Blog

  • Utilisasi Industri Pati Ubi Kayu Baru 43 Persen, Menperin Dorong Penguatan Hilirisasi

    Utilisasi Industri Pati Ubi Kayu Baru 43 Persen, Menperin Dorong Penguatan Hilirisasi

    JAKARTA – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa tingkat utilisasi industri pati ubi kayu nasional hingga saat ini masih berada di kisaran 43 persen. Padahal, sektor tersebut merupakan industri strategis yang memiliki nilai tambah tinggi dan potensi besar untuk dikembangkan.

    Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), terdapat sekitar 125 perusahaan pati ubi kayu di Indonesia yang berada di bawah pembinaan Direktorat Jenderal Industri Agro.

    “Saat ini dalam catatan kami terdapat sekitar 125 perusahaan pati ubi kayu di Indonesia, namun tingkat utilisasinya baru mencapai 43 persen. Ini masih tergolong rendah,” ujar Agus saat membuka Business Matching Industri Pati Ubi Kayu di Kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026).

    Menperin menjelaskan, kinerja ekspor pati ubi kayu Indonesia hingga November 2025 tercatat mencapai USD 18,7 juta, atau meningkat 58,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun demikian, Indonesia masih melakukan impor pati ubi kayu dengan nilai mencapai USD 73,8 juta.

    Menurut Agus, impor tersebut telah berhasil ditekan hingga 54,59 persen dibandingkan tahun sebelumnya berkat berbagai kebijakan penguatan industri dalam negeri. Meski demikian, ketergantungan terhadap produk impor masih menjadi tantangan yang harus segera diatasi.

    Untuk itu, Kemenperin mendorong penguatan ekosistem industri ubi kayu dari hulu hingga hilir. Langkah ini sejalan dengan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) yang menitikberatkan pada perlindungan pasar domestik, substitusi impor, peningkatan nilai tambah, serta penguatan rantai nilai industri.

    Selain persoalan impor, Agus juga menyoroti tantangan persaingan harga. Oleh karena itu, Kemenperin mendorong sinergi antara produsen pati ubi kayu dan industri pengguna melalui berbagai instrumen, seperti neraca komoditas dan kegiatan business matching.

    “Business matching ini tidak hanya bertujuan meningkatkan serapan bahan baku dalam negeri, tetapi juga untuk penyesuaian spesifikasi sesuai kebutuhan industri pengguna. Saya berharap industri ubi kayu nasional mampu melakukan diversifikasi produk agar kebutuhan industri pengguna dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” ujar Agus.

    Menperin menambahkan, pati ubi kayu memiliki potensi besar karena dapat diolah menjadi berbagai produk turunan, baik sektor pangan seperti pemanis, bumbu, makanan ringan, dan mi, maupun sektor nonpangan seperti kertas dan etanol.

    Pengusaha Minta Relaksasi PPN

    Ketua Umum PPTTI Welly Sugiono di Kantor Kemenperin, Jalan Widya Chandra VIII, Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026). Foto: Widya Islamiati/kumparan
    Ketua Umum PPTTI Welly Sugiono di Kantor Kemenperin, Jalan Widya Chandra VIII, Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026). Foto: kumparan

    Sementara itu, Perhimpunan Pengusaha Tepung Tapioka Indonesia (PPTTI) meminta pemerintah memberikan relaksasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk produk tapioka yang saat ini dikenakan tarif sebesar 11 persen per kilogram.

    Ketua Umum PPTTI Welly Sugiono menilai tarif tersebut cukup memberatkan pelaku usaha, terutama di tengah melimpahnya produksi dalam negeri dan ketatnya persaingan dengan produk impor.

    “PPN tapioka sudah lama dikenakan 11 persen per kilogram. Menurut kami, ini masih bisa direlaksasi, setidaknya diturunkan di bawah 10 persen agar industri lebih kompetitif,” ujar Welly.

    Welly menjelaskan, pasar ekspor tapioka Indonesia saat ini masih terbatas dan didominasi oleh tujuan ekspor ke China dengan volume yang relatif kecil. Di sisi lain, kebutuhan dalam negeri terhadap tapioka cukup besar, sementara produk impor dari Thailand, Vietnam, dan Kamboja masih masuk ke pasar nasional.

    Padahal, kapasitas produksi dalam negeri dinilai sangat mencukupi. Sekitar 70 persen produksi tapioka nasional berasal dari Provinsi Lampung dengan volume mencapai 3,8 juta ton per tahun, sementara total produksi nasional telah melampaui 4 juta ton per tahun.

    “Kalau total impor, jumlahnya sekitar 1,2 juta ton. Sebenarnya produksi dalam negeri sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional,” pungkas Welly.

     

  • Hujan Ekstrem Guyur Jakarta, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Buruk Meluas Hingga Akhir Januari

    Hujan Ekstrem Guyur Jakarta, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Buruk Meluas Hingga Akhir Januari

    Hujan Ekstrem Guyur Jakarta, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Buruk Meluas Hingga Akhir Januari

    JAKARTA – Curah hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak Kamis (22/1/2026) pagi hingga siang hari. Kondisi tersebut menyebabkan genangan air di sejumlah ruas jalan, salah satunya di Jalan DI Pandjaitan, Jakarta Timur, yang mengakibatkan antrean kendaraan mengular karena salah satu lajur tidak dapat dilalui.

    Fenomena ini sejalan dengan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait peningkatan curah hujan menjelang akhir Januari 2026. BMKG juga mengimbau masyarakat di berbagai provinsi lain di Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang meluas.

    Sejumlah kendaraan antre memanjang akibat genangan air banjir pada salah satu lajur yang tidak dapat dilalui di Jalan DI. Pandjaitan, Jakarta Timur, Kamis (22/1/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
    Sejumlah kendaraan antre memanjang akibat genangan air banjir pada salah satu lajur yang tidak dapat dilalui di Jalan DI. Pandjaitan, Jakarta Timur, Kamis (22/1/2026). Foto: kumparan

    Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara berpotensi mengalami peningkatan intensitas hujan dalam beberapa hari ke depan.

    “Gangguan atmosfer yang terpantau saat ini memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan banjir, tanah longsor, serta gangguan pada sektor transportasi di wilayah terdampak,” ujar Faisal, Kamis (22/1).

    Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dengan terus memantau informasi resmi dari BMKG.
    “Dengan kesiapsiagaan yang baik, risiko bencana akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan,” tambahnya.

    Pengaruh Bibit Siklon dan Monsun Asia

     Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Senin (22/12/2025). Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet
    Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Senin (22/12/2025). Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet

    Sementara itu, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem yang terjadi dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer, salah satunya keberadaan bibit siklon tropis.

    Selain itu, Monsun Asia diprakirakan menguat hingga 23 Januari 2026, disertai seruakan udara dingin (cold surge) dari daratan Asia. Fenomena ini meningkatkan kecepatan angin di Laut China Selatan dan mendorong pertumbuhan awan hujan secara masif di wilayah selatan khatulistiwa.

    “Secara bersamaan, aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuator, dan Gelombang Kelvin, yang didukung nilai OLR negatif, turut memperkuat pembentukan awan Cumulonimbus,” jelas Andri.

    Ia menambahkan, tingginya kelembapan udara pada lapisan bawah hingga menengah atmosfer serta kondisi atmosfer yang labil semakin mendukung proses konvektif skala lokal di wilayah Indonesia bagian selatan.

    Wilayah Berpotensi Cuaca Ekstrem

    Bibit Siklon Tropis 22 Januari 2026 mempenaruhi cuaca Indonesia Foto: Dok. BMKG
    Bibit Siklon Tropis 22 Januari 2026 mempenaruhi cuaca Indonesia Foto: Dok. BMKG

    Berdasarkan hasil analisis BMKG, potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang diprakirakan terjadi secara bergantian di berbagai wilayah Indonesia menjelang akhir Januari 2026.

