Blog

  • Lampung Selatan Raih UHC Award 2026, Komitmen Jaminan Kesehatan Masyarakat Diapresiasi

    Lampung Selatan Raih UHC Award 2026, Komitmen Jaminan Kesehatan Masyarakat Diapresiasi

    Lampung Selatan Raih UHC Award 2026, Komitmen Jaminan Kesehatan Masyarakat Diapresiasi

    Jakarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, daerah ini meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 Kategori Pratama, sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

    Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, dalam acara Penganugerahan UHC Award 2026 yang dirangkaikan dengan Deklarasi dan Pencanangan UHC di Ballroom JIEXPO Convention Centre and Theatre, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

    UHC Award diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil memperluas cakupan perlindungan jaminan kesehatan penduduk, sekaligus menjaga keaktifan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui sinergi berkelanjutan dengan BPJS Kesehatan.

    Kabupaten Lampung Selatan tercatat sebagai salah satu dari empat daerah di Provinsi Lampung yang menerima penghargaan tersebut, bersama Kota Metro, Kabupaten Pesisir Barat, dan Kabupaten Lampung Utara.

    Lampung Selatan Raih UHC Award 2026, Komitmen Jaminan Kesehatan Masyarakat Diapresiasi

    Wakil Bupati M. Syaiful Anwar menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menyebut penghargaan ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak.

    “Alhamdulillah, Kabupaten Lampung Selatan kembali mendapatkan penghargaan UHC Award 2026. Ini merupakan apresiasi dari pemerintah pusat atas komitmen kami dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Syaiful.

    Ia menambahkan, tingkat perlindungan jaminan kesehatan di Kabupaten Lampung Selatan kini telah menjangkau hampir seluruh penduduk.

    “Capaian ini menunjukkan bahwa hampir 98 persen masyarakat Lampung Selatan telah tercakup dalam jaminan kesehatan. Ke depan, komitmen ini akan terus kami jaga agar pelayanan kesehatan semakin merata, berkualitas, dan berkelanjutan,” tambahnya.

    Pemkab Lampung Selatan menilai penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus memperkuat sistem jaminan kesehatan daerah, meningkatkan keaktifan peserta JKN, serta memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang adil dan mudah diakses.

    Melalui capaian tersebut, pemerintah daerah menegaskan komitmennya menghadirkan kebijakan di sektor kesehatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

  • Ancaman Siber Kian Nyata, ADIGSI Ingatkan Bahaya Deepfake dan Voice Copy di Era AI

    Ancaman Siber Kian Nyata, ADIGSI Ingatkan Bahaya Deepfake dan Voice Copy di Era AI

    Ketua Umum Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI), Firlie Ganinduto, mengingatkan bahwa ancaman kejahatan siber kini semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Di era kecerdasan buatan (AI), pelaku kejahatan digital tak lagi beroperasi dari tempat yang jauh dan sulit dijangkau, melainkan bisa berada di sekitar lingkungan kita sendiri.

    Dalam diskusi bertajuk “Infinix Smartphone with Pre-Installed Digital Protection Powered by IntelliBroń Aman”, Firlie menjelaskan bahwa upaya peretasan terhadap jaringan, sistem, hingga ponsel pribadi terjadi hampir setiap saat, baik di Indonesia maupun di berbagai negara lain. Ironisnya, banyak pengguna tidak menyadari bahwa perangkat atau sistem mereka telah disusupi.

    Menurut Firlie, kondisi ini dipicu oleh masih rendahnya tingkat literasi dan kesadaran keamanan siber di Indonesia. Ia menilai penguatan keamanan digital tidak cukup hanya melalui edukasi pengguna, tetapi juga perlu dibarengi dengan pengembangan industri keamanan siber nasional yang kuat dan mandiri.

    Di sisi lain, perkembangan teknologi AI juga membawa tantangan baru. Firlie menyoroti bahwa AI justru dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk meningkatkan kecanggihan serangan. Dua modus yang kini marak terjadi adalah deepfake dan voice copy.

    Deepfake dilakukan dengan memanipulasi wajah seseorang sehingga tampak seolah-olah melakukan atau mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi. Sementara itu, voice copy dinilai lebih berbahaya. Pelaku hanya memerlukan rekaman suara singkat sekitar 5–10 detik untuk membangun profil suara korban. Dari situ, suara tersebut dapat ditiru dengan sangat mirip untuk berbagai aksi penipuan.

    “Dengan suara itu, mereka bisa menelepon ke layanan perbankan, memverifikasi transaksi, dan melakukan penipuan. Ini yang sekarang banyak terjadi,” ujar Firlie.

    Dalam ekosistem digital saat ini, ponsel menjadi pintu masuk utama berbagai aktivitas, mulai dari transaksi keuangan, belanja daring, hingga layanan kesehatan. Jika ponsel berhasil diretas, seluruh data pribadi pemiliknya berisiko bocor. Karena itu, Firlie menegaskan bahwa keamanan siber harus menjadi standar bawaan pada setiap smartphone.

    “Ponsel yang beredar di Indonesia harus sudah memiliki sistem keamanan yang memadai. Kalau hanya mengandalkan kesadaran pengguna, akan sangat sulit melindungi masyarakat,” tegasnya.

    Firlie juga menyoroti minimnya perusahaan lokal yang mampu menyediakan layanan keamanan siber secara menyeluruh. Selama ini, banyak solusi masih bergantung pada perusahaan asing. ADIGSI, menurutnya, akan mendorong lahirnya standar keamanan siber nasional yang bisa menjadi acuan industri, sekaligus memperkuat daya saing teknologi dalam negeri agar memenuhi standar internasional.

    Selain teknologi, pembentukan kebiasaan digital yang aman juga menjadi tantangan besar. Firlie mengakui bahwa mengubah kebiasaan masyarakat tidak mudah, namun harus terus diupayakan. Ia menekankan langkah-langkah sederhana seperti tidak menginstal aplikasi dari sumber tidak resmi, rutin mengganti kata sandi, mengaktifkan autentikasi dua faktor, serta menjaga kerahasiaan OTP dan data pribadi.

    Meski demikian, edukasi saja dinilai belum cukup. Firlie menegaskan perlunya regulasi yang kuat dan penegakan hukum yang konsisten. Menurutnya, keamanan siber harus dibangun secara menyeluruh dengan menggabungkan tiga pilar utama, yakni manusia, teknologi, dan proses.

    Seseorang bisa saja memiliki perangkat yang aman dan pemahaman teknologi yang baik, tetapi tetap rentan jika tidak disiplin menjalankan prosedur keamanan, seperti jarang mengganti kata sandi atau tidak mengaktifkan verifikasi ganda.

    Jika ketiga aspek tersebut berjalan selaras, Firlie optimistis kepercayaan digital masyarakat akan tumbuh. Dengan meningkatnya rasa aman dalam bertransaksi digital, ekosistem ekonomi digital pun diyakini dapat berkembang lebih sehat dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

    “Kalau digital trust sudah terbentuk, ekonomi digital akan semakin kuat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sesuai target pemerintah,” pungkasnya.

  • Unila Terima Kunjungan Pendidikan Ponpes Shuffah Hizbulloh dan Madrasah Al- Fatah Lampung

    Unila Terima Kunjungan Pendidikan Ponpes Shuffah Hizbulloh dan Madrasah Al- Fatah Lampung

    Lampung – Universitas Lampung (Unila) menerima kunjungan pendidikan Pondok Pesantren Shuffah Hizbulloh dan Madrasah Al- Fatah Lampung dalam rangka pengenalan kehidupan kampus, pada Rabu, 28 Januari 2026.

    Kegiatan berlangsung di sidang utama lantai empat Gedung Rektorat. Sebanyak 40 siswa hadir mengikuti kegiatan ini dengan didampingi para dewan guru.

    Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan gambaran kepada para siswa mengenai dunia perguruan tinggi, khususnya kehidupan akademik di Unila sebagai salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Provinsi Lampung.

    Dalam kegiatan tersebut, Kepala Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unila, Dr. Eng. Lukmanul Hakim, S.T., M.Sc., dan Koordinator Humas PMB Dr. M. Komarudin, S.T., M.T. menyampaikan paparan mengenai profil Unila.

