim setempat. Rangkaian acara diawali dengan sajian mawalan yang dibawakan oleh ibu-ibu jamaah, dilanjutkan dengan doa bersama untuk para leluhur yang dipimpin oleh Ustadz Pranowo, Ustadz Sahlan, dan Ustadz H. Munir Arifin.

    Sebagai wujud rasa syukur atas nikmat rezeki dan kebersamaan, kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama seluruh jamaah yang hadir.

    Dalam sambutannya, Ustadz H. Munir Arifin menyampaikan bahwa peringatan Isra Mikraj merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

    “Isra Mikraj bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperbaiki kualitas ibadah, khususnya shalat, serta memperkuat akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

    Melalui peringatan Isra Mikraj ini, diharapkan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus mempererat ukhuwah islamiyah di lingkungan Desa Triharjo.

     

  • Gubernur Lampung Tekankan Perencanaan Inklusif dalam Penyusunan RKPD 2027

    Gubernur Lampung Tekankan Perencanaan Inklusif dalam Penyusunan RKPD 2027

    Gubernur Lampung Tekankan Perencanaan Inklusif dalam Penyusunan RKPD 2027

    LAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang inklusif dan berorientasi pada pengelolaan seluruh potensi ekonomi daerah dalam Kick Off Meeting Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Lampung Tahun 2027, Kamis (15/1/2026).

    Dalam sambutannya di Balai Keratun Lantai III, Gubernur menyebut penyusunan RKPD 2027 harus mulai memikirkan target besar pertumbuhan ekonomi Lampung hingga 8 persen serta penurunan angka kemiskinan menjadi 5 persen. Menurutnya, target tersebut hanya bisa dicapai jika pemerintah tidak terpaku semata pada belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    Gubernur mengungkapkan, total APBD Provinsi Lampung hingga kabupaten/kota pada 2025 mencapai sekitar Rp32 triliun. Namun, perputaran ekonomi Lampung dalam setahun mencapai sekitar Rp520 triliun, sehingga APBD hanya mewakili sekitar 6 persen dari keseluruhan kapasitas ekonomi daerah.

    “Kalau perencanaan kita hanya fokus pada membelanjakan APBD, berarti kita hanya mengatur enam persen ekonomi Lampung. Padahal tugas pemerintah bukan hanya membelanjakan, tetapi juga mengatur agar ekonomi daerah memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar Gubernur.

    Gubernur juga menjelaskan, sebagian besar APBD terserap untuk belanja pegawai, sehingga ruang fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi sangat terbatas. Karena itu, peran pemerintah daerah harus diarahkan pada penciptaan regulasi dan kebijakan yang mampu menahan kebocoran ekonomi keluar daerah.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pendapatan per kapita Lampung berada di kisaran Rp4–5 juta per bulan. Namun, pengeluaran konsumsi rata-rata masyarakat hanya sekitar Rp1,3 juta per bulan, yang menunjukkan tingginya aliran dana keluar dari Lampung.

    “Dari total Rp528 triliun ekonomi Lampung, yang benar-benar beredar dan tersimpan di daerah tidak sampai 30 persen. Inilah penyebab utama kemiskinan, lapangan kerja terbatas, dan daya beli lemah,” kata Gubernur.

    Gubernur kemudian menyoroti struktur ekonomi yang tidak inklusif, khususnya di daerah dengan PDRB tinggi tetapi tingkat kemiskinan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih rendah. Ia mencontohkan sektor perkebunan besar yang bernilai tinggi namun minim keterkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat sekitar.

    “Jangan bangga hanya dengan PDRB tinggi. Kalau pertumbuhan ekonomi tidak dirasakan masyarakat, itu kegagalan perencanaan,” tegasnya.

    Gubernur juga menekankan pentingnya hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan. Dari sekitar Rp150 triliun kontribusi sektor primer Lampung, hanya Rp30–40 triliun yang telah diolah menjadi produk bernilai tambah, sementara sisanya masih dijual dalam bentuk bahan mentah.

    Gubernur mencontohkan komoditas kopi, gabah, dan jagung yang selama ini banyak keluar daerah tanpa proses lanjutan. Menurutnya, kebijakan pelarangan pengiriman gabah keluar Lampung melalui peraturan gubernur mampu menahan potensi kebocoran ekonomi hingga Rp13 triliun per tahun.

    “Kebijakan ini bukan pakai APBD, tapi dampaknya nyata. Kredit perbankan tumbuh, Rice Milling Unit berkembang, dan ribuan lapangan kerja tercipta,” ujarnya.

    Dalam penyusunan RKPD 2027, Gubernur meminta seluruh kepala daerah dan kepala Bappeda kabupaten/kota merancang pembangunan berbasis tujuan (goal-oriented), bukan sekadar daftar proyek. Fokus utama diarahkan pada pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

    Ia juga menegaskan bahwa seluruh program pemerintah harus menyasar kelompok masyarakat Desil 1 hingga Desil 4, yang jumlahnya sekitar 880 ribu jiwa di Lampung. Kelompok ini menjadi prioritas utama dalam pengentasan kemiskinan.

    Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Lampung akan membentuk Satuan Tugas Percepatan Pengentasan Kemiskinan dengan target menurunkan angka kemiskinan hingga 5 persen pada 2029. Seluruh program lintas sektor diminta berbasis data terpadu dan terintegrasi.

    “Kalau Desil 1 sampai 4 ini kita angkat, kemiskinan selesai. Tugas kita memastikan perencanaan benar-benar berpihak dan berdampak langsung ke masyarakat,” pungkas Gubernur. (Red)

  • Progres Listrik PLN Desa Way Terusan 85 Persen Sudah Dicapai, Kini Memasuki Tahap Pematangan

    Progres Listrik PLN Desa Way Terusan 85 Persen Sudah Dicapai, Kini Memasuki Tahap Pematangan

    Metro | Upaya menghadirkan akses penerangan listrik PLN bagi masyarakat Desa Way Terusan, Kecamatan Bandar Mataram, Lampung Tengah, kini telah mencapai sekitar 85 persen.

    Capaian tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah dalam memperjuangkan akses penerangan listrik dari PLN.

    Hal ini menjadi prioritas utama setelah adanya pertemuan antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak PLN.

    Dikatakan Kepala Bidang Inovasi Balitbangda Lampung Tengah, Dra. Hj. Mardiana, M.M., menyampaikan rasa syukurnya atas progres yang dicapai. koordinasi teknis terkait penyediaan aliran listrik kini telah memasuki tahap pematangan.

    “Alhamdulillah, pertemuan antara masyarakat Way Terusan dengan pihak PLN berjalan dengan baik. Secara garis besar, rencana ini sudah tergambarkan hingga 85 persen dan tinggal menunggu realisasi di lapangan,” ungkap Mardiana.

    Kemudian, sebagai tindak lanjut, Balitbangda Lampung Tengah akan melaporkan hasil pertemuan tersebut kepada Pemerintah Daerah dan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah pada Selasa mendatang.

    Saat ini, tim juga tengah merampungkan masterplan serta melengkapi data pendukung agar pelaksanaan program tidak terkendala secara administratif.

    Mardiana menjelaskan, percepatan pembangunan di Desa Way Terusan tidak terlepas dari keberadaan Surat Keputusan Integrated Area Development (IAD) yang telah ditandatangani Bupati Lampung Tengah pada 28 Oktober 2025 lalu sebagai turunan dari Peraturan Presiden (Perpres).