    Pada 22 Januari, potensi cuaca ekstrem meliputi Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.
    Kondisi serupa diperkirakan berlanjut pada 23 Januari di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan NTT.
    Selanjutnya, Jawa Tengah dan Jawa Timur berpotensi terdampak pada 24 Januari, sementara Bali, NTB, dan NTT diprakirakan mengalami peningkatan curah hujan pada 25–26 Januari.

    “Dinamika cuaca ini menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat untuk mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi,” ujar Andri.

    Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa kondisi cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah dengan cepat. Masyarakat dan pemangku kepentingan diimbau untuk berhati-hati dalam merencanakan aktivitas luar ruang serta perjalanan darat, laut, dan udara.

  • Sekdaprov Lampung Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemprov Lampung

    Sekdaprov Lampung Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemprov Lampung

    Sekdaprov Lampung Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemprov Lampung

    LAMPUNG – Gubernur Lampung diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung yang digelar di Balai Keratun Lantai III, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Rabu (21/01/2026).

    Sebanyak 31 pejabat yang terdiri dari 23 Pejabat Administrator dan 8 Pejabat Pengawas dilantik dan diambil sumpah berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor: 800.1.3.3/205/VI.04/2026 tanggal 20 Januari 2026 tentang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari Jabatan Administrator dan Jabatan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

    Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik serta menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

    “Pelantikan ini bukanlah sekadar seremonial atau formalitas belaka, melainkan merupakan amanah, kepercayaan, dan tanggung jawab besar yang harus saudara-saudara emban dengan penuh integritas, dedikasi, dan loyalitas kepada bangsa, negara, dan masyarakat Provinsi Lampung,” tegas Gubernur Lampung.

    Gubernur juga melanjutkan bahwa Pelantikan Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas ini merupakan bagian dari upaya penataan dan penguatan organisasi perangkat daerah guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, profesional, serta berorientasi pada pelayanan publik.

    “Setiap pejabat yang dilantik diharapkan mampu menjalankan peran strategisnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing jabatan,” ujarnya.

    Gubernur juga menekankan bahwa Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas memiliki peran penting sebagai penghubung antara kebijakan pimpinan dengan pelaksanaan teknis di lapangan.

    “Saudara dituntut untuk mampu menerjemahkan kebijakan pimpinan daerah menjadi program dan kegiatan yang nyata, terukur, serta berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

    Gubernur juga menyampaikan empat penekanan utama yang harus menjadi pedoman dalam menjalankan tugas, yakni menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme, meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik, memperkuat kerja sama dan sinergi, serta bersikap adaptif dan inovatif terhadap perubahan.

    “Aparatur pemerintah harus mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, transparan, dan akuntabel dengan mengorientasikan setiap pelaksanaan tugas pada kepuasan masyarakat,” pesannya.

    Diakhir, Gubernur berharap pelantikan ini dapat mendorong peningkatan kinerja organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung sehingga mampu mendukung terwujudnya visi pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah.

    “Saya berharap kinerja perangkat daerah semakin optimal dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Provinsi Lampung,” pungkasnya. (Red).

  • Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung memperkuat fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

    Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung memperkuat fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

    Bandar Lampung – Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung memperkuat fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung di Ruang Rapat Komisi V. Selasa, 20/1/2026.

    RDP tersebut dihadiri Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung Dr. Yanuar Irawan, SE., MM, Wakil Ketua Komisi Mardiana, ST., MT, Sekretaris Komisi Elly Wahyuni, SE., MM. serta anggota Komisi V DPRD Lampung.

    Hadir dalam agenda tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amrico, S.STP., MH beserta jajaran. Agenda RDP difokuskan pada evaluasi pelaksanaan PPDB Tahun 2025 sekaligus kesiapan kebijakan dan teknis pelaksanaan PPDB Tahun 2026.

    Yanuar menegaskan pentingnya pengawasan ketat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan guna mencegah terjadinya penyimpangan serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

    DPRD Provinsi Lampung menilai bahwa meskipun pelaksanaan PPDB Tahun 2025 secara umum berjalan dengan baik, tetap diperlukan evaluasi menyeluruh agar pelaksanaan di tahun berikutnya lebih tertib, transparan, dan berkeadilan.

    Dalam RDP tersebut, DPRD juga menyoroti masih adanya keluhan masyarakat yang muncul akibat kurangnya pemahaman terhadap mekanisme seleksi, khususnya pada jalur domisili. Oleh karena itu, Disdikbud diminta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat agar seluruh tahapan dan ketentuan PPDB dapat dipahami secara jelas.

    DPRD menegaskan bahwa apabila terdapat peserta didik dengan jarak domisili yang sama, maka penentuan kelulusan didasarkan pada nilai akademik tertinggi sesuai ketentuan yang berlaku.

    Untuk pelaksanaan PPDB Tahun 2026, sistem penerimaan masih akan menggunakan empat jalur, yakni Jalur Domisili, Jalur Afirmasi, Jalur Prestasi, serta Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua atau Wali.

    Ditambahkan Yanuar DPRD Provinsi Lampung memastikan akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara berkelanjutan terhadap Disdikbud Provinsi Lampung, guna menjamin pelaksanaan PPDB Tahun 2026 berjalan sesuai regulasi, transparan, dan memberikan kepastian layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik.

  • 31 Pejabat Pemprov Lampung Dilantik, Marindo Tekankan Integritas sebagai Fondasi Pelayanan Publik yang Berkualitas

    31 Pejabat Pemprov Lampung Dilantik, Marindo Tekankan Integritas sebagai Fondasi Pelayanan Publik yang Berkualitas

    BANDAR LAMPUNG — Sigerlink.com,  Sebanyak 31 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung resmi melangkah menjabat setelah menjalani proses pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin oleh Sekretaris Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, pada hari Rabu (21/1) di Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur Lampung.


    Acara yang dihadiri oleh berbagai unsur perangkat daerah ini mencakup pelantikan 23 pejabat administrator dan 8 pejabat pengawas, yang berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor 800.1.3.3/205/VI.04/2026 tentang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari Jabatan Administrator serta Jabatan Pengawas.

    Dalam pidatonya yang penuh makna, Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pelantikan ini bukan hanya sebuah seremonial resmi, melainkan amanah yang membawa tanggung jawab besar terhadap bangsa, negara, dan khususnya masyarakat Provinsi Lampung.

    “Pelantikan ini menjadi bagian penting dari upaya penataan dan penguatan organisasi perangkat daerah, yang bertujuan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, profesional, dan benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujarnya.

    Peran strategis yang diemban oleh para pejabat baru menjadi fokus utama dalam sambutan Sekprov. Sebagai penghubung antara kebijakan yang dirumuskan oleh pimpinan daerah dengan pelaksanaan teknis di lapangan, mereka dituntut mampu menerjemahkan visi pembangunan menjadi program dan kegiatan yang nyata, terukur, serta memberikan dampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

    “Kita tidak hanya bergerak berdasarkan aturan, tetapi harus mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Setiap kebijakan yang diterjemahkan harus menjawab kebutuhan nyata dan menjadi solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh rakyat Lampung,” jelas Marindo.

    Selain itu, ia juga mengemukakan sejumlah prinsip dasar yang harus menjadi landasan dalam menjalankan tugas. Pertama, menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme sebagai modal utama untuk mendapatkan kepercayaan publik.

    Kedua, mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan dengan ketat dan menghindari segala bentuk penyalahgunaan wewenang. Ketiga, terus meningkatkan kapasitas diri dan kinerja untuk menghadapi tantangan birokrasi yang semakin kompleks.