    Materi yang disampaikan meliputi sistem penerimaan mahasiswa baru, fakultas-fakultas yang ada di Unila, jumlah program studi, hingga berbagai prestasi yang telah diraih Unila di tingkat nasional maupun internasional. Paparan disampaikan secara komunikatif dan interaktif sehingga mudah dipahami para siswa.

    Antusiasme peserta terlihat jelas saat memasuki sesi tanya jawab. Para siswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan seputar jalur masuk perguruan tinggi, pilihan program studi, serta peluang berprestasi selama menempuh pendidikan di Unila.

    Melalui kegiatan kunjungan pendidikan ini, diharapkan para siswa Ponpes Shuffah Hizbulloh dan Madrasah Al- Fatah memperoleh motivasi dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dunia perkuliahan, sekaligus dapat mempersiapkan diri sejak dini untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

  • Wagub Jihan Dorong Keberlanjutan Hilirisasi Kakao Lewat Kolaborasi Pemprov Lampung, PT Olam dan P4F

    Wagub Jihan Dorong Keberlanjutan Hilirisasi Kakao Lewat Kolaborasi Pemprov Lampung, PT Olam dan P4F

    Wagub Jihan Dorong Keberlanjutan Hilirisasi Kakao Lewat Kolaborasi Pemprov Lampung, PT Olam dan P4F

    Lampung – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela bertemu dengan PT Olam Indonesia dan Partnerships for Forest (P4F) untuk membahas keberlanjutan hilirisasi kakao di Provinsi Lampung. Pertemuan tersebut berlangsung di Rumah Kayu Resto, Selasa (27/01/2026), Malam.

    Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan sektor swasta dalam mendukung pembangunan kehutanan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan melalui skema Perhutanan Sosial.

    PT Olam Indonesia bersama P4F (program internasional yang didanai Pemerintah Inggris melalui UKAid), memiliki sejumlah program yang berfokus pada perlindungan hutan tropis dan penggunaan lahan berkelanjutan.

    Program tersebut antara lain diarahkan pada peningkatan kapasitas petani serta penguatan kelembagaan Kelompok Tani Hutan (KTH) di sekitar kawasan hutan.

    Wakil Gubernur Jihan Nurlela menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari pendampingan terhadap kegiatan site visit PT Olam yang melakukan peninjauan langsung ke lahan kakao milik petani di Kabupaten Pesawaran dan Lampung Timur.

    Ia menambahkan, kerja sama ini dilaksanakan berdasarkan kesepakatan yang telah dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Lampung dan PT Olam Indonesia.

    “Kerja sama ini menitikberatkan pada hilirisasi kakao, yakni upaya mengolah hasil panen kakao menjadi produk bernilai tambah di dalam negeri. PT Olam memberikan respons positif terhadap kualitas tanaman kakao yang dikembangkan petani di Lampung Timur dan Pesawaran,” ujar Wagub Jihan.

    Menurutnya, Pemerintah Provinsi Lampung bersama PT Olam dan P4F optimis program hilirisasi kakao ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi petani lokal.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansyah, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan lanjutan dari rangkaian pembahasan intensif yang telah dilakukan bersama PT Olam, termasuk dengan Gubernur Lampung.

    Ia menjelaskan bahwa kolaborasi ini menyasar petani Perhutanan Sosial yang sebagian besar mengembangkan komoditas kakao. PT Olam, yang memiliki ketertarikan pada kakao berkelanjutan, akan terlibat langsung dalam pembinaan petani sekaligus pengembangan hilirisasi.

    “Kolaborasi ini sangat sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung. Selain meningkatkan kesejahteraan petani, PT Olam juga mendorong penerapan budidaya berkelanjutan melalui pola agroforestry, sehingga nilai ekonomi dan nilai ekologis hutan dapat dibangun secara bersamaan,” jelas Yanyan.

    Imam Suharto selaku Direktur Utama PT Olam Food Indonesia menambahkan bahwa pendampingan kakao berbasis agroforestry telah dilakukan PT Olam sejak 2015 di Area Penggunaan Lain (APL) atau kebun milik petani. Model tersebut dinilai berhasil dan akan direplikasi serta diperluas ke kawasan Perhutanan Sosial.

    “Model agroforestry kakao yang sudah kami kembangkan akan kami scale up ke Perhutanan Sosial. Kami menemukan visi yang sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung dalam pengembangan kakao agroforestry dan bahkan multi-komoditas,” ungkapnya.

    Ia juga menyampaikan bahwa proyek ini mendapat perhatian dari Kedutaan Besar Inggris (FCDO) dan diharapkan dapat menjadi proyek percontohan di tingkat global.

    Rencananya, program ini akan mencakup area Perhutanan Sosial seluas 35.000 hektare dan melibatkan sekitar 18.000 petani di empat kabupaten, yakni Kabupaten Pesawaran, Lampung Timur, Lampung Tengah, dan Tanggamus.

    “MOU telah ditandatangani, kami berharap proyek ini dapat segera diimplementasikan dalam waktu dekat,” pungkasnya.

  • Anggaran Terbatas Dari Pemerintah Pusat Menjadi Tantangan Serius Bagi Pemerintah Kota Metro

    Anggaran Terbatas Dari Pemerintah Pusat Menjadi Tantangan Serius Bagi Pemerintah Kota Metro

    Metro | Keterbatasan anggaran akibat pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat menjadi tantangan serius bagi Pemerintah Kota Metro.

    Meski demikian, Pemkot Metro menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat melalui kreativitas serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

    Wakil Walikota Metro Rafieq Adi Pradana mengungkapkan, bahwa pemerintah tidak boleh kalah kreatif meski anggaran terbatas.

    “Oleh karena itu, Pemkot Metro akan menjalin kerja sama dengan pihak swasta maupun pemerintah pusat, baik di dalam maupun di luar Kota Metro, agar kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat tetap berjalan,” ungkap Rafieq, saat Musrenbang di Aula Kecamatan Metro Selatan, Selasa (27/01/2026).

    Selain itu, Rafieq menjelaskan, bahwa dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), pemerintah tetap memprioritaskan sejumlah titik pembangunan yang telah direncanakan.

    Namun, berbagai masukan tambahan dari masyarakat tetap akan ditampung dan diupayakan realisasinya pada tahun anggaran 2027.

    Rafieq menambahkan, Pemkot Metro juga terus mendorong pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai upaya memperkuat perekonomian masyarakat. Saat ini, beberapa titik pembangunan telah ditetapkan oleh kementerian terkait.

    “Pemerintah menargetkan pembangunan KDMP dapat terwujud di seluruh 22 kelurahan di Kota Metro Supaya bisa mendorong kebutuhan perekonomian masyarakat,” jelas Rafieq.

    Rafieq menjelaskan, bahwa di Kelurahan Rejomulyo pembangunan belum dimulai, namun lahan telah dipastikan siap.

    Sementara, pembangunan di Kelurahan Purwoasri sudah memasuki tahap pembangunan pondasi, sedangkan di Kelurahan Yosomulyo masih dalam tahap pengecekan lanjutan.

    Rafieq menegaskan, bahwa pembangunan KDMP menjadi prioritas yang harus segera diselesaikan. Untuk kelurahan lainnya, pemerintah masih mencari lahan seluas 1.000 meter persegi yang menjadi syarat pembangunan, namun upaya pencarian terus dilakukan agar seluruh target dapat tercapai.

    Di tempat yang sama, anggota DPRD Kota Metro, Hadi Kurniadi menyampaikan, bahwa persoalan fiskal saat ini tidak hanya dialami Kota Metro, tetapi juga hampir seluruh kabupaten/kota dan provinsi akibat pemotongan dana transfer pusat.

    Hadi Kurniadi menilai, bahwa pemerintah daerah harus aktif dan kreatif dalam mengakses berbagai program dari pemerintah pusat.

    Menurut Hadi, DPRD Kota Metro melalui fraksi-fraksi yang memiliki perwakilan di DPR RI dapat mendorong pengusulan program-program kementerian yang relevan dengan kebutuhan daerah.

    Langkah tersebut dinilai cukup konkret dan realistis untuk dilakukan dalam waktu dekat, mengingat mekanisme penganggaran yang ada.