    “Dulu pemerintah daerah belum bisa bergerak leluasa membantu masyarakat di sana. Namun, dengan adanya SK IAD, kini tersedia payung hukum bagi pemerintah daerah untuk menyalurkan bantuan, baik melalui APBD maupun APBN,” jelas Mardiana.

    Komitmen Pemkab Lampung Tengah melalui skema IAD tidak hanya difokuskan pada penyediaan listrik, tetapi juga mencakup upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

    “Pemerintah daerah mendukung penuh implementasi SK IAD ini. Tujuan besar kita adalah mensejahterakan masyarakat. Kami memohon dukungan doa dan kerja sama dari masyarakat Desa Way Terusan agar seluruh proses berjalan lancar dan manfaatnya segera dirasakan,” pungkas Mardiana.

    -Diketahui, sejumlah program prioritas yang akan segera ditindaklanjuti meliputi:

    -Penerangan: Percepatan pemasangan jaringan listrik oleh PLN

    -Kesehatan: Peningkatan fasilitas dan akses layanan kesehatan masyarakat

    -Pendidikan: Pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan yang layak

    -Kependudukan: Penuntasan administrasi kependudukan bagi seluruh warga. | (Rio).

  • Pemkot Bandar Lampung Raih Penghargaan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional

    Pemkot Bandar Lampung Raih Penghargaan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional

    Pemkot Bandar Lampung Raih Penghargaan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional

    Boyolali — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung berhasil meraih penghargaan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional atas komitmennya dalam mendorong kinerja kelurahan serta pembinaan administrasi dan pelayanan publik di tingkat kelurahan.

    Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus kepada perwakilan Pemkot Bandar Lampung pada peringatan Hari Desa Nasional (HDN) Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Gede, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (15/1/2026).

    Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan pemerintah pusat terhadap capaian dan konsistensi Pemkot Bandar Lampung dalam memajukan wilayah administratif paling bawah melalui inovasi pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.

    Pemkot Bandar Lampung Raih Penghargaan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional

    Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah hingga aparatur kelurahan.

    “Alhamdulillah, penghargaan ini adalah buah dari kebersamaan dan komitmen kita dalam membangun tata kelola kelurahan yang baik, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” ujar Eva Dwiana.

    Pemkot Bandar Lampung Raih Penghargaan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional

    Wali kota yang akrab disapa Bunda Eva itu menambahkan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemkot Bandar Lampung untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, pembangunan kelurahan, serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

    “Terima kasih atas apresiasi yang diberikan Kementerian Dalam Negeri. Penghargaan ini menjadi pemacu semangat bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan dan menghadirkan inovasi yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutupnya.

  • Lampung Selatan Kembali Jadi Lokasi Strategis Program Nasional, Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Desa Kunjir

    Lampung Selatan Kembali Jadi Lokasi Strategis Program Nasional, Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Desa Kunjir

    Lampung Selatan Kembali Jadi Lokasi Strategis Program Nasional, Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Desa Kunjir

    Rajabasa — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kembali dipercaya menjadi bagian dari program strategis nasional di sektor kelautan dan perikanan. Hal itu ditandai dengan dimulainya pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, melalui peletakan batu pertama yang dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Selatan, Supriyanto, Kamis (15/1/2026).

    Pembangunan KNMP di Desa Kunjir merupakan bagian dari program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia yang saat ini memasuki tahap kedua. Pada tahap ini, pembangunan dilakukan di 35 titik pesisir nasional sebelum diperluas hingga 1.000 lokasi di seluruh wilayah pesisir Indonesia pada 2029.

    Sebelumnya, Lampung Selatan telah terlibat pada tahap pertama pembangunan KNMP di dua desa, yakni Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, dan Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, yang termasuk dalam 65 lokasi awal program nasional tersebut.

    Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan KNMP KKP RI, Yusuf Santoso, menyampaikan bahwa pada Januari 2026 pihaknya menargetkan penyelesaian seluruh persiapan material. Dengan demikian, pekerjaan fisik pembangunan direncanakan mulai berjalan pada awal Februari 2026.

    “Setelah pembangunan selesai, aset Kampung Nelayan Merah Putih akan diserahterimakan kepada dinas terkait selaku pemilik lahan,” jelas Yusuf.

    Ia menambahkan, pengelolaan kawasan KNMP nantinya akan diserahkan kepada Koperasi Desa Merah Putih dengan pengawasan dari Dinas Perikanan, pemerintah daerah, serta pemerintah desa setempat. Keberhasilan program ini, kata dia, sangat bergantung pada tata kelola koperasi dan dukungan seluruh pemangku kepentingan.

    Sementara itu, mewakili Bupati Lampung Selatan, Sekda Supriyanto menilai pembangunan KNMP di Desa Kunjir sebagai langkah strategis dan visioner dalam mendorong transformasi kawasan pesisir.

    “Ini merupakan lokasi ketiga pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Lampung Selatan dari 100 lokasi yang direncanakan secara nasional. Ini adalah kehormatan sekaligus amanah besar,” ujar Supriyanto.

    Ia berharap pembangunan KNMP mampu membawa perubahan nyata bagi kehidupan nelayan, mulai dari penyediaan hunian yang layak, peningkatan produktivitas perikanan, hingga penguatan ekonomi keluarga nelayan secara berkelanjutan.

    Menurutnya, kawasan pesisir bukan wilayah pinggiran, melainkan beranda depan ekonomi maritim Indonesia. Nelayan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan laut dan kedaulatan sumber daya kelautan nasional.

    “Oleh karena itu, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk keadilan sosial dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

    Pada kesempatan tersebut, Supriyanto juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Kelautan dan Perikanan RI beserta jajaran atas komitmen mendukung pembangunan masyarakat nelayan, khususnya di Lampung Selatan dan Desa Kunjir.

    Ia juga menegaskan kepada PT Nara selaku pelaksana kegiatan agar menjalankan pembangunan secara profesional, tepat waktu, tepat mutu, serta sesuai ketentuan yang berlaku.

    “Jaga kualitas pekerjaan, utamakan keselamatan kerja, dan libatkan masyarakat lokal agar manfaat pembangunan dapat dirasakan sejak awal,” pesannya.

    Ke depan, Supriyanto mendorong pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih dilakukan melalui koperasi nelayan yang transparan dan akuntabel. Dengan demikian, kawasan tersebut diharapkan berkembang menjadi pusat produksi, distribusi, dan pemasaran hasil perikanan yang mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan secara nyata.

    “Saya yakin Kampung Nelayan Merah Putih ini akan melahirkan pusat-pusat ekonomi baru di wilayah pesisir, membuka lapangan kerja, dan mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan di Desa Kunjir dan Kecamatan Rajabasa,” pungkasnya.

  • Pembangunan RS Urip Sumoharjo Gedong Tataan Diduga Tak Sesuai SOP, Picu Banjir dan Kemacetan

    Pembangunan RS Urip Sumoharjo Gedong Tataan Diduga Tak Sesuai SOP, Picu Banjir dan Kemacetan

    Pembangunan RS Urip Sumoharjo Gedong Tataan Diduga Tak Sesuai SOP, Picu Banjir dan Kemacetan

    Pesawaran — Pembangunan Rumah Sakit (RS) Urip Sumoharjo di Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Proyek yang berdiri di atas lahan persawahan tersebut diduga tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan tata kelola lingkungan, sehingga memicu banjir serta kemacetan parah di jalur lintas barat Sumatera.