    “Jadilah aparatur yang bersih, jujur, dan beretika. Pelayanan yang cepat, tepat, transparan, dan akuntabel harus menjadi standar yang tidak bisa dinegosiasikan. Setiap langkah kerja harus berorientasi pada kepuasan masyarakat, bukan pada kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,” tegasnya dengan nada tegas.

    Marindo juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antarperangkat daerah dalam mewujudkan tujuan pembangunan. Menurutnya, kolaborasi yang efektif akan mempercepat implementasi program dan meminimalkan tumpang tindih tugas, sehingga sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal.

    “Kita harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tidak takut untuk berinovasi. Tantangan masa depan membutuhkan aparatur yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan untuk berpikir kreatif dalam menyelesaikan permasalahan daerah,” tambahnya.

    Dengan pelantikan ini, diharapkan kinerja organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemprov Lampung dapat meningkat secara signifikan.

    Hal ini diharapkan tidak hanya mendukung visi pembangunan daerah yang lebih baik, tetapi juga mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah dan akhirnya meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Lampung,”Marindo”(***)

  • PMI Kota Metro Gelar Musyawarah Kota Tahun 2026

    PMI Kota Metro Gelar Musyawarah Kota Tahun 2026

    Metro | Upaya memperkuat profesionalisme dan kemandirian organisasi kemanusiaan yang dilakukan PMI Kota Metro melalui gelaran Musyawarah Kota (Muskot) Tahun 2026, di SMK Muhammadiyah 3 Metro, Rabu (21/01/2026).

    Dalam sambutannya, Walikota Metro Bambang Iman Santoso saat membuka Muskot menyampaikan apresiasi atas peran PMI Kota Metro di bidang sosial dan kemanusiaan.

    “Keberadaan PMI selama ini telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, mulai dari pelayanan donor darah, penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, hingga berbagai kegiatan sosial kemanusiaan lainnya,”ucap Bambang

    Walikota berharap, Musyawarah Kota ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang bijaksana, program kerja yang realistis dan berkelanjutan, serta kepengurusan yang solid, berintegritas, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat.

    Lebih lanjut, Keputusan yang dihasilkan diharapkan mampu membawa PMI Kota Metro menjadi organisasi yang semakin profesional, mandiri, dan dicintai seluruh masyarakat Kota Metro.

    Sementara itu, Ketua Pelaksanaan Muskot PMI Kota Metro Bekti menjelaskan, bahwa musyawarah ini merupakan kewajiban organisasi. Setelah masa kepengurusan berakhir, PMI wajib melaksanakan regenerasi melalui forum Musyawarah Kota.

    “Rangkaian Musyawarah Kota ini meliputi laporan pertanggungjawaban pengurus, pembahasan rencana strategis PMI ke depan, serta pemilihan ketua dan formatur PMI Kota Metro,” jelas Bekti.

    Bekti menambahkan, hingga saat ini baru terdapat satu calon ketua, dimana mekanisme pemilihan dapat dilakukan melalui musyawarah mufakat maupun voting, sesuai ketentuan yang berlaku.

    Bekti berharap, ke depan PMI Kota Metro dapat semakin eksis dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, sejalan dengan peran PMI sebagai organisasi kemanusiaan.|(Rio).

  • SMKN 1 SEKAMPUNG BERJAYA DOMINASI ACFION 2026, RAIH 3 PRESTASI BEDA BIDANG DI UM METRO

    SMKN 1 SEKAMPUNG BERJAYA DOMINASI ACFION 2026, RAIH 3 PRESTASI BEDA BIDANG DI UM METRO

    Lampung Timur — Sigerlink.com, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 (SMKN) Sekampung Kabupaten Lampung Timur mencatatkan nama gemilang di ajang kompetisi tahunan ACFION 2026 yang digelar di Universitas Muhammadiyah (UM) Metro 21/01/2026.

    Melalui tiga bidang yang berbeda, peserta didik sekolah ini berhasil membuktikan kemampuan dan potensi luar biasa, membawa pulang medali dan penghargaan yang membanggakan.

    Pada bidang akademik, Rizky Adiya dari jurusan Akuntansi Publik bersinar sebagai juara 1 Olimpiade Akuntansi.

    Kemenangan ini menjadi bukti komitmen sekolah dalam mengembangkan kualitas pendidikan kejuruan yang tidak hanya berfokus pada praktik tetapi juga keunggulan akademik. Rizky mengaku telah melalui proses persiapan yang ketat selama beberapa bulan bersama pembimbingnya, dengan dukungan penuh dari pihak sekolah.

    Tidak ketinggalan di bidang olahraga, Tim Futsal SKANSA SMKN 1 Sekampung kembali menunjukkan performa terbaik dengan meraih juara 1 dalam kategori Futsal SMA/SMK sederajat.

    Tim yang telah menjalani latihan intensif setiap hari ini berhasil mengalahkan berbagai kontestan kuat dari seluruh Provinsi Lampung, membuktikan bahwa prestasi olahraga juga menjadi prioritas pengembangan karakter siswa di sekolah ini.

    Sementara itu, di bidang seni suara, Yoga Erwansyah menyabet juara harapan 2 dalam ajang Solo Song. Kemampuan bernyanyi yang dimilikinya tidak hanya menghibur tetapi juga mampu menyentuh hati juri dan penonton, membawa nama baik sekolah di panggung seni tingkat provinsi.

    Kepala Sekolah Martin Indra S.T., M.M., yang dikenal sebagai pemimpin yang bijak, rendah hati namun berwibawa, menyampaikan rasa bangganya atas prestasi yang diraih siswa-siswinya.

    “Prestasi ini adalah hasil kerja keras bersama antara siswa, guru pembimbing, dan seluruh komponen sekolah. Kami selalu berusaha memberikan fasilitas dan dukungan terbaik agar setiap siswa dapat mengembangkan bakat dan minatnya secara maksimal,” ujarnya.

    Menurutnya, prestasi di berbagai bidang menjadi bukti bahwa pendidikan kejuruan mampu mencetak generasi muda yang kompeten dan berprestasi secara holistik.

    SMKN 1 Sekampung juga berkomitmen untuk terus mendukung siswa dalam mengikuti berbagai ajang kompetisi nasional dan internasional ke depannya, dengan harapan dapat mencetak lebih banyak prestasi yang membawa kemuliaan bagi daerah dan negara,”Tutup Martin”.(Ys)

  • Hikmah Isra Mi’raj, Danrem 043/Garuda Hitam Ajak Prajurit Jadikan Shalat Sumber Kekuatan Moral

    Hikmah Isra Mi’raj, Danrem 043/Garuda Hitam Ajak Prajurit Jadikan Shalat Sumber Kekuatan Moral

    Hikmah Isra Mi’raj, Danrem 043/Garuda Hitam Ajak Prajurit Jadikan Shalat Sumber Kekuatan Moral

    METRO – Komandan Korem (Danrem) 043/Garuda Hitam, Brigjen TNI Haryantana, S.H., mengajak seluruh jajaran menjadikan shalat sebagai sumber kekuatan moral dan spiritual dalam menjalankan tugas serta kehidupan sehari-hari. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Masjid Al-Ittihat Makorem 043/Garuda Hitam, Kota Metro, Rabu (21/1/2026).

    Peringatan Isra Mi’raj berlangsung khidmat dan penuh nuansa religius. Kegiatan ini diikuti oleh Kasrem, Kasiren, para Kasi Kasrem, prajurit dan PNS Korem 043/Gatam, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Rem 043 PD XXI/Radin Inten beserta pengurus, serta keluarga besar Korem 043/Garuda Hitam.

    Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan tausiyah keagamaan dan doa bersama. Tausiyah disampaikan oleh Ustaz KH Ari Wibowo, Lc., M.Pd.I., yang mengajak jamaah menjadikan peristiwa Isra Mi’raj sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

    Dalam sambutannya, Danrem menegaskan bahwa Isra Mi’raj merupakan peristiwa agung yang sarat makna spiritual, khususnya terkait kewajiban shalat sebagai tiang agama dan fondasi pembentukan karakter seorang Muslim.

    “Shalat bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi menjadi sumber kekuatan moral dan spiritual dalam menjalani kehidupan, baik sebagai prajurit, aparatur negara, maupun sebagai anggota masyarakat,” ujar Brigjen TNI Haryantana.

    Ia menambahkan, nilai-nilai yang terkandung dalam shalat seperti disiplin, kejujuran, tanggung jawab, serta akhlak mulia harus tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari, terutama dalam pelaksanaan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

    Danrem juga menyinggung tantangan kehidupan di era modern, mulai dari dinamika sosial, tekanan ekonomi, hingga derasnya arus informasi dan media sosial yang berdampak pada perubahan perilaku masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, penguatan nilai-nilai keagamaan menjadi penyeimbang penting agar tidak mudah tergerus dampak negatif perkembangan zaman.

    Pada kesempatan tersebut, Danrem menekankan peran strategis masjid sebagai pusat pembinaan iman, moral, dan persaudaraan umat. Ia berharap keberadaan Makorem 043/Garuda Hitam di Kota Metro yang dikenal religius, aman, dan harmonis dapat terus dijaga melalui sikap yang bijaksana serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.

    Sebagai aparat kewilayahan, Danrem menegaskan komitmen TNI, khususnya Korem 043/Garuda Hitam, untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban wilayah, dengan dukungan seluruh elemen masyarakat dan tokoh agama.

    Kegiatan ditutup dengan doa bersama serta penyampaian apresiasi Danrem kepada pengurus Masjid Al-Ittihat dan seluruh panitia atas terselenggaranya kegiatan dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Ia berharap Allah SWT senantiasa melimpahkan perlindungan, ketenangan, dan keberkahan bagi Korem 043/Garuda Hitam dan masyarakat Kota Metro.

  • Pos tanpa judul 176868

    Bandar Lampung – Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung memperkuat fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung di Ruang Rapat Komisi V. Selasa, 20/1/2026.

    RDP tersebut dihadiri Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung Dr. Yanuar Irawan, SE., MM, Wakil Ketua Komisi Mardiana, ST., MT, Sekretaris Komisi Elly Wahyuni, SE., MM. serta anggota Komisi V DPRD Lampung.

    Hadir dalam agenda tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amrico, S.STP., MH beserta jajaran. Agenda RDP difokuskan pada evaluasi pelaksanaan PPDB Tahun 2025 sekaligus kesiapan kebijakan dan teknis pelaksanaan PPDB Tahun 2026.

    Yanuar menegaskan pentingnya pengawasan ketat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan guna mencegah terjadinya penyimpangan serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

    DPRD Provinsi Lampung menilai bahwa meskipun pelaksanaan PPDB Tahun 2025 secara umum berjalan dengan baik, tetap diperlukan evaluasi menyeluruh agar pelaksanaan di tahun berikutnya lebih tertib, transparan, dan berkeadilan.

    Dalam RDP tersebut, DPRD juga menyoroti masih adanya keluhan masyarakat yang muncul akibat kurangnya pemahaman terhadap mekanisme seleksi, khususnya pada jalur domisili. Oleh karena itu, Disdikbud diminta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat agar seluruh tahapan dan ketentuan PPDB dapat dipahami secara jelas.

    DPRD menegaskan bahwa apabila terdapat peserta didik dengan jarak domisili yang sama, maka penentuan kelulusan didasarkan pada nilai akademik tertinggi sesuai ketentuan yang berlaku.(adv)

  • Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra kerja

    Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra kerja

    Bandar Lampung — Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra kerja dalam rangka evaluasi capaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2025 bertempat di Ruang Rapat Komisi III DPRD Provinsi Lampung. (Selasa, 6 Januari 2026)
    Rapat ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD terhadap pengelolaan keuangan daerah serta kinerja OPD pengampu pendapatan daerah.

    Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi III DPRD Provinsi Lampung Supriadi Hamzah, S.E., didampingi Wakil Ketua Komisi III Yozi Rizal, S.H., serta dihadiri oleh seluruh Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung.

    Turut hadir dalam agenda RDP tersebut Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Lampung Nurul Fajri, S.Sos., M.T., serta Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung Slamet Riadi, S.Sos., M.M., beserta jajaran masing-masing OPD.

    Dalam rapat tersebut, Komisi III DPRD Provinsi Lampung melakukan pendalaman terhadap realisasi Pendapatan Asli Daerah Tahun Anggaran 2025, meliputi capaian target, kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan di lapangan, serta langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan guna mengoptimalkan pendapatan daerah ke depan.

    Komisi III DPRD Provinsi Lampung menekankan pentingnya peningkatan kinerja OPD pengelola pendapatan, penguatan sistem pengelolaan keuangan daerah, serta transparansi dan akuntabilitas dalam penyampaian data dan laporan keuangan. DPRD meminta agar seluruh OPD terkait menyampaikan data secara lengkap, valid, dan tepat waktu sebagai bahan evaluasi dan pengawasan legislatif.

    Melalui RDP ini, Komisi III DPRD Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus mendorong optimalisasi potensi PAD sebagai salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan daerah, sekaligus memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.(adv)

  • Ketua DPRD Provinsi Lampung, A. Giri Akbar, S.E., M.B.A., menghadiri kegiatan Tanam Padi Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)

    Ketua DPRD Provinsi Lampung, A. Giri Akbar, S.E., M.B.A., menghadiri kegiatan Tanam Padi Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)

    Bandar Lampung— Ketua DPRD Provinsi Lampung, A. Giri Akbar, S.E., M.B.A., menghadiri kegiatan Tanam Padi Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Januari 2026, di Desa Braja Fajar, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, wilayah teritorial Kodim 0429/Lampung Timur.

    Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta peningkatan produktivitas sektor pertanian di Provinsi Lampung.

    Kegiatan tanam padi bersama tersebut dihadiri oleh Panglima Kodam II/Sriwijaya Raden Intan, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si.(Han), Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela, M.M., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Lampung, Bupati Lampung Timur, unsur Forkopimda Kabupaten Lampung Timur, serta pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.

    Turut hadir pula Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung Dr. Elroy Koyari, S.T., M.T., Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung Dr. P. Adi Destriadi Sutisna, S.P., M.P., Kepala Bulog Subdivre Lampung Timur, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Timur, unsur Forkopimcam Way Jepara, koordinator penyuluh dan penyuluh pertanian, para kepala desa, gabungan kelompok tani (Gapoktan), kelompok tani (Poktan), Brigade Pangan Way Jepara, distributor pupuk, serta masyarakat petani setempat.

    Kegiatan berlangsung tertib dan lancar, diawali dengan penyambutan rombongan Forkopimda, dilanjutkan dengan pembukaan kegiatan, serta peninjauan singkat area persawahan di Desa Braja Fajar. Selanjutnya, Ketua DPRD Provinsi Lampung bersama Pangdam II/Sriwijaya, Wakil Gubernur Lampung, Forkopimda, dan para petani melaksanakan penanaman padi secara simbolis di lahan pertanian milik kelompok tani setempat.