    “Pemerintah pusat pada prinsipnya cukup responsif terhadap proposal dan usulan daerah, seperti halnya akses Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diperoleh melalui jejaring di tingkat pusat,”ucap Hadi.| (Rio).

  • Lampung Resmi Jadi Lokasi National Cassava Center

    Lampung Resmi Jadi Lokasi National Cassava Center

    Lampung Resmi Jadi Lokasi National Cassava Center

    Lampung – Provinsi Lampung resmi ditetapkan sebagai lokasi National Cassava Center atau Pusat Singkong Nasional. Kesepakatan ini dicapai setelah pertemuan antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

    Pertemuan tersebut berlangsung dalam agenda Rencana Pengembangan Cassava Center di Universitas Lampung (Unila) yang diselenggarakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas RI di Ruang Rapat DH 1–2 Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

    Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, pembentukan National Cassava Center merupakan inisiatif Bappenas yang bekerja sama dengan Sungai Budi Foundation. Program ini difokuskan pada riset dan pengembangan singkong untuk meningkatkan produktivitas petani di Lampung.

    “Telah disepakati bahwa Lampung akan menjadi National Cassava Center. Ini adalah program Bappenas bersama Sungai Budi Foundation untuk meriset singkong agar produktivitasnya meningkat dan mampu mengejar ketertinggalan dari Thailand dan Vietnam,” ujar Gubernur Mirza.

    Ia menjelaskan, salah satu target utama Cassava Center adalah menghasilkan bibit unggul dengan kualitas lebih baik dan kandungan aci yang lebih tinggi. Bibit tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil panen petani sekaligus mendongkrak pendapatan mereka.

    “Bibit yang dihasilkan diharapkan memiliki kadar aci yang tinggi dan berkualitas sehingga penghasilan petani meningkat,” katanya.

    Selain pengembangan bibit, Cassava Center juga akan melibatkan peneliti, profesor, dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kolaborasi lintas universitas ini diharapkan mampu mempercepat inovasi serta pengembangan teknologi singkong nasional.

    Menurut Gubernur Mirza, pusat kegiatan Cassava Center akan berlokasi di Universitas Lampung. Sejumlah fasilitas pendukung, termasuk laboratorium, direncanakan dibangun, salah satunya di kawasan Kota Baru.

    “Pembangunan fisik akan segera berjalan. Namun, programnya akan lebih dahulu dilaksanakan dalam waktu dekat dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di Unila,” ujarnya.

    Ia menegaskan, tujuan utama program ini adalah membangun ekosistem singkong yang efisien dari hulu hingga hilir. Dengan peningkatan produktivitas dan kadar aci, industri tapioka di Lampung diharapkan menjadi lebih efisien dan kompetitif di pasar global.

    “Produktivitas petani meningkat, pendapatan naik, pabrik menerima kadar aci yang lebih tinggi, sehingga harga tapioka Lampung mampu bersaing dengan negara lain. Intinya, kita ingin tapioka Lampung kompetitif dengan Thailand dan Vietnam,” ujar Gubernur Mirza.

  • LBH Ansor Lampung Gandeng Pesantren Riyadatul Ulum, Fokus Pendampingan Hukum dan Mitigasi Bullying

    LBH Ansor Lampung Gandeng Pesantren Riyadatul Ulum, Fokus Pendampingan Hukum dan Mitigasi Bullying

    Bandar Lampung — Sigerlink.com, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Lampung menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pondok Pesantren Riyadatul Ulum, Lampung Timur, sebagai langkah memperkuat pendampingan hukum di lingkungan pesantren.

    Ketua LBH Ansor Lampung, Sarhani, mengatakan kerja sama tersebut mencakup pendampingan hukum baik litigasi maupun nonlitigasi, penyuluhan hukum, serta program pemberdayaan bagi santri dan tenaga pendidik.

    “MoU ini menjadi pintu masuk bagi LBH Ansor untuk memberikan pendampingan hukum secara menyeluruh, tidak hanya ketika persoalan hukum muncul, tetapi juga melalui edukasi dan penguatan kapasitas santri serta guru,” kata Sarhani, Sabtu, 24 Januari 2206.

    Selain penandatanganan MoU, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan diskusi bertema Mitigasi Bullying di Pondok Pesantren. Menurut Sarhani, diskusi itu merupakan langkah awal untuk memetakan persoalan yang kerap muncul di lingkungan pesantren.

    Ia menjelaskan, inventarisasi masalah menjadi penting agar langkah pendampingan yang dilakukan tidak bersifat reaktif, melainkan preventif dan berkelanjutan.

    “Diskusi ini bukan sekadar forum wacana, tapi upaya awal kami untuk memahami persoalan riil yang dihadapi pesantren, khususnya terkait bullying,” ujarnya.

    Sarhani menegaskan, LBH Ansor tidak ingin kerja sama tersebut berhenti pada tataran formalitas administratif. Ia menekankan adanya komitmen serius untuk melakukan pembinaan hukum secara berkelanjutan di pondok-pondok pesantren.

    “Santri dan pesantren adalah aset bangsa. Mereka harus dijaga dan dilindungi, karena santri merupakan generasi penerus bangsa. Karena itu, pendampingan hukum ini harus berjalan nyata, bukan sekadar simbolik,” kata Sarhani.

    Kegiatan diskusi dan penandatanganan MoU tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Biro Hukum Pemerintah Provinsi Lampung, Ketua PW Ansor Lampung, Kepala Dinas P3AP2KB, perwakilan Kementerian Agama Lampung Timur, serta sejumlah perwakilan pondok pesantren di wilayah setempat.

    Dengan adanya kerja sama ini, LBH Ansor Lampung berharap tercipta lingkungan pesantren yang aman, inklusif, serta memiliki kesadaran hukum yang kuat, baik bagi santri maupun para pengelola pesantren.(**)

  • Ketua DPRD Lampung: Penggabungan Wilayah Dorong Pembangunan Kawasan Kota Baru

    Ketua DPRD Lampung: Penggabungan Wilayah Dorong Pembangunan Kawasan Kota Baru

    Ketua DPRD Lampung: Penggabungan Wilayah Dorong Pembangunan Kawasan Kota Baru

    Lampung – Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar menyebut, rencana penggabungan delapan desa di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, ke wilayah Kota Bandar Lampung berpotensi melahirkan kantong ekonomi baru yang menopang pertumbuhan ekonomi provinsi.

    Ahmad Giri Akbar mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari lapangan, masyarakat di delapan desa tersebut telah sepakat untuk bergabung dengan Kota Bandar Lampung melalui proses penyesuaian daerah dan perubahan batas wilayah.

    Menurutnya, penggabungan wilayah ini sejalan dengan rencana Pemerintah Provinsi Lampung yang terus mendorong pembangunan kawasan kota baru.

    “Provinsi memang berencana terus mendorong pembangunan kota baru, mungkin mulai dari Itera. Di situ nanti akan menjadi kawasan strategis, ada Kodam, ada Kejaksaan,” jelasnya, pada Selasa (27/01/2026).

    Ia menambahkan, pembangunan di kawasan tersebut tidak hanya melibatkan institusi vertikal, tetapi juga akan didorong partisipasi organisasi perangkat daerah (OPD), baik di tingkat Provinsi maupun daerah.

    “Semua OPD-OPD juga akan didorong, baik vertikal maupun OPD di daerah, untuk melakukan pembangunan di area kota baru,” paparnya.

    Ahmad Giri Akbar berharap delapan desa yang bergabung dapat menjadi penopang baru pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung.

    “Harapannya nanti itu jadi kantong ekonomi baru, penopang pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung, sebagai akselerasi percepatan pertumbuhan ekonomi,”ujarnya.

    Diketahui, sebanyak delapan desa di Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, akan masuk ke wilayah Kota Bandar Lampung.

    Delapan desa yang telah menyatakan persetujuan bergabung tersebut yakni Desa Purwotani, Margorejo, Sinar Rejeki, Margomulyo, Margodadi, Gedung Agung, Gedung Harapan, dan Banjaragung.