    Sejak dimulainya pembangunan, warga sekitar mengaku mulai merasakan dampak signifikan. Area persawahan yang sebelumnya berfungsi sebagai daerah resapan air kini tertutup bangunan, menyebabkan air hujan meluap ke permukiman warga.

    “Sejak pembangunan dimulai, air hujan yang sebelumnya terserap oleh sawah kini menggenangi rumah-rumah warga. Setiap hujan turun, kami kebanjiran,” ujar seorang warga setempat, Kamis (15/1/2026).

    Pembangunan RS Urip Sumoharjo Gedong Tataan Diduga Tak Sesuai SOP, Picu Banjir dan Kemacetan

    Selain banjir, aktivitas proyek juga berdampak pada arus lalu lintas. Genangan air di badan jalan ditambah keluar masuk kendaraan proyek memperparah kemacetan di jalur utama lintas barat Sumatera yang selama ini dikenal padat.

    “Banyak warga mengeluh, tapi pengembang terkesan meremehkan dampak yang terjadi. Mungkin karena merasa perusahaan besar, jadi bertindak semena-mena,” ungkap warga dengan nada kecewa.

    Warga menilai pengembang lalai dalam merancang sistem drainase yang memadai. Pembangunan fasilitas berskala besar di kawasan padat lalu lintas tanpa perencanaan tata kelola air yang baik dianggap mengabaikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

    “Selain banjir, kemacetan juga tidak terhindarkan. Aktivitas proyek di jalur lintas barat Sumatera semakin memperparah kondisi lalu lintas,” kata warga lainnya.

    Pembangunan RS Urip Sumoharjo Gedong Tataan Diduga Tak Sesuai SOP, Picu Banjir dan Kemacetan

    Hasil penelusuran lampung7.com menunjukkan persoalan ini berpotensi masuk ke ranah hukum. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, setiap kegiatan usaha yang menimbulkan kerusakan lingkungan dan merugikan masyarakat dapat dikenai sanksi pidana.

    Selain itu, Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang juga mengatur sanksi bagi pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang wilayah. Apabila terbukti tidak memiliki izin lingkungan atau melakukan kelalaian, pengembang dapat dikenakan hukuman pidana maupun denda.

    Sorotan pada Sungai dan Drainase

    Pembangunan RS Urip Sumoharjo Gedong Tataan Diduga Tak Sesuai SOP, Picu Banjir dan Kemacetan

    Warga juga menyoroti perubahan alur sungai kecil yang sebelumnya melintasi kawasan lokasi pembangunan rumah sakit. Aliran sungai tersebut dialihkan ke luar area rumah sakit, namun saluran baru yang dibangun dinilai memiliki kapasitas lebih kecil dari sebelumnya.

    “Saluran airnya dipersempit dan tidak mampu menampung debit air. Akibatnya air meluap dan memperparah banjir di lingkungan kami,” ungkap warga.

    Masyarakat mendesak pemerintah daerah dan pihak pengembang agar segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Menurut warga, pembangunan fasilitas kesehatan seharusnya membawa manfaat bagi masyarakat, bukan menimbulkan dampak negatif.

    “Rumah sakit memang penting, tapi jangan sampai mengorbankan keselamatan dan kenyamanan warga,” tegasnya.

    Warga juga mengungkap kekhawatiran terkait aspek keselamatan kerja di proyek tersebut. Mereka mengaku mendengar adanya pekerja yang mengalami kecelakaan kerja saat pembangunan berlangsung.

    “Kami juga mendengar ada pekerja yang sempat jatuh saat bekerja. Keselamatan kerjanya patut dipertanyakan. Pihak pengembang terkesan tertutup dan merasa hebat sendiri,” pungkas warga.

    Sementara itu, salah satu perwakilan pembangunan RS Urip Sumoharjo Gedong Tataan, Daljono, belum dapat dikonfirmasi karena tidak berada di tempat saat wartawan mendatangi lokasi.

    [Hendra]

  • Yonif 7 Marinir Panen Melon di Marines 7 Ranch Pesawaran

    Yonif 7 Marinir Panen Melon di Marines 7 Ranch Pesawaran

    Yonif 7 Marinir Panen Melon di Marines 7 Ranch Pesawaran

    Pesawaran — Batalyon Infanteri 7 Marinir melaksanakan panen buah melon di kawasan Marines 7 Ranch, Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Kamis (15/1/2026). Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias dan suasana kebersamaan seluruh prajurit.

    Panen melon diawali dengan sambutan Komandan Batalyon Infanteri 7 Marinir, Letkol Marinir M. Kristian Widiantoro, M.Tr.Opsla., yang didampingi Ketua Ranting A Jalasenastri Cabang 7 PG Kormar, Ny. Devi M. Kristian. Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan memetik buah melon secara langsung dari tanaman yang telah dibudidayakan.

    Kegiatan panen tersebut diikuti oleh para perwira, pengurus Jalasenastri, serta seluruh prajurit Yonif 7 Marinir. Suasana keakraban dan kebersamaan tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan.

    Yonif 7 Marinir Panen Melon di Marines 7 Ranch Pesawaran

    Letkol Marinir M. Kristian Widiantoro menyampaikan bahwa panen melon ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus bagian dari upaya pengembangan ketahanan pangan satuan. Selain itu, hasil panen diharapkan dapat memberikan manfaat bagi keluarga besar Yonif 7 Marinir.

    “Panen buah melon ini dapat dinikmati sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mendukung pengembangan dan eksistensi ketahanan pangan oleh seluruh prajurit Yonif 7 Marinir,” ujarnya.

    Hasil panen melon tersebut direncanakan untuk dibagikan kepada keluarga besar Yonif 7 Marinir, sekaligus menjadi sarana edukasi serta tambahan asupan vitamin dan nutrisi bagi para prajurit.

    [Hendra]

  • KETIDAKTAHAN PENGETAHUAN KEPALA SEKOLAH JADI PINTU MASUK KORUPSI REVITALISASI DANA NEGARA TERKUARKAN, FASILITAS SEKOLAH TERABAIKAN

    KETIDAKTAHAN PENGETAHUAN KEPALA SEKOLAH JADI PINTU MASUK KORUPSI REVITALISASI DANA NEGARA TERKUARKAN, FASILITAS SEKOLAH TERABAIKAN

    Lampung Barat – Sigerlink.com, Serangkaian dugaan korupsi yang mengguncang program revitalisasi sekolah di wilayah ini tak hanya menodai integritas pengelolaan dana negara, melainkan juga mengungkapkan celah yang sangat mengkhawatirkan.

    Keterbatasan pengetahuan kepala sekolah terkait tata kelola anggaran dan standar pelaksanaan proyek menjadi alat yang dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggungjawab.

    Dari enam sekolah yang terlibat dengan total pagu lebih dari 13 milyar rupiah, fakta yang muncul adalah sebagian besar kepala sekolah tidak memiliki pemahaman yang memadai tentang prosedur seleksi kontraktor, verifikasi kapasitas penyedia jasa, hingga mekanisme pengawasan teknis yang harus dilakukan.

    Karena kurangnya ilmu pengetahuan terkait seluruh proses pelaksanaan proyek, mereka dengan mudah menyerahkan seluruh pagu anggaran ke tangan pihak ketiga tanpa pertimbangan matang, tanpa kontrol yang ketat, bahkan tanpa memastikan apakah standar teknis yang berlaku terpenuhi.