    Selain kegiatan penanaman padi, rombongan juga melakukan peninjauan lapangan dan dialog langsung dengan para petani untuk melihat secara langsung kondisi pertanian di wilayah tersebut. Peninjauan meliputi kesiapan lahan tanam, sistem irigasi, ketersediaan sarana dan prasarana pertanian, serta dukungan pendampingan penyuluh pertanian di tingkat desa dan kecamatan.
    Kehadiran unsur Forkopimda, TNI, pemerintah daerah, serta instansi teknis terkait dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi dalam pelaksanaan program ketahanan pangan di daerah.

    Melalui kegiatan Tanam Padi Bersama Forkopimda ini diharapkan dapat meningkatkan semangat dan partisipasi petani, mendorong peningkatan produksi padi di Desa Braja Fajar dan wilayah sekitarnya, serta memperkuat ketahanan pangan daerah di Kabupaten Lampung Timur dan Provinsi Lampung secara berkelanjutan.(adv)

  • Tanam Padi Serentak Lampung Timur Sinergi yang Harus Jadi Model Nasional

    Tanam Padi Serentak Lampung Timur Sinergi yang Harus Jadi Model Nasional

    LAMPUNG TIMUR – Sigerlink.com,  Gerakan Tanam Padi Serentak yang digelar pada Selasa (20/01/2026) bukan sekadar acara simbolis, melainkan bukti konkret bagaimana sinergi lintas sektor bisa menjadi kunci dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan bangsa.

    Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, Kodam XXI/Radin Inten, dan Pemerintah Provinsi Lampung menjadi contoh yang patut ditiru di seluruh Indonesia.

    Ketika sebagian daerah masih menghadapi tantangan lahan yang tidak teroptimalkan dan keterbatasan akses teknologi bagi petani, langkah yang diambil Lampung Timur menunjukkan arah yang jelas: kerja sama yang erat antara pemerintah, militer, dan masyarakat bisa membawa perubahan nyata.

    Dengan mencakup 500 hektar lahan di Kecamatan Way Jepara dan melibatkan 38 kelompok tani, kegiatan ini bukan hanya tentang menanam benih, tapi juga menanam harapan bagi peningkatan kesejahteraan petani.

    Data yang disampaikan Bupati Ela Siti Nuryamah cukup menggembirakan Lampung Timur sebagai penyumbang padi terbesar kedua di Provinsi Lampung dengan produksi lebih dari 500 ribu ton per tahun, serta target peningkatan pada 2026.

    Namun yang lebih penting adalah komitmen untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan memperkenalkan varietas unggul seperti Inpari 32 yang punya potensi hasil hingga 8 ton per hektar.

    Rencana uji coba benih baru dengan target 10–12 ton per hektar bahkan menunjukkan bahwa sektor pertanian tidak harus selalu terjebak pada produktivitas rendah.

    Peran Kodam XXI/Radin Inten yang siap mendampingi petani dari tanam hingga panen juga menjadi nilai tambah yang tak bisa disepelekan.

    TNI bukan hanya bertugas menjaga keamanan negara, tapi juga turut berkontribusi dalam pembangunan ekonomi rakyat, khususnya di sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional seperti pertanian.

    Walaupun Provinsi Lampung sudah berhasil menghasilkan sekitar 3 juta ton padi pada 2025 dan optimistis naik 15–20 persen tahun ini, tantangan tetap ada.

    Alokasi 1.400 hektar cetak sawah baru untuk Lampung Timur harus diimbangi dengan pemeliharaan yang baik dan pendampingan berkelanjutan agar tidak menjadi lahan terlantar di kemudian hari.

    Gerakan ini seharusnya tidak hanya berhenti di Lampung Timur, Pemerintah pusat dan daerah lain perlu mengambil inspirasi dari kolaborasi yang terbentuk di sini.

    Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan komitmen bersama yang harus dibangun melalui kerja sama yang solid dan langkah nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.(Ys)

  • Unila–Polda Lampung Kolaborasi Atasi Konflik Agraria dan Perkuat Ketahanan Pangan

    Unila–Polda Lampung Kolaborasi Atasi Konflik Agraria dan Perkuat Ketahanan Pangan

    Lampung – Universitas Lampung (Unila) mempertegas komitmennya sebagai problem solver bagi permasalahan di Provinsi Lampung. Hal ini terungkap saat Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, DEA, IPM., ASEAN Eng., menerima audiensi Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helfi Assegaf, di Ruang Rapat Rektor, lantai dua, Gedung Rektorat Unila, Rabu, 21 Januari 2026.

    Kapolda dalam pertemuan tersebut didampingi Dirintelkam Polda Lampung Kombespol Efrizal, S.I.K., M.M., dan Karo SDM Kombes Ariefaldi Warganegara, S.H., S.I.K., M.M. Sementara itu, Rektor Unila didampingi seluruh jajaran wakil Rektor, para dekan, serta Kepala BPKHM Unila.

    Pertemuan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang berdampak langsung pada stabilitas keamanan dan kesejahteraan masyarakat, meliputi penanganan konflik lahan, ketahanan pangan, hingga peningkatan kapasitas pendidikan anggota Polri.

    Salah satu sorotan utama dalam diskusi ini yakni penanganan sengketa lahan yang melibatkan masyarakat, perusahaan, dan pemerintah di wilayah Tulang Bawang dan Lampung Tengah.

    Polda mengajak Unila selain berperan sebagai akademisi, untuk juga turun langsung ke lapangan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat.

    Prof. Lusmeilia Afriani menegaskan Unila akan menerjunkan tim ahli dari FISIP dan FH serta tim KKN untuk melakukan pendekatan edukatif dan persuasif.

    “Kami menyepakati sinergi konkret. Untuk pengabdian masyarakat, Unila bersama Polda Lampung akan turun ke daerah konflik, seperti sengketa lahan di Tulang Bawang. Kami juga akan melibatkan tokoh adat Lampung dalam diskusi penyelesaian konflik ini agar pendekatan yang dilakukan lebih diterima dan menyentuh akar budaya masyarakat,” ujarnya.

    Rektor juga menjelaskan teknis pelaksanaan di lapangan yang akan melibatkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) serta Tim dari KKN untuk melakukan pendekatan langsung dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

    Selain isu keamanan, Unila dan Polda Lampung juga menyepakati kerja sama di bidang ketahanan pangan. Hal ini merespons kebutuhan pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif.

    “Kerja sama ini juga menyasar sektor pertanian. Ada lahan di Kota Baru yang akan kita manfaatkan untuk budidaya jagung. Ini adalah bentuk dukungan nyata Unila dan Polda terhadap program ketahanan pangan nasional. Rencananya, program ini segera dieksekusi dalam waktu dekat,” jelas Rektor.

    Di sektor pendidikan, Unila membuka pintu lebar bagi anggota Polri yang ingin meningkatkan kualifikasi akademiknya, baik dari jenjang S-1 maupun S-2.

    “Pak Kapolda memiliki visi yang luar biasa untuk pendidikan anggotanya. Unila siap memfasilitasi anggota Polri yang belum S-1 atau ingin lanjut ke S-2, salah satunya melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Kuliah Ekstensi. Ini adalah bentuk kontribusi kami dalam mencetak aparatur negara yang unggul dan berwawasan luas,” tutup Prof. Lusmeilia.

    Kerja sama ini diharapkan dapat segera terealisasi dan memberikan dampak positif yang nyata, baik bagi institusi kepolisian, sivitas akademika Unila, maupun masyarakat Lampung secara luas.

  • Bupati Harap Geothermal Suoh–Sekincau Jadi Motor Penggerak Kesejahteraan Masyarakat

    Bupati Harap Geothermal Suoh–Sekincau Jadi Motor Penggerak Kesejahteraan Masyarakat

    Bupati Harap Geothermal Suoh–Sekincau Jadi Motor Penggerak Kesejahteraan Masyarakat

    Lampung Barat – Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Barat menggandeng PT Star Energy upaya untuk mengeksplorasi potensi panas bumi (geothermal) Suoh-Sekincau.