  • Ketua MKKS SMA Provinsi Lampung Dan MKKS se-Kabupaten Kota Sampaikan Selamat Dan Sukses Kepada Kabid SMA Disdikbud Provinsi Lampung

    Ketua MKKS SMA Provinsi Lampung Dan MKKS se-Kabupaten Kota Sampaikan Selamat Dan Sukses Kepada Kabid SMA Disdikbud Provinsi Lampung

    Bandar Lampung – Sigerlink.com, Ketua MKKS SMA Provinsi Lampung, Suharto, beserta seluruh Ketua MKKS SMA se-Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung, mengucapkan ucapan selamat yang hangat atas pelantikan AZAH RAWAN SANGOEN  sebagai Kepala Bidang Sekolah Menengah Atas (Kabid Bidang SMA) Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.

    Dalam pidatonya, Suharto menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan langkah positif untuk memperkuat tata kelola pendidikan SMA di wilayah Lampung.

    “Kami percaya, dengan pengalaman dan komitmen Ar Sangoen, akan terwujud peningkatan mutu pendidikan SMA serta kerja sama yang lebih erat antara Dinas Pendidikan dengan komunitas kepala sekolah,” ujarnya.

    Seluruh Ketua MKKS SMA se-Kabupaten/Kota juga menyatakan dukungan penuh, menyampaikan harapan agar terdapat sinergi yang baik dalam menyelesaikan tantangan pendidikan, seperti peningkatan kualitas pembelajaran dan penataan fasilitas sekolah.

    Ar Sangoen diharapkan dapat membangun kerja sama kolaboratif untuk memajukan pendidikan SMA di Provinsi Lampung menuju arah yang lebih baik.(***)

    • Drs. SUHARTO, M.Pd
    Ketua MKKS SMA Prov. Lampung

    • IBNU BUDI CAHYANA, S.Sos., M.Pd
    Ketua MKKS SMA Kota Metro

    • IDHAMSYAH
    Ketua MKKS SMA Lampung Selatan

    • BUDI WIRAWAN, S.Pd
    Ketua MKKS SMA Lampung Barat

    • NYOMAN SUWARNO
    Ketua MKKS SMA Lampung Tengah

    • SUPARWAN, S.Pd, M.Pd.
    Ketua MKKS SMA Lampung Timur

    • Drs H ARUJI KARTAWINATA M. Pd.,
    Ketua MKKS SMA Lampung Utara

    • JAHARA SIREGAR
    Ketua MKKS SMA Pringsewu

    • DESI MUlYAWAN, S.Pd., M.Pd
    Ketua MKKS SMA Tanggamus

    • NURWANA, S.Pd., M.Si
    Ketua MKKS SMA Way Kanan

    • PUTRA JAYA NINGRAT, S.Pd, M.Si.,
    Ketua MKKS SMA Pesisir Barat

    • SUDOMO,M,Pd
    Ketua MKKS SMA Mesuji

    • SITI NURSIAH, M. Pd                                 Ketua MKKS SMA Tulang Bawang

    • PAYUDI S. Pd.,
    Ketua MKKS SMA Pesawaran

    • HERMONO
    Ketua MKKS SMA Tuba Barat

  • Bupati Egi Pelajari Sistem Pengelolaan Sampah Jepang, Siapkan Transformasi Lingkungan di Lampung Selatan

    Bupati Egi Pelajari Sistem Pengelolaan Sampah Jepang, Siapkan Transformasi Lingkungan di Lampung Selatan

    Bupati Egi Pelajari Sistem Pengelolaan Sampah Jepang, Siapkan Transformasi Lingkungan di Lampung Selatan

    LAMPUNG SELATAN – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengikuti workshop internasional tentang pengelolaan sampah dan lingkungan yang diselenggarakan Pemerintah Jepang di Tokyo pada 25–31 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam memperkuat kebijakan lingkungan berkelanjutan sekaligus mendorong transformasi sistem pengelolaan sampah daerah berbasis teknologi modern dan ekonomi sirkular.

    Workshop yang berada di bawah koordinasi Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang itu mempertemukan para pejabat dari berbagai negara untuk mempelajari secara langsung sistem pengelolaan limbah nasional Jepang. Negara tersebut dikenal memiliki sistem daur ulang terpadu, tata kelola lingkungan berbasis kebijakan publik, serta pemanfaatan limbah sebagai sumber daya bernilai ekonomi.

    Dalam forum tersebut, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban lingkungan, melainkan sebagai material yang dapat diolah kembali secara efisien dan berkelanjutan. Pendekatan ini dinilai relevan untuk diterapkan di daerah yang tengah menghadapi tantangan peningkatan volume sampah akibat pertumbuhan penduduk dan urbanisasi.

    Bupati Egi Pelajari Sistem Pengelolaan Sampah Jepang, Siapkan Transformasi Lingkungan di Lampung Selatan

    Bupati Egi menjadi salah satu dari enam kepala daerah asal Indonesia yang mendapat undangan resmi dalam program tersebut. Delegasi Indonesia lainnya terdiri dari Wali Kota Pekanbaru, Wali Kota Yogyakarta, Wali Kota Bogor, Wali Kota Mojokerto, serta Bupati Toba. Seluruh peserta mengikuti rangkaian agenda strategis, mulai dari diskusi kebijakan, pemaparan sistem pengelolaan sampah Jepang, hingga kunjungan lapangan ke fasilitas pengolahan limbah dan pusat daur ulang berteknologi tinggi.

    Dalam keterangannya, Bupati Egi menyebut kunjungan kerja ini sebagai kesempatan penting untuk menyerap praktik terbaik pengelolaan lingkungan yang telah terbukti berhasil di Jepang.

    “Hari ini saya berada di Tokyo, Jepang, dalam rangka kunjungan kerja untuk mempelajari langsung kondisi terkini pengelolaan dan daur ulang sampah di Jepang,” ujarnya.

    Ia menilai, pengalaman tersebut akan menjadi bekal berharga bagi Lampung Selatan dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, efisien, dan ramah lingkungan.

    “Ini hari pertama saya mengikuti workshop terkait pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Kita belajar banyak di Jepang, ternyata luar biasa. Jadi kalau Jepang saja bisa, Bismillah Indonesia juga bisa,” tambahnya.

    Seluruh rangkaian kegiatan workshop difasilitasi oleh Pemerintah Jepang, termasuk akomodasi, materi pembelajaran, serta agenda kunjungan teknis. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengelolaan lingkungan yang adaptif terhadap tantangan masa depan, termasuk perubahan iklim dan peningkatan kebutuhan layanan perkotaan.

    Keikutsertaan Bupati Lampung Selatan dalam forum internasional ini sekaligus menegaskan komitmen daerah untuk aktif membangun kolaborasi global di bidang lingkungan. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menargetkan pembelajaran dari Jepang dapat diimplementasikan secara bertahap guna mewujudkan sistem pengelolaan sampah modern yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

  • Selat Hormuz: Titik Rawan Energi Dunia di Tengah Ketegangan Iran–AS

    Selat Hormuz: Titik Rawan Energi Dunia di Tengah Ketegangan Iran–AS

    Di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, Selat Hormuz kembali menjadi sorotan dunia. Jalur laut sempit ini bukan hanya lintasan kapal tanker, tetapi juga simpul strategis tempat kepentingan geopolitik, energi, dan keamanan global bertemu dalam kondisi yang rapuh.

    Sekitar seperlima pasokan minyak dunia—diperkirakan lebih dari 17 juta barel per hari—melewati Selat Hormuz. Gangguan sekecil apa pun di wilayah ini berpotensi mengguncang pasar energi global, mendorong lonjakan harga minyak, dan memicu dampak berantai terhadap inflasi serta stabilitas ekonomi banyak negara.

    Bagi Iran, posisi geografis di sekitar selat tersebut memberi nilai strategis yang besar. Kendali atas salah satu chokepoint terpenting dunia menjadikan Hormuz bukan sekadar perairan, melainkan aset geopolitik bernilai tinggi dalam dinamika hubungan internasional, terutama di tengah tekanan sanksi Barat.

    Ancaman penutupan Selat Hormuz kerap muncul dalam retorika politik Teheran. Meski jarang diwujudkan, wacana tersebut membentuk persepsi risiko di pasar global. Dalam geopolitik energi, persepsi sering kali sama kuatnya dengan tindakan nyata karena memengaruhi harga, investasi, dan kebijakan negara-negara pengimpor energi.