    Di SMP Negeri Pagar Dewa, kepala sekolah yang menjabat justru menyerahkan seluruh proses pekerjaan senilai 2,8 milyar rupiah kepada seorang anak konsultan tanpa melalui tahapan seleksi yang transparan.

    Padahal, petunjuk teknis yang jelas telah mengatur bahwa setiap langkah pelaksanaan harus dilakukan dengan terbuka dan diawasi secara ketat. Karena tidak mengerti cara menjalankan proses seleksi dan pengawasan, ia memilih untuk menyerahkan segala sesuatunya ke pihak ketiga.

    Di SMP Negeri 2 dan 3 Balik Bukit, kepala sekolah terkait tidak mampu mengevaluasi kelayakan kontraktor yang sama yang menangani proyek masing-masing senilai 1,8 milyar rupiah.

    Kurangnya pengetahuan tentang cara memverifikasi kapasitas kontraktor membuat mereka dengan mudah menyerahkan pekerjaan tanpa melakukan pemeriksaan yang cermat.

    Opini Hardolin sebagai aktivis lampung barat Krisis pengetahuan ini bukanlah alasan yang bisa diterima untuk membiarkan dana yang seharusnya meningkatkan kualitas pendidikan anak bangsa terbuang sia-sia.

    Kepala sekolah sebagai ujung tombak pengelolaan satuan pendidikan seharusnya memiliki kompetensi yang memadai dalam mengelola anggaran publik, terutama program besar seperti revitalisasi sekolah.

    Kekurangan pemahaman tentang peraturan, prosedur, dan tanggung jawab mereka membuat mereka merasa tidak mampu menjalankan tugasnya sendiri, sehingga akhirnya pekerjaan itu diserahkan ke pihak ketiga yang kemudian memanfaatkan situasi untuk melakukan praktik mark-up hingga lebih dari 35% dan penyalahgunaan wewenang.

    Pemerintah daerah dan Kementerian Pendidikan seharusnya mengambil langkah tegas. Tidak cukup hanya melakukan penyelidikan terhadap pihak yang diduga bersalah, tetapi juga harus segera mengadakan pelatihan intensif bagi seluruh kepala sekolah tentang tata kelola keuangan publik, standar pelaksanaan proyek, dan mekanisme pengawasan yang efektif.

    Tanpa peningkatan kapasitas ini, dugaan korupsi serupa akan terus muncul dan harapan masyarakat untuk memiliki fasilitas sekolah yang layak akan terus menjadi mimpi yang sulit terwujud,”Cetus Hardolin dengan ekspresi kecewa”.

    Handolin meminta APH khususnya Kejari, Kapolda lampung mengambil langkah serius utuk masalah dana bantuan Revalisasi ini karna dana yang di gelontorkan oleh pemerintah bukan nominal yang kecil,(Yus).

    Berita berikutnya akan segera kami rilis baca terus di website https://sigerlink.com/

  • DUA CALON INSINYUR UNILA LULUS UJIAN, SIAP BANGUN LAMPUNG MENJUJU INDONESIA EMAS

    DUA CALON INSINYUR UNILA LULUS UJIAN, SIAP BANGUN LAMPUNG MENJUJU INDONESIA EMAS

    Bandar Lampung – Sigerlink.com, Dua orang profesional muda berhasil meraih gelar insinyur setelah lulus ujian Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Lampung (Unila).

    Bapak Rahmat Mirzani Djausal dan Bapak Marindo Kurniawan resmi menyandang status insinyur, menjadi bagian dari garda terdepan dalam mewujudkan visi pembangunan Lampung maju.

    Kabar gemilang ini disampaikan melalui akun resmi Pemprov Lampung, yang menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada kedua lulusan tersebut.

    “Semoga ilmu yang didapatkan dapat menjadi wadah dan fondasi pada setiap kebijakan dalam mewujudkan Lampung Maju menuju Indonesia Emas,” tulis pesan resmi yang diterima hari ini (14 Januari 2026).

    Proses ujian insinyur yang dilalui tidaklah mudah, karena mengharuskan peserta menguasai pengetahuan teknis mendalam serta kemampuan untuk menerapkannya dalam konteks pembangunan daerah.

    Kedua Bapak diharapkan dapat membawa nilai-nilai inovasi dan keunggulan teknis ke dalam berbagai kebijakan pembangunan Lampung, mulai dari infrastruktur, energi, hingga sektor ekonomi produktif.

    Pencapaian ini juga menjadi bukti komitmen Unila dalam menghasilkan tenaga insinyur berkualitas yang siap berkontribusi pada pembangunan nasional.

    Dengan kehadiran profesional insinyur yang baru diluluskan, diharapkan langkah menuju Indonesia Emas tahun 2045 dapat semakin cepat terealisasi dari tingkat daerah.(Yus)

  • PLN UP3 Metro Sosialisasi Perluasan Jaringan Hingga Way Terusan

    PLN UP3 Metro Sosialisasi Perluasan Jaringan Hingga Way Terusan

    Metro | Penantian panjang ribuan warga Way Terusan, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, untuk menikmati aliran listrik PLN akhirnya mulai menemui titik terang.

    Wilayah yang selama ini belum tersentuh jaringan listrik tersebut kini menjadi prioritas dalam program percepatan perluasan jaringan PLN.

    Hal tersebut disampaikan Manager PLN UP3 Metro, Anas Febrian, dalam agenda sosialisasi rencana perluasan jaringan, pihaknya berkomitmen merealisasikan penyambungan listrik ke wilayah tersebut.

    Anas Febrian menjelaskan, proses ini merupakan bagian dari upaya PLN menjangkau daerah-daerah terpencil, mengingat lokasi Way Terusan masuk dalam kawasan register, PLN terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna percepatan administratif dan fisik.

    “Kami tetap optimis untuk percepatan. Koordinasi ini bukan baru dimulai, tetapi sudah berjalan dan akan kami rapatkan kembali hari Selasa depan bersama Bapak Bupati Lampung Tengah,” ucap Anas Febrian di Kantor PLN UP3 Metro. Rabu, (14/1/2025).

    Dia menambahkan, menanggapi isu adanya pungutan liar (pungli) sebesar Rp 3,5 juta oleh oknum tertentu, Anas menegaskan bahwa PLN tidak pernah membenarkan hal tersebut.

    “Jika ada oknum yang meminta biaya di luar ketentuan, kami minta masyarakat melapor ke pihak berwajib. Sanksi bagi oknum PLN sangat tegas, mulai dari teguran hingga pemberhentian,” ucap Anas.

    Anas Febrian mengimbau masyarakat untuk melakukan transaksi resmi melalui aplikasi PLN Mobile.

    “Biaya penyambungan, SLO, dan ID sudah ada di aplikasi melalui fitur LSP+. Jadi masyarakat cukup satu aplikasi, bayar di sana,” ucapnya.

    Sementara itu, Mardiana, Kabid Balitbangda sekaligus Sekretaris Integrated Area Development (IAD) Lampung Tengah, menyatakan bahwa progres rencana ini sudah mencapai 85 persen.

    Dengan terbentuknya IAD menjadi payung hukum yang kuat bagi pemerintah untuk masuk dan membantu masyarakat di wilayah tersebut.

