Sigerlink.com – Pringsewu, Apel pagi tahunan yang digelar di halaman RSUD Kabupaten Pringsewu pada hari ini tidak hanya menjadi ajang penguatan kedisiplinan, melainkan juga titik awal komitmen bersama untuk mengangkat kualitas pelayanan kesehatan hingga menjadi standar unggulan di Provinsi Lampung.

Ribuan peserta yang terdiri dari tenaga kesehatan, non-kesehatan, jajaran pimpinan daerah, dan manajemen rumah sakit menyaksikan secara langsung amanat yang disampaikan Bupati Pringsewu H.
Riyanto Pamungkas tentang pentingnya sinergi seluruh komponen dalam mewujudkan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
“Momen apel ini adalah pengingat bahwa pelayanan kesehatan tidak dimulai dari ruang pemeriksaan dokter atau bangsal perawatan, melainkan sejak pasien memasuki gerbang rumah sakit.
Setiap tatapan, sapaan, hingga kebersihan lantai merupakan bagian dari pengalaman pasien yang harus kita jaga dengan sebaik-baiknya,” tegas Bupati saat memberikan amanat di depan ribuan peserta yang berkumpul sejak pukul 07.00 WIB.
Menurutnya, tanggung jawab dalam memberikan pelayanan terbaik bukan hanya menjadi beban dokter dan perawat, melainkan seluruh elemen mulai dari petugas administrasi, tenaga kebersihan, keamanan, hingga divisi manajemen.
Setiap peran memiliki kontribusi yang sama pentingnya dalam membangun citra positif RSUD sebagai institusi pelayanan publik yang dapat dipercaya.
“Saat ini masyarakat semakin cerdas dan memiliki harapan yang tinggi terhadap layanan publik. Kita tidak bisa lagi bersandar pada peran satu atau dua bagian saja – kolaborasi yang erat menjadi kunci utama keberhasilan,” tambahnya.
Acara yang juga menjadi ajang apresiasi bagi pegawai ASN dan non-ASN yang konsisten mengikuti kegiatan rutin setiap hari ini juga menyaksikan pengumuman penting terkait evaluasi berkala terhadap kinerja PPPK Paruh Waktu.
Bupati menjelaskan bahwa langkah ini tidak hanya bertujuan untuk memastikan efektivitas penggunaan anggaran yang terbatas, tetapi juga sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi dan kontribusi optimal dari tenaga kerja tersebut.
“Kita perlu memastikan bahwa setiap rupiah anggaran yang dikeluarkan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Evaluasi berkala akan menjadi alat ukur untuk melihat sejauh mana kontribusi PPPK dalam mendukung operasional RSUD, sekaligus memberikan umpan balik konstruktif untuk pengembangan kapasitas mereka,” ujarnya.
Kepala RSUD Kabupaten Pringsewu, dr. Siti Nurhaliza, M.Kes, yang mewakili manajemen rumah sakit, menyampaikan komitmen penuh untuk menjalankan arahan Bupati.
Menurutnya, seluruh pihak telah menyusun rencana aksi konkret yang mencakup pelatihan berkelanjutan bagi tenaga kerja, penguatan sistem manajemen layanan, hingga peningkatan fasilitas pendukung yang dapat dirasakan langsung oleh pasien.
“Kita telah menyusun roadmap peningkatan kualitas selama tiga tahun ke depan. Mulai dari standarisasi prosedur pelayanan, peningkatan sumber daya manusia, hingga pengoptimalan penggunaan teknologi informasi untuk memudahkan akses masyarakat.
Semua langkah ini dilakukan dengan fokus pada kepuasan dan keamanan pasien,” jelas dr. Siti.
Sebagai bagian dari rencana tersebut, RSUD akan melaksanakan program pelatihan komunikasi bagi seluruh petugas yang berinteraksi langsung dengan pasien, serta memperkuat sistem pemantauan kebersihan dan sanitasi di seluruh area rumah sakit.
Selain itu, juga akan dibentuk tim koordinasi lintas divisi untuk menangani keluhan dan masukan masyarakat secara cepat dan tepat.
Para tenaga kesehatan yang diwawancarai menyampaikan dukungan penuh terhadap arahan Bupati. Siti Aisyah, seorang perawat di bangsal rawat jalan, mengaku bahwa sinergi antar bagian memang sangat dibutuhkan untuk memberikan pelayanan yang baik.
“Kadang kala ada kesenjangan komunikasi antara bagian administrasi dan bagian medis yang bisa mempengaruhi pengalaman pasien.
Dengan adanya kesadaran bersama seperti yang disampaikan Bupati hari ini, kami yakin kolaborasi akan semakin baik,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan tenaga kebersihan, Suparman, menyatakan bahwa mereka merasa dihargai dan menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan.
“Kita selalu berusaha menjaga kebersihan dengan sebaik-baiknya, dan sekarang kita tahu bahwa pekerjaan kita juga berkontribusi pada kepuasan pasien. Ini menjadi motivasi tambahan bagi kami,” katanya dengan senyum.
Dalam penutup amanatnya, Bupati mengingatkan bahwa semua upaya perbaikan yang dilakukan harus benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
“Jangan biarkan perbaikan hanya menjadi angka atau laporan di atas kertas, Pastikan setiap langkah yang kita ambil dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang menjadi tujuan utama kita berlayanan,” pungkasnya dengan ekspresi penuh semangat.
Diharapkan, dengan komitmen bersama dari seluruh elemen RSUD Kabupaten Pringsewu dan dukungan penuh pemerintah daerah, rumah sakit ini dapat menjadi role model pelayanan kesehatan publik yang tidak hanya unggul dari segi teknis medis, tetapi juga dalam hal pelayanan yang humanis dan berkualitas.(***)