    Secara teori, penutupan total Selat Hormuz akan memicu krisis energi besar. Pasokan terganggu, harga melonjak, rantai distribusi tersendat, dan ekonomi global bisa terdampak luas. Namun, karena dampaknya juga akan merugikan banyak pihak termasuk kawasan sendiri, langkah ekstrem semacam itu dipandang sebagai opsi terakhir yang penuh konsekuensi politik.

    Pengamat menilai Iran cenderung memainkan strategi tekanan terbatas. Aktivitas seperti latihan militer, patroli intensif, atau insiden terhadap kapal di sekitar selat lebih berfungsi sebagai sinyal strategis ketimbang langkah menuju perang terbuka. Pendekatan ini menjaga ketegangan tetap terkendali sekaligus mempertahankan daya tawar diplomatik.

    Secara geografis, Selat Hormuz menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab melalui jalur yang relatif sempit. Kondisi ini membuatnya rentan terhadap gangguan sekaligus mudah menjadi arena tarik-menarik kepentingan militer dan politik.

    Di sisi lain, negara-negara Teluk memandang konflik terbuka antara Iran dan Amerika Serikat sebagai skenario berisiko tinggi. Ketegangan bersenjata di sekitar Hormuz dapat memicu gangguan keamanan, guncangan ekonomi regional, dan ketidakstabilan politik yang meluas.

    Dalam beberapa dekade terakhir, Iran juga dikenal mengembangkan strategi pertahanan berbasis pendekatan asimetris. Alih-alih hanya mengandalkan kekuatan konvensional, Teheran memperluas pengaruhnya melalui jaringan regional dan berbagai instrumen nonkonvensional, yang dinilai memberi fleksibilitas dalam menghadapi tekanan eksternal.

    Kombinasi antara posisi geografis di Selat Hormuz dan pendekatan keamanan tersebut menambah kompleksitas situasi kawasan. Ketidakpastian yang tercipta membuat pasar energi global sangat sensitif terhadap setiap perkembangan, baik berupa insiden nyata maupun pernyataan politik.

    Menariknya, selama Selat Hormuz tetap terbuka, arus perdagangan energi dunia masih dapat berjalan. Namun, bayang-bayang potensi gangguan terus membentuk kalkulasi para pelaku pasar dan pemerintah di berbagai negara.

    Pada akhirnya, Selat Hormuz bukan hanya jalur distribusi minyak, tetapi juga panggung diplomasi strategis. Di kawasan inilah kekuatan militer, kepentingan ekonomi, dan permainan persepsi bertemu, membentuk dinamika yang memengaruhi stabilitas global jauh melampaui batas geografisnya.

  • Pemkab dan DPRD Lampung Barat Tertibkan Pedagang di Pasar Liwa, Terminal Jadi Sorotan

    Pemkab dan DPRD Lampung Barat Tertibkan Pedagang di Pasar Liwa, Terminal Jadi Sorotan

    Pemkab dan DPRD Lampung Barat Tertibkan Pedagang di Pasar Liwa, Terminal Jadi Sorotan

    LAMPUNG BARAT — Pemerintah Kabupaten Lampung Barat bersama DPRD setempat mulai bergerak menata kembali kawasan Pasar Liwa.

    Penertiban pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar dan perempatan terminal dilakukan melalui pendekatan persuasif, agar aktivitas jual beli kembali tertib dan sesuai aturan.

    Kegiatan sosialisasi dan penertiban ini berlangsung pada Selasa (27/1/26) di Pasar Liwa, Kelurahan Pasar Liwa, Kecamatan Balik Bukit.

    Sejumlah instansi turun langsung ke lapangan, di antaranya Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Koperindag), Dinas Perhubungan, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

    Kepala Bidang Pasar Dinas Koperindag Lampung Barat, Eka Teguh, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Anggota DPRD Lampung Barat Komisi II, Bambang Dwi Saputra.

    “Kami dari Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan bersama Dinas Perhubungan serta Pol PP melakukan kegiatan sesuai arahan Anggota DPRD Komisi II,” ujar Eka Teguh.

    “Tujuannya untuk menertibkan pedagang yang berada di perempatan terminal Pasar Liwa dan di trotoar sekitar pasar, agar dapat berjualan di dalam area pasar,” tambahnya.

    Menurutnya, penataan ini penting untuk menciptakan kenyamanan, kelancaran lalu lintas, serta menjaga fungsi fasilitas umum agar tidak disalahgunakan.

    Sementara itu, Anggota DPRD Lampung Barat Komisi II, Bambang Dwi Saputra, mengatakan bahwa kegiatan tersebut diawali dengan sosialisasi, bukan penindakan.

    “Hari ini kita melakukan sosialisasi sekaligus penertiban pedagang kaki lima,” kata Bambang.

    Ia mengungkapkan, langkah ini diambil setelah banyak menerima informasi dan teguran dari pedagang resmi di Pasar Liwa, khususnya yang berada di sekitar terminal.

    “Terminal yang ada saat ini merupakan kewenangan provinsi. Kita berharap terminal beroperasi sesuai dengan regulasi dan tidak beralih fungsi,” tegasnya.

    Bambang menambahkan, pedagang yang masih beraktivitas di area terminal akan diarahkan masuk ke dalam lingkungan Pasar Liwa yang memang telah disediakan untuk kegiatan perdagangan.

    “Harapannya semua aktivitas dilakukan di tempat yang sudah disiapkan. Pedagang yang berjualan di terminal akan kita arahkan dan tertibkan masuk ke area pasar,” lanjutnya.

    Terkait sanksi, Bambang menegaskan bahwa saat ini belum ada tindakan tegas yang diberlakukan. Pemerintah masih mengedepankan pendekatan edukatif.

    “Untuk saat ini belum ada sanksi. Kita lakukan sosialisasi, memberikan pengarahan, serta menunjukkan aturan dan regulasi yang ada. Jika nantinya tidak diindahkan, baru kita ambil langkah selanjutnya sesuai peraturan,” pungkasnya.

    Dengan langkah ini, Pemkab dan DPRD Lampung Barat berharap Pasar Liwa dapat kembali tertata rapi, nyaman, dan adil bagi seluruh pedagang maupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.

  • BPU Unila Targetkan Pendapatan Rp15 Miliar per Tahun

    BPU Unila Targetkan Pendapatan Rp15 Miliar per Tahun

    Lampung – Universitas Lampung (Unila) menargetkan pendapatan Badan Pengelola Usaha (BPU) mencapai Rp15 miliar per tahun sebagai langkah memperkuat kemandirian finansial kampus di luar Uang Kuliah Tunggal (UKT).

    Target tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi pengelolaan badan usaha sekaligus penyerahan Surat Keputusan Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua BPU, yang digelar Selasa, 27 Januari 2026, di ruang sidang Wisma Unila.

    Kegiatan ini dihadiri langsung Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., beserta jajaran wakil Rektor, Dekan, Direktur Pascasarjana, Kepala Biro, Kepala Unit Penunjang Akademik, serta seluruh tenaga kependidikan di lingkungan BPU.

    Rektor Unila menyampaikan, tren pendapatan Unila dari sektor non-UKT, khususnya BPU, menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, meski dinilai belum optimal.

    “Pendapatan BPU terus naik dan saat ini sudah menembus kisaran Rp5 miliar. Namun, itu belum cukup. Kita harus berani menaikkan target agar BPU benar-benar menjadi penopang keuangan universitas,” ujar Prof. Lusmeilia.

    Menurutnya, target Rp15 miliar per tahun bukan angka yang mustahil jika dikelola dengan perencanaan yang matang dan eksekusi yang cepat.

    “Untuk mencapai Rp15 miliar, kuncinya ada pada rencana bisnis yang jelas, target yang terukur, serta evaluasi kinerja yang konsisten. Kita ingin BPU bergerak lebih cepat dan lebih fokus,” tegasnya.

    Seiring dengan target tersebut, Unila secara resmi menyerahkan SK Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua BPU sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi. Penunjukan Plt. dilakukan untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan sekaligus mempercepat proses perencanaan dan pengambilan keputusan.