    “Selama ini kita berhati-hati karena ada aturan hukum di kawasan tersebut. Namun, dengan adanya SK IAD yang ditandatangani Bupati pada 20 Oktober 2025 lalu sebagai turunan SK Gubernur dan Presiden, kita punya dasar hukum untuk membantu kesejahteraan masyarakat, baik itu listrik, kesehatan, maupun pendidikan,” jelas Mardiana.

    Dia menambahkan, pertemuan lanjutan dengan Bupati Lampung Tengah dan Sekda akan segera dilaksanakan untuk mematangkan Master Plan dan dokumen pendukung lainnya.

    Sementara itu, Ketua MWC Way Terusan, Suratmin, mengungkapkan rasa syukurnya atas langkah nyata yang diambil oleh PLN dan Pemerintah Daerah. Menurutnya, ada sekitar 5.000 KK yang selama ini hidup tanpa penerangan PLN.

    “Pengusulan sudah lama kami ajukan. Sejak kami bergabung dengan tim IAD pada Oktober 2025 lalu, progresnya terasa lebih cepat. Harapan kami hanya satu, listrik bisa secepatnya terealisasi dan dinikmati masyarakat,” harap Suratmin.

    Pihak PLN dan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah menargetkan persyaratan administrasi segera terpenuhi agar pengerjaan fisik di lapangan tidak menemui kendala, sehingga Way Terusan segera terbebas dari kegelapan.| (Rio).

  • TIGA MILYAR DANA REVITALISASI SEKOLAH TERJEBAK DALAM JARING KORUPSI – SMP NEGERI 1 ATAP SUOH JADI BUAH BUAHAN KEKAYAAN

    TIGA MILYAR DANA REVITALISASI SEKOLAH TERJEBAK DALAM JARING KORUPSI – SMP NEGERI 1 ATAP SUOH JADI BUAH BUAHAN KEKAYAAN

    Lampung Barat – Sigerlink.com, Dunia pendidikan di Kabupaten Lampung Barat semakin tenggelam dalam kegelapan dugaan penyalahgunaan wewenang dan korupsi. SMP Negeri Satu Atap Suoh, salah satu lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi tempat harapan bagi ribuan siswa, kini terjepit dalam kontroversi besar setelah dana revitalisasi senilai TIGA MILYAR RUPIAH yang diberikan pemerintah justru diklaim diarahkan bukan untuk kemajuan sekolah, melainkan sebagai ladang kekayaan bagi pihak-pihak tertentu.

    Dugaan yang menggemparkan ini menunjukkan bahwa kegiatan revitalisasi yang seharusnya dikelola langsung oleh pihak sekolah dan komite sekolah, justru diambil alih secara sepihak oleh seorang penasehat hukum/pengacara dengan inisial ZP dan IR. Tindakan ini dinilai tidak sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan, dengan konsekuensi yang sangat memprihatinkan negara diperkirakan merugi hingga 35% dari total nilai bantuan, atau sekitar seribu lima puluh juta rupiah.

    “Ini bukan hanya masalah kehilangan uang negara, tapi kehilangan harapan bagi generasi muda yang berhak mendapatkan fasilitas pendidikan layak,” ujar salah satu sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, yang telah mengumpulkan bukti terkait kasus ini.

    Kepala sekolah SMP Negeri Satu Atap Suoh, Mat Pahrudin, hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi apapun terkait dugaan yang menggelitik ini. Masyarakat dan komunitas pendidikan di Lampung Barat kini menunggu dengan tegang bagaimana proses hukum akan berjalan dan siapa saja yang akan dituntut tanggung jawab atas peristiwa ini.

    Kontroversi ini juga menjadi cermin bahwa masalah korupsi tak hanya terjadi di lingkup pemerintahan pusat atau daerah, melainkan juga bisa meresap ke sektor pendidikan yang seharusnya menjadi benteng moral dan kemajuan bangsa.

    Pemerintah daerah dan instansi pengawas diharapkan segera mengambil langkah tegas untuk mengungkap kebenaran dan memastikan dana pendidikan benar-benar bermanfaat bagi yang berhak.

    Langkah apa yang akan di lakukan oleh APH terkait masalah ini?, Suara langtang masyarakat Lampung Barat meminta agar APH segera bagun dari tidur panjangnya.

    Berita berikutnya akan segera kami rilis di Sigerlink.com.(Tim)

  • Bupati Tanggamus Berikan Penghargaan Kepada 15 Personel Polres Tanggamus

    Bupati Tanggamus Berikan Penghargaan Kepada 15 Personel Polres Tanggamus

    Bupati Tanggamus Berikan Penghargaan kepada 15 Personel Polres Tanggamus Tanggamus - Bupati Tanggamus Drs. H. Mohammad Saleh Asnawi, M.A., M.H.,  memberikan piagam penghargaan kepada 15 personel Polres Tanggamus atas keberhasilan mengungkap kasus pembunuhan pasangan suami istri di Pekon Way Pring, Kecamatan Pugung, dalam waktu kurang dari 1 x 12 jam. Penyerahan piagam penghargaan tersebut dilakukan pada kegiatan Apel Kesiapsiagaan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) yang digelar di Lapangan Merdeka Kota Agung, Selasa (13/1/2026). Penghargaan diberikan kepada jajaran pimpinan hingga personel lapangan Polres Tanggamus yang dinilai menunjukkan kinerja cepat, profesional, dan responsif dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Adapun 15 personel Polres Tanggamus yang menerima penghargaan tersebut yakni: Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., Wakapolres.Tanggamus Kompol Gigih Andri Putranto, S.H., S.I.K., M.H., Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Khairul Yassin Ariga, S.Kom., M.H., Kapolsek Pugung Ipda Dr. Agus Tri Kurniawan, S.H., M.H., Selain itu personel Tim Tekab 308 Polres Tanggamus dan Polsek Pugung, yaitu Aipda Herwinsyah, S.H., Aipda Frendi Setiawan, S.H., Aipda Sumantri, Aipda Fherli Saputra, Aipda Bobby Noviansyah S., S.E., Aipda Dani Pratomo, Aipda Angga Aradea, Bripka Dedy Syaifuddin, Bripka Anggie Fhariestha, Briptu Sofiansyah, S.H., dan Bripda Muhammad Guma Palanov. Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Bupati Tanggamus serta dukungan seluruh elemen masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi Bapak Bupati. Pada awal pengungkapan kasus ini, kami memang minim petunjuk. Namun berkat kerja keras tim serta dukungan informasi dari masyarakat, alhamdulillah kasus tersebut dapat diungkap sebelum 1x12 jam,” kata AKBP Rahmad Sujatmiko. Kapolres juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. “Kami mengajak masyarakat untuk terus peduli terhadap lingkungan sekitar dan tidak ragu memberikan informasi kepada kepolisian. Dengan sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan, situasi kamtibmas yang aman dan kondusif dapat terus terjaga,” pungkasnya. Bupati Tanggamus H. Moh. Saleh Asnawi menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kinerja jajaran Polress Tanggamus yang dinilai mampu bertindak cepat sehingga kasus pembunuhan tersebut dapat segera terungkap. “Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polres Tanggamus yang telah bergerak cepat mengungkap kasus pembunuhan pasangan suami istri di Pekon Way Pring. Keberhasilan ini penting untuk menjaga rasa aman dan mencegah keresahan di tengah masyarakat,” tegas Bupati. Diketahui dalam rangkaian itu, selain kepada jajaran Polres Tanggamus, Bupati juga menyerahkan piagam penghargaan kepada 14 personel Kodim 0424 Tanggamus, 3 personel BPBD Kabupaten Tanggamus, 3 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta 6 anggota Tim Vertical Rescue Indonesia atas peran mereka dalam penyelesaian pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Pekon Umbar, Kecamatan Kelumbayan. Piagam penghargaan juga diberikan kepada 35 anggota Satlinmas Kabupaten Tanggamus atas dedikasi dan pengabdian mereka yang telah lebih dari 10 tahun menjalankan tugas sebagai anggota Satuan Perlindungan Masyarakat di wilayah masing-masing. (*)

    Tanggamus – Bupati Tanggamus Drs. H. Mohammad Saleh Asnawi, M.A., M.H., memberikan piagam penghargaan kepada 15 personel Polres Tanggamus atas keberhasilan mengungkap kasus pembunuhan pasangan suami istri di Pekon Way Pring, Kecamatan Pugung, dalam waktu kurang dari 1 x 12 jam.