    Kerja sama tersebut dinilai Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus sebagai langkah strategis untuk mendorong kesejahteraan masyarakat serta memperkuat perekonomian daerah.

    Sebab, pengembangan proyek geothermal tersebut tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan sumber daya alam, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan daerah.

    Salah satu manfaat yang akan dirasakan masyarakat adalah potensi peningkatan pendapatan daerah melalui mekanisme Dana Bagi Hasil (DBH) yang ke depan akan masuk ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    Dikatakan Parosil Mabsus, pemerintah daerah berkomitmen memastikan bahwa kehadiran investasi di sektor geothermal tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat Lampung Barat.

    “Kami ingin investasi ini benar-benar membawa dampak positif, baik melalui peningkatan pendapatan daerah maupun melalui kontribusi langsung untuk masyarakat, terutama di wilayah sekitar proyek,” kata Parosil Mabsus, Selasa (20/01/2026).

    Sebagai kepala daerah, Parosil Mabsus meminta dukungan kepada lapisan masyarakat, pasalnya, dengan dukungan masyarakat dan pengawasan yang berkelanjutan, proyek geothermal Suoh–Sekincau diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung Barat secara berkelanjutan.

    Langkah yang diambil Pemerintah Daerah mendapat apresiasi dari lapisan masyarakat, menurut Dedi salah satu warga, proyek strategis nasional di sektor panas bumi ini membuka harapan baru bagi masyarakat.

    “Lampung Barat selama ini memiliki potensi energi besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan daerah. Kalau dikelola dengan baik, geothermal ini bukan hanya soal listrik, tapi juga dampaknya ke pembangunan daerah. Kami sebagai warga tentu berharap hasilnya bisa dirasakan langsung, terutama untuk kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

    Tak hanya itu, Dedi juga berharap keberadaan proyek geothermal mampu menciptakan efek berganda, baik dari sisi ekonomi, infrastruktur, maupun peningkatan kualitas layanan publik di wilayah sekitar lokasi proyek.

  • WALI KOTA METRO BAMBANG IMAN SANTOSO DISIPLIN DAN HORMAT JADI DASAR KARAKTER UNGGUL GENERASI VOKASI

    WALI KOTA METRO BAMBANG IMAN SANTOSO DISIPLIN DAN HORMAT JADI DASAR KARAKTER UNGGUL GENERASI VOKASI

    METRO – Sigerlink.com, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menjadi pembina upacara bendera pada hari Senin (19/01/2026) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Metro, dengan menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya pembentukan karakter sebagai pondasi utama dalam mencetak generasi muda yang unggul dan berdaya saing.

    Dalam pidatonya, Wali Kota menegaskan bahwa disiplin, kepatuhan kepada guru, serta penghormatan kepada orang tua bukan hanya aturan yang harus ditaati, tetapi merupakan nilai-nilai dasar yang akan membentuk pribadi peserta didik menjadi manusia yang berkualitas. “Keberhasilan pendidikan tidak hanya terletak pada angka dan nilai akademik semata, tetapi pada bagaimana kita mampu membangun sikap, etika, dan kepribadian yang kuat,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa sikap patuh dan menghormati perlu ditanamkan sejak dini, karena hal tersebut akan berdampak pada setiap aspek kehidupan.

    “Pikiran yang baik akan menghasilkan ucapan yang baik, perbuatan yang benar, membentuk kebiasaan positif, kemudian membangun watak dan karakter yang kokoh ini yang akan menentukan nasib masa depan kita,” jelas Bambang Iman Santoso.

    Selain pembinaan karakter, Pemkot Metro juga terus berkomitmen mendukung penguatan pendidikan vokasi sebagai salah satu kunci untuk mengantisipasi kebutuhan dunia kerja dan industri.

    Pemerintah kota berjanji akan terus meningkatkan fasilitas serta kerja sama dengan berbagai pihak untuk membuka peluang lebih luas bagi lulusan sekolah kejuruan.

    SMKN 3 Metro sendiri mendapatkan apresiasi khusus dari Wali Kota karena telah menunjukkan inovasi yang menginspirasi.

    Salah satunya adalah keberadaan MM Studio Foto, yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran praktik untuk keterampilan fotografi dan seni karikatur, tetapi juga sebagai wadah untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan siswa.

    Erlian Eka Damayanti, Kepala SMKN 3 Metro, dalam arahannya yang disampaikan setelah amanat Wali Kota, mengajak seluruh siswa untuk menjadikan pesan yang disampaikan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

    “Saya mengingatkan seluruh peserta didik untuk tidak hanya menghafal nilai-nilai yang disampaikan, tetapi benar-benar mengamalkannya dalam setiap langkah.

    Mulailah dari hal kecil, seperti datang tepat waktu, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, dan selalu menunjukkan sikap hormat kepada semua orang,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan arahan khusus terkait pengembangan kompetensi vokasi. “Kita harus memanfaatkan setiap fasilitas yang ada di sekolah dengan sebaik-baiknya.

    Jangan takut untuk berinovasi dan mencoba hal baru, seperti yang telah kita buktikan melalui MM Studio Foto.

    Selain itu, tingkatkan kemampuan bahasa asing dan teknologi informasi, karena itu akan menjadi modal penting untuk bersaing di era globalisasi,” tambah Erlian.

    Dalam kesempatan yang sama, Erlian juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang terus diberikan oleh Pemkot Metro.

    “Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan karakter siswa agar mampu bersaing baik di tingkat lokal maupun nasional.

    Kami juga akan terus mengembangkan kerja sama dengan dunia usaha dan industri untuk memastikan kurikulum yang kami berikan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” jelasnya(***)

  • Penantian Panjang Berbuah Hasil, Pemkab Lampung Barat Terima SK Pelepasan Kawasan Hutan untuk TORA

    Penantian Panjang Berbuah Hasil, Pemkab Lampung Barat Terima SK Pelepasan Kawasan Hutan untuk TORA

    Penantian Panjang Berbuah Hasil, Pemkab Lampung Barat Terima SK Pelepasan Kawasan Hutan untuk TORA

    LAMPUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menerima salinan Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor 241 Tahun 2025 tentang penetapan batas areal pelepasan sebagian kawasan hutan produksi tetap, dalam rangka penyelesaian penguasaan tanah pada kawasan hutan (PPTPKH) Provinsi Lampung Tahap I untuk sumber objek reforma agraria (TORA).

    Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyampaikan bahwa terbitnya keputusan tersebut merupakan hasil dari penantian yang cukup lama, baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat, khususnya di Pekon Sukapura, Kecamatan Sumberjaya.

    “Ini adalah penantian yang cukup lama, baik dari pemerintah maupun masyarakat. Alhamdulillah, akhirnya tersampaikan juga dengan terbitnya SK ini. Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu dan berkontribusi dalam penyelesaian persoalan kawasan hutan di Sukapura,” ujar Parosil Mabsus.

    Penyerahan salinan keputusan tersebut berlangsung di Ruang Rapat BPKH Wilayah XX Bandar Lampung dan diserahkan langsung oleh Kepala BPKH Wilayah XX Bandar Lampung, Novie Trionoadi, S.Si., M.Sc., kepada Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus dan Kepala Kantor ATR/BPN Lampung Barat Oki Maradha Pratama, S.H., M.H.

    Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor 241 Tahun 2025 menetapkan pelepasan sebagian kawasan Hutan Produksi Tetap Way Tenang Kenali Register 44B dan sebagian kawasan Hutan Produksi Tetap Bukit Rigis Register 45B dengan luas keseluruhan 22,51 hektare. Kawasan tersebut berada di Desa Sukapura, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Lampung Barat.