    “Plt. ini kami pilih dari bidang perencanaan agar perencanaan dan eksekusi bisa berjalan seiring, jadi keputusan bisnis bisa lebih cepat dan tepat,” jelas rektor.

    Plt. Ketua BPU Unila Prof. Ayi menyatakan, langkah awal yang akan dilakukan adalah penyusunan business plan andalan sebagai peta jalan pencapaian target pendapatan.

    “Target Rp15 miliar harus ditopang dengan rencana bisnis yang realistis. Kami akan memulai dari pembenahan internal, menindaklanjuti keluhan pengguna layanan, serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh unit usaha BPU,” ujarnya.

    Ia menambahkan, optimalisasi unit-unit usaha yang sudah berjalan, seperti wisma, fasilitas olah raga, kantin, taman kuliner, hingga layanan pendukung lainnya, akan menjadi fokus utama.

    “Potensinya ada, tinggal kita maksimalkan dengan tata kelola yang lebih rapi dan pelayanan yang lebih baik,” katanya.

    Sementara itu, Wakil Rektor BUK Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si., Unila menekankan pentingnya perubahan pola pikir dan peningkatan kinerja seluruh pegawai BPU.

    “Capaian Rp10–14 miliar saja sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Tapi target Rp15 miliar harus menjadi pemicu semangat bersama. Seluruh pegawai akan dievaluasi, termasuk kemungkinan rotasi, agar pelayanan dan produktivitas semakin maksimal,” ujarnya.

    Selain aspek pendapatan, rapat koordinasi juga menyoroti peningkatan kualitas layanan dan keselamatan pengunjung, khususnya di fasilitas publik seperti rusunawa, kolam renang, dan lapangan olah raga.

    Pembenahan kebersihan, keamanan, serta kesiapsiagaan penanganan kecelakaan menjadi perhatian serius. Ke depan, Unila juga mendorong adanya pelatihan dan workshop bagi petugas lapangan guna memastikan standar pelayanan dan keselamatan terpenuhi.

  • Tiga SMAN Lampung Selatan Bersinar Prestasi Gemilang di Balik Kepemimpinan Berkualitas

    Tiga SMAN Lampung Selatan Bersinar Prestasi Gemilang di Balik Kepemimpinan Berkualitas

    Sigerlink.com – Lampung Selatan, Di tengah dinamika dunia pendidikan di Lampung, khususnya Kabupaten Lampung Selatan, tiga Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) membuktikan diri sebagai role model yang menginspirasi.


    Keberhasilan mereka tidak hanya terlihat dari segudang prestasi di berbagai bidang, tetapi juga berakar pada kepemimpinan kepala sekolah yang memiliki pengetahuan mendalam, gaya tegas dan disiplin, serta sikap rendah hati namun berwibawa.

    Sekolah dan pemimpinnya yang membanggakan adalah SMAN 1 Kalianda dengan Kepala Sekolah Darmiyati, SMAN 2 Kalianda dengan Kepala Sekolah Herwansyah, dan SMAN 1 Natar dengan Kepala Sekolah Agus Nardi.

    Mereka membuktikan bahwa kombinasi kepemimpinan yang baik dan kerja keras siswa mampu mencetak prestasi nasional maupun lokal.

    Prestasi Unggulan yang Mencerminkan Keunggulan:

    – SMAN 1 Kalianda: Rayhan Qolby (Kelas XI) meraih peringkat 9 dari 124 peserta Duta Nasional yang mewakili 32 provinsi, dengan predikat amat baik dalam kategori video kreatif, kegiatan sosial, dan etika kepemimpinan. Nia Ramadhani juga bersinar sebagai juara 1 menulis cerpen tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Lampung Selatan.

    – SMAN 2 Kalianda: Raihan Sakti K mendominasi kejuaraan renang porkab, meraih juara 1 gaya kupu 100 m putra dan juara 3 gaya punggung 100 m putra. Shanda Anisa menjadi juara 2 gaya kupu 100 m putri, sedangkan Monica Anastasya juara suara berkarakter dengan kemampuan menyampaikan pesan dengan intonasi kuat dan penuh kepribadian.

    – SMAN 1 Natar: Nadine Dwi Aryani bersaing di tingkat nasional dan meraih juara 2 tinju antar pelajar. Revaldo Adira Wangsa juara 2 renang gaya dada 50 m dalam Kejuaraan Open Metro Swimming Champions Seri II, dan Khanza Nabila Syifa menjadi juara favorit dalam lomba reels Semarak Sahabat di tingkat nasional UIN Raden Intan.

    Kisah sukses ini mengedukasi bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya tentang nilai akademik, tetapi juga pengembangan bakat dan pembentukan karakter, yang didorong oleh kepemimpinan yang penuh dedikasi.

    Seiring dengan prestasi gemilang yang diraih, pertanyaan muncul bagaimana Darmiyati (SMAN 1 Kalianda), Herwansyah (SMAN 2 Kalianda), dan Agus Nardi (SMAN 1 Natar) membangun lingkungan sekolah yang mendorong siswa bersinar?

    – Darmiyati menerapkan pendekatan holistik dia mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan kegiatan ekstrakurikuler, seperti klub kepemimpinan dan sastra. Setiap siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan minat, dengan bimbingan pribadi untuk persiapan lomba. “Kita tidak hanya mencari juara, tetapi membentuk pribadi yang bertanggung jawab,” katanya.

    – Herwansyah memfokuskan pada disiplin dan kerja tim di bidang olahraga dan seni. Ia menyediakan fasilitas latihan yang memadai dan mengajak pelatih profesional untuk membimbing siswa. Untuk lomba suara, ia mendorong siswa mengembangkan gaya unik agar pesan yang disampaikan lebih berkarakter. “Konsistensi dan kepercayaan diri adalah kunci,” ujarnya.

    – Agus Nardi mengedepankan keberanian berani bersaing di tingkat nasional. Ia mendorong siswa untuk mengikuti lomba di luar daerah, memberikan dukungan finansial dan psikologis. Bagi tinju dan renang, ia menerapkan program latihan terstruktur, sementara untuk lomba kreatif, ia mengajak siswa berpikir inovatif. “Jangan takut kalah, karena setiap pengalaman adalah pembelajaran,” tegasnya.

    Kepemimpinan mereka membuktikan bahwa budaya prestasi tumbuh ketika sekolah mendukung potensi siswa dan membangun karakter.(Ys)

  • KPK Periksa Eks Stafsus Menag Gus Alex dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

    KPK Periksa Eks Stafsus Menag Gus Alex dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

    Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Staf Khusus Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pengelolaan kuota haji.

    Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa dalam pemeriksaan tersebut penyidik mendalami pengetahuan Gus Alex terkait dugaan aliran dana dari biro perjalanan haji kepada sejumlah oknum di Kementerian Agama.

    “Pemeriksaan terhadap saudara IAA dimintai keterangannya mengenai dugaan aliran uang dari para biro travel kepada pihak-pihak di Kementerian Agama,” ujar Budi kepada wartawan, Senin (26/1).

    KPK menduga dana tersebut tidak mengalir secara langsung, melainkan melalui perantara, termasuk lewat Gus Alex.

    “Dugaan aliran uang yang melalui saudara IAA tersebut sedang didalami,” tambahnya.

    Gus Alex Pilih Ikuti Proses Hukum

    Usai menjalani pemeriksaan, Gus Alex enggan memberikan banyak komentar kepada awak media. Ia hanya mempersilakan pertanyaan lebih lanjut ditujukan kepada penyidik.

    “Ke penyidik saja,” ujarnya singkat.

    Terkait status hukumnya sebagai tersangka, Gus Alex menyatakan akan mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan.

    “Saya jalanin. Saya jalanin semuanya,” ucapnya.

    Sudah Berstatus Tersangka

    Eks Menag, Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut berjalan keluar usai dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi kuota haji di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (16/12/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
    Eks Menag, Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut berjalan keluar usai dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi kuota haji di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (16/12/2025). Foto: kumparan

    Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan Gus Alex sebagai tersangka bersama mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut. Keduanya dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi terkait dugaan perbuatan yang merugikan keuangan negara.