    Penyerahan piagam penghargaan tersebut dilakukan pada kegiatan Apel Kesiapsiagaan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) yang digelar di Lapangan Merdeka Kota Agung, Selasa (13/1/2026).

    Penghargaan diberikan kepada jajaran pimpinan hingga personel lapangan Polres Tanggamus yang dinilai menunjukkan kinerja cepat, profesional, dan responsif dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

    Adapun 15 personel Polres Tanggamus yang menerima penghargaan tersebut yakni: Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., Wakapolres.Tanggamus Kompol Gigih Andri Putranto, S.H., S.I.K., M.H., Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Khairul Yassin Ariga, S.Kom., M.H., Kapolsek Pugung Ipda Dr. Agus Tri Kurniawan, S.H., M.H.,

    Selain itu personel Tim Tekab 308 Polres Tanggamus dan Polsek Pugung, yaitu Aipda Herwinsyah, S.H., Aipda Frendi Setiawan, S.H., Aipda Sumantri, Aipda Fherli Saputra, Aipda Bobby Noviansyah S., S.E., Aipda Dani Pratomo, Aipda Angga Aradea, Bripka Dedy Syaifuddin, Bripka Anggie Fhariestha, Briptu Sofiansyah, S.H., dan Bripda Muhammad Guma Palanov.

    Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Bupati Tanggamus serta dukungan seluruh elemen masyarakat.

    “Kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi Bapak Bupati. Pada awal pengungkapan kasus ini, kami memang minim petunjuk. Namun berkat kerja keras tim serta dukungan informasi dari masyarakat, alhamdulillah kasus tersebut dapat diungkap sebelum 1×12 jam,” kata AKBP Rahmad Sujatmiko.

    Kapolres juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

    “Kami mengajak masyarakat untuk terus peduli terhadap lingkungan sekitar dan tidak ragu memberikan informasi kepada kepolisian. Dengan sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan, situasi kamtibmas yang aman dan kondusif dapat terus terjaga,” pungkasnya.

    Bupati Tanggamus H. Moh. Saleh Asnawi menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kinerja jajaran Polress Tanggamus yang dinilai mampu bertindak cepat sehingga kasus pembunuhan tersebut dapat segera terungkap.

    “Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polres Tanggamus yang telah bergerak cepat mengungkap kasus pembunuhan pasangan suami istri di Pekon Way Pring. Keberhasilan ini penting untuk menjaga rasa aman dan mencegah keresahan di tengah masyarakat,” tegas Bupati.

    Diketahui dalam rangkaian itu, selain kepada jajaran Polres Tanggamus, Bupati juga menyerahkan piagam penghargaan kepada 14 personel Kodim 0424 Tanggamus, 3 personel BPBD Kabupaten Tanggamus, 3 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta 6 anggota Tim Vertical Rescue Indonesia atas peran mereka dalam penyelesaian pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Pekon Umbar, Kecamatan Kelumbayan.

    Piagam penghargaan juga diberikan kepada 35 anggota Satlinmas Kabupaten Tanggamus atas dedikasi dan pengabdian mereka yang telah lebih dari 10 tahun menjalankan tugas sebagai anggota Satuan Perlindungan Masyarakat di wilayah masing-masing. (Khoiri)

  • Bupati Pringsewu Tegaskan Pelayanan Kesehatan Paripurna Butuh Kolaborasi Seluruh Elemen RSUD

    Bupati Pringsewu Tegaskan Pelayanan Kesehatan Paripurna Butuh Kolaborasi Seluruh Elemen RSUD

    Sigerlink.com – Pringsewu, Apel pagi tahunan yang digelar di halaman RSUD Kabupaten Pringsewu pada hari ini tidak hanya menjadi ajang penguatan kedisiplinan, melainkan juga titik awal komitmen bersama untuk mengangkat kualitas pelayanan kesehatan hingga menjadi standar unggulan di Provinsi Lampung.

    Ribuan peserta yang terdiri dari tenaga kesehatan, non-kesehatan, jajaran pimpinan daerah, dan manajemen rumah sakit menyaksikan secara langsung amanat yang disampaikan Bupati Pringsewu H.

    Riyanto Pamungkas tentang pentingnya sinergi seluruh komponen dalam mewujudkan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

    “Momen apel ini adalah pengingat bahwa pelayanan kesehatan tidak dimulai dari ruang pemeriksaan dokter atau bangsal perawatan, melainkan sejak pasien memasuki gerbang rumah sakit.

    Setiap tatapan, sapaan, hingga kebersihan lantai merupakan bagian dari pengalaman pasien yang harus kita jaga dengan sebaik-baiknya,” tegas Bupati saat memberikan amanat di depan ribuan peserta yang berkumpul sejak pukul 07.00 WIB.

    Menurutnya, tanggung jawab dalam memberikan pelayanan terbaik bukan hanya menjadi beban dokter dan perawat, melainkan seluruh elemen mulai dari petugas administrasi, tenaga kebersihan, keamanan, hingga divisi manajemen.

    Setiap peran memiliki kontribusi yang sama pentingnya dalam membangun citra positif RSUD sebagai institusi pelayanan publik yang dapat dipercaya.

    “Saat ini masyarakat semakin cerdas dan memiliki harapan yang tinggi terhadap layanan publik. Kita tidak bisa lagi bersandar pada peran satu atau dua bagian saja – kolaborasi yang erat menjadi kunci utama keberhasilan,” tambahnya.

    Acara yang juga menjadi ajang apresiasi bagi pegawai ASN dan non-ASN yang konsisten mengikuti kegiatan rutin setiap hari ini juga menyaksikan pengumuman penting terkait evaluasi berkala terhadap kinerja PPPK Paruh Waktu.

    Bupati menjelaskan bahwa langkah ini tidak hanya bertujuan untuk memastikan efektivitas penggunaan anggaran yang terbatas, tetapi juga sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi dan kontribusi optimal dari tenaga kerja tersebut.

    “Kita perlu memastikan bahwa setiap rupiah anggaran yang dikeluarkan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

    Evaluasi berkala akan menjadi alat ukur untuk melihat sejauh mana kontribusi PPPK dalam mendukung operasional RSUD, sekaligus memberikan umpan balik konstruktif untuk pengembangan kapasitas mereka,” ujarnya.

    Kepala RSUD Kabupaten Pringsewu, dr. Siti Nurhaliza, M.Kes, yang mewakili manajemen rumah sakit, menyampaikan komitmen penuh untuk menjalankan arahan Bupati.