    Acara penyerahan salinan SK tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPRD Lampung Barat Edi Novial, S.Kom, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Ir. Y. Ruchyansyah, M.Si., Kepala Kanwil ATR/BPN Provinsi Lampung Hasan Basri Natamenggala, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, antara lain Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Plt. Sekretaris Bappeda, Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Kepala Bagian SDA, dan perwakilan KPH Liwa.

    Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Berita Acara Penyerahan antara BPKH Wilayah XX Lampung dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, serta Berita Acara Penyerahan antara BPKH Wilayah XX Lampung dengan Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Lampung Barat.

    Bupati Parosil Mabsus menegaskan bahwa penyerahan salinan SK Menteri Kehutanan RI ini merupakan langkah penting dan strategis bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam memberikan kepastian hukum atas penguasaan dan pemanfaatan lahan oleh masyarakat.

    “Keputusan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung program reforma agraria dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap lahan yang telah dilepaskan ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan bertanggung jawab, dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan serta ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Parosil Mabsus berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah terus terjalin dengan baik, sehingga penataan kawasan hutan dan pemanfaatan lahan dapat berjalan seimbang antara kepentingan pembangunan dan pelestarian lingkungan.

    Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berkomitmen untuk menindaklanjuti keputusan tersebut sesuai dengan kewenangannya, serta bersinergi dengan ATR/BPN dalam proses penataan dan legalisasi tanah bagi masyarakat penerima manfaat TORA di wilayah tersebut.

  • SAYA TIDAK TAU APA-APA” – KEPSEK SMP NEGRI 1 SUOH AKUI SERAHKAN SEMUA DANA REVITALISASI RP 3 MILYAR KE PIHAK KETIGA, DIDUGA BERBALUT KONEKSI KEKUASAAN

    SAYA TIDAK TAU APA-APA” – KEPSEK SMP NEGRI 1 SUOH AKUI SERAHKAN SEMUA DANA REVITALISASI RP 3 MILYAR KE PIHAK KETIGA, DIDUGA BERBALUT KONEKSI KEKUASAAN

    Lampung Barat – Sigerlink.com, Viral kasus dana bantuan sekolah yang mencapai angka fantastis memecah keheningan Kabupaten Lampung Barat, dengan kepala sekolah yang terbuka mengaku tidak mengerti urusan pembangunan namun merasa tidak terkendali karena dekat dengan “orang nomor satu”.

    Pada hari Senin (20/01/2026), suara yang keluar dari mulut Mat Pahrudin, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Suoh, seperti petir yang menyambar tengah hari. Di depan awak media, pria yang menjabat sebagai pemimpin sekolah itu dengan ekspresi yang tidak sedikitpun menunjukkan rasa khawatir, mengakui secara terang-terangan “Saya dan seluruh anggota komite sekolah tidak mengerti dalam hal bangunan.”

    Akibat ketidaktahuan itu, kata Mat Pahrudin, pihaknya menunjuk seorang penasehat hukum dengan inisial IR dan ZP sebagai pelaksana kegiatan pembangunan secara penuh.

    “Semua urusan tanya kan langsung ke pelaksana IR dan ZP, tidak ada yang melalui saya lagi,” tegasnya dengan nada yang justru terkesan percaya diri.

    Yang lebih mengagetkan, nilai dana bantuan revitalisasi sekolah yang diserahkan begitu saja kepada pihak ketiga itu mencapai Rp 3 Milyar.

    Setiap kali dana dicairkan, kata Mat Pahrudin, ia langsung menyerahkan seluruhnya tanpa melakukan pemeriksaan atau pengawasan apapun.

    “Saya tidak mengerti pembangunan dan uangnya, jadi saya serahkan saja semua. Susah juga saya lapor ke Bupati karena sungguh tidak tahu-tahu masalah duit pembangunan saya cuma kepala sekolah yang tidak mengerti apa-apa,” ucapnya sambil mengangkat bahu.

    Berita ini pertama kali beredar melalui media lokal Sigerlink.com dan langsung menjadi sorotan publik. Sumber yang tidak mau disebutkan nama mengungkapkan, rasa percaya diri yang terpancar dari Mat Pahrudin kemungkinan besar berasal dari koneksinya yang dekat dengan orang nomor satu di Kabupaten Lampung Barat. “Seolah-olah Inspektorat, Polres, dan Kejari Kab Lampung Barat tidak punya nyali untuk menggerakkan jari sedikitpun terhadap Mat Pahrudin dan kelompoknya,” ujar sumber tersebut dengan nada penuh keprihatinan.

    Dugaan koneksi kekuasaan yang kuat membuat aparat penegak hukum di tingkat kabupaten dianggap sudah “kebiri” dan tidak mampu mengambil tindakan tegas. Namun, perlawanan segera datang dari kalangan masyarakat.

    Hardolin, salah satu aktivis yang dikenal gigih dalam mengawal kebenaran di Kabupaten Lampung Barat, mengumumkan bahwa ia akan membawa kasus ini ke tingkat yang lebih tinggi.

    “Kita tidak akan tinggal diam melihat dana rakyat yang seharusnya digunakan untuk memperbaiki fasilitas pendidikan anak-anak kita diserahkan begitu saja tanpa pengawasan,” tegas Hardolin dengan wajah penuh tekad.

    Ia akan mengajukan laporan resmi ke Polda Lampung dan Kejati Provinsi Lampung, dengan harapan bahwa lembaga hukum tingkat provinsi tidak akan mengikuti jejak aparat kabupaten yang dianggap sudah terbebani oleh kekuasaan.

    Di tengah kericuhan ini, satu pertanyaan besar mengemuka di tengah masyarakat Siapa sebenarnya sosok yang berada di belakang Mat Pahrudin?.

    Hardolin dengan senyum tipis yang penuh makna menyebutkan nama Bupati sebagai salah satu kemungkinan yang menjadi sandaran kuat bagi kepala sekolah tersebut.

    Apakah Polda Lampung dan Kejati Provinsi Lampung akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku, ataukah kasus ini akan terbenam dalam kebisingan seperti kasus serupa di masa lalu? Masyarakat menunggu dengan napas tertekan.(Yus)

  • Pelantikan Pengurus Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Lampung masa bhakti 2025–2030, DPRD dan IKAD tegaskan dukungan penguatan peran perempuan

    Pelantikan Pengurus Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Lampung masa bhakti 2025–2030, DPRD dan IKAD tegaskan dukungan penguatan peran perempuan

    Bandar Lampung — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M. secara resmi melantik Pengurus Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Lampung masa bhakti 2025–2030 di Balai Keratun Lantai III, Kantor Gubernur Lampung, Selasa (20/1/2026).

    Pelantikan tersebut dihadiri perwakilan Pimpinan DPRD Provinsi Lampung Intan Raihana, S.Keb., serta Ketua Ikatan Keluarga Anggota Dewan (IKAD) DPRD Provinsi Lampung, Irene Fransisca Giri, sebagai bentuk dukungan lembaga legislatif dan keluarga besar anggota dewan terhadap penguatan peran organisasi wanita dalam pembangunan daerah.

    Selain Gubernur Lampung, acara ini turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Lampung Ny. Purnama Wulan Sari Mirza, S.E., M.M., Ketua BKOW Provinsi Lampung Hj. Handjarita Gatot, M.Si., serta perwakilan organisasi wanita se-Provinsi Lampung. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung dengan khidmat.

    Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak seluruh pengurus dan anggota BKOW Provinsi Lampung untuk bersama-sama menuangkan ide dan gagasan serta menjalin kerja sama dengan semangat kebersamaan. Menurutnya, kolaborasi yang solid antarorganisasi wanita menjadi kekuatan penting dalam mendukung program pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

    Kehadiran DPRD Provinsi Lampung dan IKAD pada kegiatan tersebut menegaskan komitmen untuk terus bersinergi dengan BKOW sebagai mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam mendorong pemberdayaan perempuan di bidang sosial, pendidikan, dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

    Ketua Panitia Pelantikan, Dr. Hj. Eni Amaliah, S.Ag., S.S., M.A., menyampaikan bahwa kepengurusan BKOW yang baru diharapkan mampu memperkuat sinergi antarorganisasi wanita serta meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat Lampung.

    BKOW Provinsi Lampung masa bhakti 2025–2030 dipimpin oleh Ketua Umum Ir. Hj. Handjarita Gatot, MBA. Kepemimpinan baru ini diharapkan dapat mempererat kolaborasi dengan DPRD dan IKAD dalam mendukung program-program pembangunan daerah yang berkelanjutan.(adv)

  • Ketua TP. PKK Provinsi Lampung Tekankan Sinergitas Organisasi Wanita Dukung Pembangunan Daerah

    Ketua TP. PKK Provinsi Lampung Tekankan Sinergitas Organisasi Wanita Dukung Pembangunan Daerah

    Ketua TP. PKK Provinsi Lampung Tekankan Sinergitas Organisasi Wanita Dukung Pembangunan Daerah

    LAMPUNG – Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menekankan pentingnya sinergitas organisasi wanita dalam mendukung pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Pelantikan Pengurus Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Lampung Masa Bakti 2025-2030 di Balai Keratun Lt. III, Selasa (20/1/2026).

    ​Dalam sambutannya, Purnama Wulan Sari Mirza selaku Penasihat Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Lampung mengapresiasi pelantikan pengurus baru di bawah kepemimpinan Hanjarita Gatot yang dikukuhkan langsung oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal. Ia menyebut BKOW memegang posisi strategis sebagai wadah koordinasi bagi 69 organisasi wanita yang terdaftar di Provinsi Lampung.

    ​”BKOW adalah organisasi besar. Tidak sah rasanya organisasi wanita di Lampung jika belum bernaung di bawah BKOW. Amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab mulia untuk menggerakkan peran wanita dalam pembangunan daerah,” ujar Wulan Mirza.

    ​Mengusung tema “Sinergitas BKOW dalam Mewujudkan Perempuan yang Berdaya Menuju Lampung Maju”, Ketua TP. PKK Provinsi Lampung kemudian menjabarkan definisi perempuan berdaya. Menurutnya, keberdayaan perempuan tidak hanya diukur dari kesempatan berkarir, namun juga kemampuan memberikan dampak positif bagi masyarakat tanpa meninggalkan peran domestik.

    ​”Perempuan berdaya memiliki kemampuan berperan aktif di masyarakat. Namun, kita tidak boleh meninggalkan peran mulia kita sebagai ibu, istri, dan anak yang menjadi pondasi utama keluarga,” tegasnya.

    ​Wulan Mirza selanjutnya mendorong pengurus periode 2025-2030 untuk merancang program kerja yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan informasi. Digitalisasi organisasi dinilai krusial agar keberadaan BKOW semakin dirasakan manfaat nyatanya oleh masyarakat luas hingga ke tingkat kabupaten/kota.

    ​”Saya mengajak seluruh organisasi wanita untuk menjadi mitra strategis pemerintah. Mari kita pastikan program kerja BKOW selaras dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung demi menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan gender,” tutup Wulan Mirza.

  • Pemkab Lampung Barat Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis, Wabup Mad Hasnurin Ungkap Temuan Penting di Lapangan

    Pemkab Lampung Barat Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis, Wabup Mad Hasnurin Ungkap Temuan Penting di Lapangan

    Pemkab Lampung Barat Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis, Wabup Mad Hasnurin Ungkap Temuan Penting di Lapangan

    Lampung Barat — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat terus menunjukkan keseriusannya dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Hal ini terlihat dari keikutsertaan aktif Pemkab Lampung Barat dalam Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program MBG Tahun 2025 dan Persiapan Satgas MBG Tahun 2026 yang digelar secara virtual oleh Pemerintah Provinsi Lampung, Selasa (20/1/2026).

    Kegiatan tersebut diikuti dari Ruang Rapat Pesagi, Kantor Bupati Lampung Barat, dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Lampung Barat, Drs. Mad Hasnurin, Ketua Satgas MBG Lampung Barat yang juga Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ahmad Hikami, para kepala perangkat daerah, serta seluruh kepala SPPG se-Kabupaten Lampung Barat.

    Rapat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Lampung dan diikuti kabupaten/kota se-Provinsi Lampung ini menjadi momentum penting untuk mengulas capaian, tantangan, sekaligus strategi penguatan Program MBG ke depan.

    Dalam laporannya, Wakil Bupati Mad Hasnurin mengungkapkan adanya perkembangan signifikan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lampung Barat.

    Jika pada Desember 2025 tercatat sebanyak 24 SPPG yang telah tersinkronisasi dan terverifikasi, maka pada Januari 2026 jumlah tersebut meningkat menjadi 29 SPPG Reguler.

    “SPPG yang berdiri di Lampung Barat ini didirikan oleh pihak swasta dan Badan Gizi Nasional. Ini menunjukkan antusiasme dan dukungan terhadap Program MBG terus meningkat,” ujar Mad Hasnurin.

    Namun demikian, ia menegaskan bahwa peningkatan jumlah SPPG juga dibarengi dengan tantangan serius, khususnya dalam hal pengawasan dan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).

    Wabup Mad Hasnurin secara terbuka memaparkan sejumlah temuan pelanggaran di lapangan yang berhasil diidentifikasi oleh Tim Satgas MBG.

    Salah satunya terjadi di SPPG Pasar Liwa, Kecamatan Balik Bukit, yang ditemukan kurang higienis dalam proses pencucian bahan makanan hingga terdapat ulat pada daun sajian. Atas temuan tersebut, Tim Satgas langsung melakukan pemeriksaan dan memberikan teguran tertulis (SP 1).

    Selain itu, pelanggaran juga ditemukan di SPPG Tugu Mulya, Kecamatan Kebun Tebu, serta SPPG Tugu Sari II, Kecamatan Sumber Jaya, yang telah beroperasi meski pembangunan sarana prasarana seperti IPAL dan dapur masak belum sepenuhnya selesai. Kedua SPPG tersebut juga telah ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lapangan dan pemberian SP 1.

    “Semua temuan ini langsung kami tindak lanjuti. Tidak ada toleransi terhadap pelanggaran, apalagi menyangkut kesehatan dan keselamatan penerima manfaat,” tegas Mad Hasnurin.

    Meski demikian, ia menyimpulkan bahwa secara umum pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Lampung Barat berjalan cukup baik, berkat koordinasi lintas sektor yang solid.

    Untuk menjawab tantangan ke depan, Pemkab Lampung Barat terus mendorong kolaborasi dan sinergi antara seluruh unsur Satgas, khususnya para camat, kepala puskesmas, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak pengawasan di tingkat kecamatan.

    Sebagai langkah strategis, Pemkab Lampung Barat juga telah menerbitkan Surat Keputusan Sekretaris Daerah Kabupaten terkait pembagian wilayah kerja Tim Satgas P3 MBG menjadi lima wilayah, berdasarkan kecamatan, guna meningkatkan efektivitas monitoring dan evaluasi di lapangan.

    Dengan langkah-langkah tegas dan terukur ini, Pemkab Lampung Barat optimistis Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan semakin berkualitas, tepat sasaran, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.