    Kasus ini bermula dari adanya tambahan kuota haji Indonesia sebanyak 20 ribu jemaah pada musim haji 2024. Namun, pembagian kuota tersebut diduga tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    KPK mengungkapkan, kuota tambahan tersebut diduga dibagi rata antara haji reguler dan haji khusus, masing-masing 10 ribu jemaah. Padahal, berdasarkan aturan, proporsi yang seharusnya berlaku adalah 92 persen untuk haji reguler dan 8 persen untuk haji khusus.

    Dengan meningkatnya kuota haji khusus, sejumlah biro perjalanan haji diduga memberikan sejumlah uang atau fee kepada pihak-pihak tertentu di lingkungan Kementerian Agama.

    Kerugian Negara Masih Dihitung

    KPK masih menghitung secara pasti besaran kerugian negara dalam kasus ini. Namun sebelumnya, lembaga antirasuah itu menyebut angka dugaan kerugian dapat mencapai sekitar Rp1 triliun.

    Sementara itu, melalui kuasa hukumnya, Yaqut Cholil Qoumas menyatakan akan bersikap kooperatif dalam menghadapi proses penyidikan yang dilakukan KPK.

    Penyidikan kasus ini masih terus berjalan dengan fokus menelusuri aliran dana, pihak-pihak yang terlibat, serta mekanisme pembagian kuota haji yang diduga menyimpang dari ketentuan.

  • Mohammad Reza Berawi Sosperda Rembug Desa di Pamenang

    LampungAnggota komisi 1 DPRD Provinsi Lampung, Mohammad Reza Berawi, menggelar kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Provinsi Lampung Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pedoman Rembug Desa dan Kelurahan dalam Pencegahan Konflik di Provinsi Lampung.

    Kegiatan tersebut berlangsung di Pekon Pamenang, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Sabtu (24/01/2026).

    Dalam sambutan, Reza Berawi yang merupakan Anggota Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Lampung mengatakan, kegiatan sosialisasi Perda merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya musyawarah dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan masyarakat.

    Menurutnya, kehadiran anggota legislatif di tengah masyarakat bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab dan tugas yang harus dijalankan.

    Ia berharap, melalui sosialisasi ini, budaya musyawarah dapat terus tumbuh dan menjadi kebiasaan dalam menyelesaikan konflik di tingkat desa maupun kelurahan.

    “Materi Perda Rembug Desa akan disampaikan secara menyeluruh oleh narasumber. Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini, masyarakat dapat mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Reza.

    Ia menambahkan, Perda Rembug Desa sangat relevan untuk disosialisasikan karena mengandung nilai-nilai penting dalam menjaga kerukunan antarwarga.

    “Dengan pemahaman yang baik, potensi konflik sosial, baik antarindividu, antaragama, maupun antarsuku dan ras, dapat diminimalisir bahkan dicegah sejak dini, khususnya di wilayah Pringsewu dan Provinsi Lampung secara umum,” tegasnya.

    Sementara itu, Kepala Pekon Pamenang, Kecamatan Pagelaran, Aminudin, mengapresiasi kehadiran Anggota DPRD Provinsi Lampung dalam kegiatan sosialisasi Perda tersebut.

    Ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat. (*)

  • Bulan K3 Nasional, Sekdaprov Tegaskan Pentingnya Budaya Keselamatan Kerja

    LampungSekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menjadi Pembina Apel Mingguan di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung yang dirangkai dengan Pencanangan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 tingkat Provinsi Lampung. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Korpri, Senin pagi (26/1/2026).

    Dalam amanatnya membacakan sambutan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Sekdaprov Lampung menyoroti urgensi perlindungan terhadap 146,54 juta tenaga kerja Indonesia. Hal ini menjadi perhatian serius menyusul data tahun 2024 yang mencatat terdapat 319.224 kasus kecelakaan kerja secara nasional.

    ​”Kecelakaan kerja adalah alarm keras bahwa masih ada celah dalam sistem kita. Satu kecelakaan kerja bukan hanya kegagalan teknis, melainkan kegagalan sistem. Ini terjadi karena proses kerja tidak aman, peralatan tidak layak, hingga budaya K3 yang belum mengakar,” ujar Sekdaprov.

    ​Mengusung tema nasional “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”, peringatan tahun ini menjadi momentum untuk mengubah paradigma penanganan K3 dari yang bersifat sektoral dan reaktif, menjadi terintegrasi dalam sebuah ekosistem.

    ​Sekdaprov menjabarkan bahwa tantangan K3 saat ini meliputi kualitas layanan yang belum merata, pendekatan antar instansi yang masih terkotak-kotak, serta masih rendahnya perusahaan yang menerapkan Sistem Manajemen K3 (SM-K3).

    ​”Tantangan struktural ini menuntut pengelolaan K3 tidak lagi dilakukan sendiri-sendiri. Kita butuh ekosistem dimana Pemerintah sebagai regulator, dunia usaha sebagai pelaksana, dan pekerja sebagai mitra aktif bergerak dalam satu tujuan yang sama,” tegasnya.

    ​Untuk tahun 2026, pemerintah menetapkan sembilan agenda aksi strategis, di antaranya transformasi layanan K3 berbasis digital, penguatan Balai K3, serta pelibatan aktif Serikat Pekerja/Serikat Buruh sebagai relawan dalam pengawasan norma K3 di lapangan.

    Selain itu, penguatan peran Dewan K3 Provinsi (DK3P) juga menjadi prioritas untuk memastikan kebijakan keselamatan kerja terimplementasi hingga ke daerah.

    ​Menutup sambutannya, Sekdaprov mengingatkan bahwa aspek K3 berkaitan erat dengan daya saing ekonomi daerah dan nasional.

    ​”K3 bukan sekadar kewajiban regulatif, tetapi adalah nilai. Nilai bahwa setiap pekerja berhak pulang dengan selamat. Produktivitas dan keselamatan harus berjalan beriringan,” pungkasnya.

    Di kesempatan yang sama, juga dilakukan penyerahan Tali Asih bagi ASN yang memasuki masa purna bakti dan santunan bagi keluarga ASN yang meninggal dunia serta santunan BPJS Ketenagakerjaan.

    Menyampaikan amanat Gubernur, Sekdaprov Marindo Kurniawan merinci bahwa penyerahan tali asih kali ini diberikan kepada 48 PNS yang akan memasuki masa purna bakti terhitung mulai Februari 2026.

    Selain itu, santunan duka cita juga diserahkan kepada ahli waris dari 12 ASN yang meninggal dunia serta 4 orang suami/istri ASN yang telah berpulang.

    ​”Kepada para PNS yang memasuki masa Purna Bakti, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya atas pengabdian, dedikasi, loyalitas, dan kerja keras yang telah diberikan selama menjalankan tugas sebagai aparatur negara,” ujar Sekdaprov.

    ​Sekdaprov juga menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga ASN yang menerima santunan kematian. Ia menegaskan bahwa santunan ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan wujud nyata kehadiran Pemerintah Provinsi Lampung kepada seluruh aparatur dan keluarganya.

  • Pemkot Bandar Lampung Terima Audiensi BPS Bahas Pelaksanaan Susenas 2026

    Pemkot Bandar Lampung Terima Audiensi BPS Bahas Pelaksanaan Susenas 2026

    Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan, menerima audiensi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandar Lampung dalam rangka koordinasi pelaksanaan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Senin (26/01/2026).

    Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Asisten Pemerintah Kota Bandar Lampung tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan BPS dalam mendukung kelancaran pelaksanaan Susenas sebagai salah satu survei strategis nasional.

    Audiensi dihadiri jajaran BPS Kota Bandar Lampung beserta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung. Dalam diskusi tersebut, dibahas berbagai aspek teknis pelaksanaan survei, mulai dari dukungan pemerintah daerah, koordinasi dengan aparat kewilayahan, hingga pentingnya peran masyarakat dalam memberikan data yang akurat.

    Susenas memiliki peran vital

    Pemkot Bandar Lampung Terima Audiensi BPS Bahas Pelaksanaan Susenas 2026

    Sekda Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan, menyampaikan bahwa Susenas memiliki peran vital dalam memotret kondisi sosial dan ekonomi masyarakat secara menyeluruh. Data yang dihasilkan dari survei ini, kata dia, akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan, perencanaan program, serta evaluasi pembangunan di tingkat daerah maupun nasional.