    Menurutnya, seluruh pihak telah menyusun rencana aksi konkret yang mencakup pelatihan berkelanjutan bagi tenaga kerja, penguatan sistem manajemen layanan, hingga peningkatan fasilitas pendukung yang dapat dirasakan langsung oleh pasien.

    “Kita telah menyusun roadmap peningkatan kualitas selama tiga tahun ke depan. Mulai dari standarisasi prosedur pelayanan, peningkatan sumber daya manusia, hingga pengoptimalan penggunaan teknologi informasi untuk memudahkan akses masyarakat.

    Semua langkah ini dilakukan dengan fokus pada kepuasan dan keamanan pasien,” jelas dr. Siti.

    Sebagai bagian dari rencana tersebut, RSUD akan melaksanakan program pelatihan komunikasi bagi seluruh petugas yang berinteraksi langsung dengan pasien, serta memperkuat sistem pemantauan kebersihan dan sanitasi di seluruh area rumah sakit.

    Selain itu, juga akan dibentuk tim koordinasi lintas divisi untuk menangani keluhan dan masukan masyarakat secara cepat dan tepat.

    Para tenaga kesehatan yang diwawancarai menyampaikan dukungan penuh terhadap arahan Bupati. Siti Aisyah, seorang perawat di bangsal rawat jalan, mengaku bahwa sinergi antar bagian memang sangat dibutuhkan untuk memberikan pelayanan yang baik.

    “Kadang kala ada kesenjangan komunikasi antara bagian administrasi dan bagian medis yang bisa mempengaruhi pengalaman pasien.

    Dengan adanya kesadaran bersama seperti yang disampaikan Bupati hari ini, kami yakin kolaborasi akan semakin baik,” ujarnya.

    Sementara itu, perwakilan tenaga kebersihan, Suparman, menyatakan bahwa mereka merasa dihargai dan menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan.

    “Kita selalu berusaha menjaga kebersihan dengan sebaik-baiknya, dan sekarang kita tahu bahwa pekerjaan kita juga berkontribusi pada kepuasan pasien. Ini menjadi motivasi tambahan bagi kami,” katanya dengan senyum.

    Dalam penutup amanatnya, Bupati mengingatkan bahwa semua upaya perbaikan yang dilakukan harus benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

    “Jangan biarkan perbaikan hanya menjadi angka atau laporan di atas kertas, Pastikan setiap langkah yang kita ambil dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang menjadi tujuan utama kita berlayanan,” pungkasnya dengan ekspresi penuh semangat.

    Diharapkan, dengan komitmen bersama dari seluruh elemen RSUD Kabupaten Pringsewu dan dukungan penuh pemerintah daerah, rumah sakit ini dapat menjadi role model pelayanan kesehatan publik yang tidak hanya unggul dari segi teknis medis, tetapi juga dalam hal pelayanan yang humanis dan berkualitas.(***)

  • Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, menghadiri Rapat Koordinasi Strategis

    Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, menghadiri Rapat Koordinasi Strategis

    Bandar Lampung — Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, menghadiri Rapat Koordinasi Strategis yang diselenggarakan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Lampung (Bank Lampung), Senin (12/1/2026), bertempat di Ruang Aula Lantai IV Kantor Pusat Bank Lampung.

    Rapat koordinasi tersebut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, jajaran Dewan Komisaris, serta Direksi Bank Lampung.

    Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung, DPRD, dan Bank Lampung dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

    Direktur operasional (Alternate Dirut) Bank Lampung Indra Merviana menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini merupakan forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan serta menindaklanjuti dukungan pemerintah daerah dan DPRD terhadap peran Bank Lampung sebagai bank milik daerah.

    Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Provinsi Lampung menyatakan dukungannya terhadap upaya Bank Lampung dalam meningkatkan kinerja, tata kelola, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat. DPRD, lanjutnya, akan terus menjalankan fungsi pengawasan dan dukungan regulasi guna memperkuat kontribusi Bank Lampung terhadap pembangunan daerah.

    Agenda rapat meliputi pengarahan Gubernur Lampung terkait arah pembangunan ekonomi daerah, penyampaian pandangan Ketua DPRD Provinsi Lampung, serta pembahasan rencana strategis Bank Lampung tahun 2026. Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan kolaborasi antar pemangku kepentingan semakin solid dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Provinsi Lampung.(adv)

  • Dorong Ekonomi Pesisir, Wabup Pesawaran Hadiri Ground Breaking Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Durian

    Dorong Ekonomi Pesisir, Wabup Pesawaran Hadiri Ground Breaking Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Durian

    Dorong Ekonomi Pesisir, Wabup Pesawaran Hadiri Ground Breaking Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Durian

    Pesawaran — Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali menghadiri kegiatan ground breaking Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Durian, Kecamatan Padang Cermin, Selasa (13/1/2026). Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan kawasan terpadu yang ditujukan untuk memperkuat perekonomian masyarakat pesisir.

    Dalam kegiatan itu, Wabup Pesawaran didampingi Kepala Dinas Perikanan Zainal Arifin, Camat Padang Cermin Eko Novianto, Kepala Desa Durian beserta jajaran, pengurus Koperasi Desa Merah Putih Desa Durian, serta para nelayan dan masyarakat setempat.

    Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program terobosan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia yang bertujuan mengoptimalkan pembangunan sektor perikanan sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional sekaligus penopang ketahanan pangan. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan fisik kawasan, tetapi juga mendorong transformasi sosial dan ekonomi masyarakat pesisir melalui penguatan kelembagaan, khususnya koperasi nelayan.

    Pada tahun 2025, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 100 Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia. Kabupaten Pesawaran menjadi salah satu dari empat kabupaten di Provinsi Lampung yang terpilih menerima Program Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Tahap II Tahun 2025.

    Penetapan lokasi tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2025 mengenai Calon Lokasi Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Tahap II Tahun 2025.

    Dalam sambutannya, Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas pelaksanaan program tersebut di Kabupaten Pesawaran. Ia menilai Kampung Nelayan Merah Putih sebagai langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan.

    Adapun pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Pesawaran berlokasi di Desa Durian, Kecamatan Padang Cermin, di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Pesawaran seluas kurang lebih 1,3 hektare. Di kawasan ini akan dibangun berbagai sarana dan prasarana pendukung sektor perikanan, antara lain shelter pendaratan ikan, shelter cool box, kios perbekalan, bengkel nelayan, kantor pengelola, bangunan pemasaran ikan, IPAL Biotech, serta fasilitas penunjang lainnya.

    “Saya berharap melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih ini, usaha penangkapan ikan di Kabupaten Pesawaran dapat berkembang secara berkelanjutan, meningkatkan nilai tambah hasil perikanan, serta memperkuat perekonomian masyarakat pesisir,” pungkasnya.

  • DPRD Provinsi Lampung menerima audiensi dari Dewan Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia–Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD F-SPTI–KSPSI) Provinsi Lampung

    DPRD Provinsi Lampung menerima audiensi dari Dewan Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia–Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD F-SPTI–KSPSI) Provinsi Lampung

    Bandar Lampung — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung menerima audiensi dari Dewan Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia–Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD F-SPTI–KSPSI) Provinsi Lampung, terkait pengaduan pekerja di PT Global Jet Express (J&T). (Rabu, 7 Januari 2026)

    Audiensi berlangsung di ruang rapat komisi V DPRD Lampung tersebut diterima secara langsung oleh Dr. H. Yanuar Irawan, SE., MM dan membahas sejumlah persoalan ketenagakerjaan yang dialami para pekerja, khususnya buruh harian yang tergabung dalam F-SPTI–KSPSI di wilayah Lampung.