    “Kami menyambut baik audiensi dari BPS Kota Bandar Lampung. Data statistik yang akurat dan terpercaya sangat dibutuhkan pemerintah daerah sebagai dasar dalam mengambil kebijakan yang tepat sasaran,” ujar Iwan Gunawan.

    Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk mendukung penuh pelaksanaan Susenas

    Pemkot Bandar Lampung Terima Audiensi BPS Bahas Pelaksanaan Susenas 2026

    Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk mendukung penuh pelaksanaan Susenas di wilayahnya, termasuk melalui koordinasi dengan camat, lurah, serta perangkat daerah terkait agar pelaksanaan survei di lapangan berjalan lancar.

    Menurut Iwan, keberhasilan Susenas tidak hanya bergantung pada petugas statistik, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi yang benar sesuai kondisi yang sebenarnya.

    “Partisipasi masyarakat menjadi kunci utama. Karena itu, kami akan membantu menyosialisasikan pentingnya Susenas agar warga tidak ragu menerima petugas survei dan memberikan data yang dibutuhkan,” tambahnya.

    Sementara itu, perwakilan BPS Kota Bandar Lampung menjelaskan bahwa Susenas merupakan survei rutin yang dilaksanakan untuk mengumpulkan berbagai indikator sosial ekonomi, seperti kondisi perumahan, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, hingga tingkat kesejahteraan masyarakat.

    Data Susenas juga digunakan pemerintah dalam mengukur capaian program pengentasan kemiskinan, perlindungan sosial, serta pembangunan manusia. Oleh sebab itu, kualitas data sangat ditentukan oleh kelengkapan dan keakuratan informasi yang diperoleh dari responden.

    Melalui audiensi ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin erat antara Pemerintah Kota Bandar Lampung dan BPS, sehingga pelaksanaan Susenas 2026 dapat berjalan optimal dan menghasilkan data yang berkualitas.

    Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung perencanaan pembangunan Kota Bandar Lampung yang lebih terarah, inklusif, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan riil masyarakat.

  • Wali Kota Eva Dwiana Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Ribuan Siswa di Bandar Lampung

    Wali Kota Eva Dwiana Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Ribuan Siswa di Bandar Lampung

    Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Bandar Lampung, Senin (26/1/2026).

    Penyerahan bantuan berlangsung di halaman SMP Negeri 31 Bandar Lampung. Bantuan tersebut ditujukan bagi siswa kelas I SD dan kelas VII SMP sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap kebutuhan pendidikan dasar.

    Pemerintah Kota Bandar Lampung diketahui telah menjalankan program pendidikan gratis bagi siswa kurang mampu. Program tersebut mencakup pemberian satu stel seragam sekolah lengkap dengan atribut serta sepatu.

    Setiap tahunnya, program ini menjangkau sekitar 11.420 siswa SD dan 6.822 siswa SMP di Kota Bandar Lampung.

    Eva Dwiana mengajak para siswa untuk terus semangat belajar

    Dalam sambutannya, Eva Dwiana mengajak para siswa untuk terus semangat belajar dan meningkatkan prestasi akademik maupun non-akademik.

    Selain bantuan perlengkapan sekolah, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga menyalurkan beasiswa bagi siswa SMP yang melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA maupun SMK.

    Wali Kota berharap program-program pendidikan yang telah berjalan dapat tersosialisasi dengan baik kepada masyarakat.

    “Saya berharap program ini dapat disosialisasikan oleh kepala sekolah, lurah, dan camat se-Kota Bandar Lampung agar masyarakat mengetahui apa yang sedang dan telah dilakukan oleh Pemerintah Kota, sehingga seluruh anak dapat memperoleh kesempatan untuk bersekolah,” ujar Eva Dwiana.

    Komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung

    Wali Kota Eva Dwiana Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Ribuan Siswa di Bandar Lampung

    Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan, khususnya bagi keluarga kurang mampu, agar tidak ada anak yang terhambat mengenyam pendidikan karena keterbatasan ekonomi.

  • Wali Kota Eva Dwiana Tegaskan Sekolah Siger Hadir untuk Anak Kurang Mampu di Bandar Lampung

    Wali Kota Eva Dwiana Tegaskan Sekolah Siger Hadir untuk Anak Kurang Mampu di Bandar Lampung

    Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat melalui pendirian Sekolah Siger, yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan.

    Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, saat memberikan sambutan dalam acara pembagian perlengkapan sekolah gratis bagi siswa kelas I SD dan kelas VII SMP di SMP Negeri 31 Sukabumi, Bandar Lampung, Senin (26/1/2026). Kegiatan itu juga dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, serta jajaran pejabat pendidikan setempat.

    Dalam sambutannya, Wali Kota Eva Dwiana tampak emosional ketika menjelaskan latar belakang berdirinya Sekolah Siger. Ia menuturkan, masih banyak anak di Bandar Lampung yang kesulitan melanjutkan sekolah karena tidak tertampung di sekolah negeri dan tidak memiliki biaya untuk bersekolah di swasta.

    “Sekolah Siger ini untuk anak-anak kami yang kurang mampu, anak-anak yang tidak bisa sekolah. Pemerintah harus hadir untuk mereka,” ujar Eva Dwiana dengan suara bergetar.

    Pendidikan merupakan hak dasar setiap anak

    Wali Kota Eva Dwiana Tegaskan Sekolah Siger Hadir untuk Anak Kurang Mampu di Bandar Lampung

    Menurutnya, pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang wajib dipenuhi negara melalui pemerintah daerah. Karena itu, Pemkot Bandar Lampung berupaya menghadirkan solusi nyata agar tidak ada lagi anak yang terpaksa berhenti sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi.

    Ia menegaskan, Sekolah Siger dibentuk sebagai ruang alternatif bagi siswa yang tidak lolos seleksi di sekolah negeri maupun tidak sanggup membayar biaya pendidikan di sekolah swasta.

    “Sekolah Siger menampung anak-anak yang tidak masuk ke sekolah negeri maupun swasta. Apa itu salah? Justru ini tugas pemerintah, memberikan yang terbaik untuk masyarakatnya,” tegasnya.

    Persoalan ekonomi keluarga

    Wali Kota Eva Dwiana Tegaskan Sekolah Siger Hadir untuk Anak Kurang Mampu di Bandar Lampung

    Eva Dwiana menjelaskan bahwa sebagai kota besar, Bandar Lampung memiliki tantangan sosial yang cukup kompleks, termasuk persoalan ekonomi keluarga yang berdampak pada kelangsungan pendidikan anak. Oleh sebab itu, Pemkot menghadirkan Sekolah Siger di jenjang SMA dan SMK sebagai langkah konkret menekan angka putus sekolah di tingkat pendidikan menengah.

    Menurutnya, keberadaan Sekolah Siger tidak hanya sekadar menyediakan ruang belajar, tetapi juga menjadi simbol kehadiran pemerintah dalam menjamin masa depan generasi muda dari keluarga prasejahtera.

    “Kami ingin memastikan tidak ada anak Bandar Lampung yang kehilangan masa depan hanya karena orang tuanya tidak mampu. Pendidikan adalah jalan untuk memperbaiki kehidupan mereka,” katanya.

    Terkait berbagai masukan mengenai perizinan dan aturan pendirian sekolah, Eva Dwiana menyatakan pihaknya terbuka terhadap kritik dan saran, termasuk dari DPRD Kota Bandar Lampung. Ia menilai, kolaborasi antara eksekutif dan legislatif sangat penting demi penyempurnaan program pendidikan tersebut.

    “Kalau secara teknis masih ada yang kurang, silakan disampaikan. Kami terbuka untuk belajar dan memperbaiki,” ujarnya.

    Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota telah berupaya menjalankan prosedur pendirian Sekolah Siger sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya hal-hal yang perlu disempurnakan seiring berjalannya waktu.

    Di akhir sambutannya, Wali Kota berharap seluruh pihak dapat melihat Sekolah Siger sebagai upaya kemanusiaan dan bentuk kepedulian pemerintah terhadap warganya yang membutuhkan dukungan.

    “Yang terpenting adalah anak-anak kita bisa tetap sekolah. Itu tujuan utama kami,” pungkasnya.