    Turut hadir dalam audiensi tersebut perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Lampung sebagai instansi teknis yang berwenang menangani persoalan ketenagakerjaan.

    Dalam pertemuan tersebut, perwakilan serikat pekerja menyampaikan pengaduan terkait hak-hak pekerja yang dinilai belum terpenuhi serta berharap adanya perhatian dan fasilitasi dari DPRD Provinsi Lampung agar permasalahan tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Audiensi ini menjadi langkah strategis untuk membuka dan memperkuat komunikasi yang lebih intensif antara DPRD Provinsi Lampung, pihak perusahaan PT Global Jet Express (J&T), serta instansi terkait. Diharapkan, pertemuan ini dapat menjadi ruang dialog yang konstruktif guna mencari solusi terbaik bagi seluruh pihak serta menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan di Provinsi Lampung. (adv)

  • Danyonif 7 Marinir Berikan Entry Briefing kepada Seluruh Prajurit

    Danyonif 7 Marinir Berikan Entry Briefing kepada Seluruh Prajurit

    Danyonif 7 Marinir Berikan Entry Briefing kepada Seluruh Prajurit

    TNI AL, KORMAR, Brigif 4 Marinir/BS — Komandan Batalyon Infanteri 7 Marinir (Danyonif 7 Mar) Letkol Marinir M. Kristian Widiantoro, M.Tr.Opsla., memberikan entry briefing kepada seluruh prajurit Yonif 7 Marinir sebagai langkah awal pembinaan satuan serta penguatan kesiapan personel dalam menghadapi tugas ke depan.

    Kegiatan entry briefing tersebut berlangsung di Kelas Lapangan Gobang, Ketapang, Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Senin (12/1/2026), dan diikuti oleh seluruh perwira, bintara, tamtama, serta Ibu-ibu Jalasenastri.

    Dalam arahannya, Danyonif 7 Marinir menekankan pentingnya loyalitas, disiplin, dan profesionalisme sebagai landasan utama prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut. Menurutnya, entry briefing menjadi momentum strategis bagi komandan untuk menyamakan persepsi, visi, dan semangat kebersamaan dalam melaksanakan tugas pokok satuan.

    Letkol Mar M. Kristian Widiantoro juga mengingatkan seluruh prajurit agar senantiasa menjaga kehormatan diri, keluarga, dan satuan dengan berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta 8 Wajib TNI.

    Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga soliditas internal, meningkatkan kemampuan perorangan maupun satuan, serta menjauhi segala bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri dan institusi TNI AL, seperti judi online, perbuatan asusila, dan penyalahgunaan narkoba.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh prajurit Yonif 7 Marinir semakin solid, profesional, dan siap menjalankan setiap penugasan yang diemban demi kepentingan bangsa dan negara.

    [Hendra]

  • Monitoring dan peninjauan langsung pelaksanaan Ibadah Misa Malam Natal

    Monitoring dan peninjauan langsung pelaksanaan Ibadah Misa Malam Natal

    Bandar Lampung — Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar bersama Gubernur Lampung dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan kegiatan monitoring dan peninjauan langsung pelaksanaan Ibadah Misa Malam Natal di sejumlah gereja di wilayah hukum Polresta Bandar Lampung, Rabu malam (24/12/2025).

    Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menjamin keamanan, kenyamanan, serta kekhidmatan umat Kristiani dalam menjalankan ibadah Natal.

    Turut hadir dalam rombongan tersebut Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf serta Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, bersama unsur TNI-Polri dan instansi terkait lainnya.

    Peninjauan diawali dari titik kumpul di Polresta Bandar Lampung, kemudian rombongan menyambangi Gereja Metodis Indonesia (GMI) Immanuel, dilanjutkan ke Gereja Katedral Kristus Raja Tanjungkarang. Di setiap lokasi, rombongan memastikan kesiapan pengamanan, kelancaran arus lalu lintas, serta kenyamanan jemaat yang tengah melaksanakan ibadah.

    Kegiatan monitoring diakhiri dengan pengecekan kesiapan personel di Pos Pelayanan Natal dan Tahun Baru Polresta Bandar Lampung yang berlokasi di Jalan Raden Intan, sebagai bagian dari pengamanan terpadu perayaan Natal dan Tahun Baru.

    Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar menyampaikan pesan penting kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan toleransi antarumat beragama.

    “Mari kita bersama-sama menjaga toleransi, ketertiban, dan keamanan. Dengan kebersamaan, kita wujudkan situasi yang aman, damai, dan kondusif, khususnya dalam perayaan hari besar keagamaan,” ujar Ahmad Giri Akbar.

    Kehadiran pimpinan daerah dan Forkopimda ini mendapat apresiasi dari jemaat gereja, sebagai simbol nyata kehadiran negara dalam menjamin kebebasan beribadah serta memperkuat nilai-nilai toleransi dan kerukunan di Provinsi Lampung.(adv)

  • Anggota DPRD Provinsi Lampung M. Rahmat Visa Ridi Arifin menghadiri kegiatan Pentas Seni dan Budaya Kodam XXI/Radin Inten dalam rangka Peringatan Hari Juang TNI Angkatan Darat Tahun 2025

    Anggota DPRD Provinsi Lampung M. Rahmat Visa Ridi Arifin menghadiri kegiatan Pentas Seni dan Budaya Kodam XXI/Radin Inten dalam rangka Peringatan Hari Juang TNI Angkatan Darat Tahun 2025

    Bandar Lampung – Anggota DPRD Provinsi Lampung M. Rahmat Visa Ridi Arifin menghadiri kegiatan Pentas Seni dan Budaya Kodam XXI/Radin Inten dalam rangka Peringatan Hari Juang TNI Angkatan Darat Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Saburai, Kecamatan Enggal, Bandar Lampung, Sabtu malam (10/1/2025).

    Kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan yang hangat antara TNI dan masyarakat melalui ekspresi seni dan budaya Nusantara. Hadir dalam acara tersebut unsur Forkopimda Provinsi Lampung, jajaran TNI, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat umum yang memadati area Lapangan Saburai.

    Dalam keterangannya, M. Rahmat Visa Ridi Arifin menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Kodam XXI/Radin Inten yang menghadirkan kegiatan budaya sebagai sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

    Rangkaian acara berlangsung meriah dengan menampilkan beragam pertunjukan seni daerah, mulai dari tari-tarian Nusantara, campur sari, orkes melayu jadul, hingga puncak acara berupa pagelaran wayang kulit dengan lakon “Bimo Krido” yang sarat makna perjuangan, pengabdian, dan nilai kepahlawanan.

    Menurut Rahmat, tema besar kegiatan ini sejalan dengan semangat Hari Juang TNI AD, yakni memperkuat nilai perjuangan, nasionalisme, dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

    DPRD Provinsi Lampung, lanjut Rahmat, mendukung penuh kegiatan-kegiatan kolaboratif seperti ini karena mampu menghadirkan hiburan, kepedulian sosial, serta semangat kemanusiaan dalam satu panggung yang merangkul seluruh elemen masyarakat.

    Pentas seni budaya ini diharapkan menjadi momentum berkelanjutan dalam membangun keharmonisan antara TNI dan masyarakat Lampung, sekaligus memperkuat identitas budaya serta nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.(adv)