Lampung Selatan – Sigerlink.com, Kejadian memalukan yang menggoyahkan moral bangsa telah pecah BPKAD Lampung Selatan, lembaga yang seharusnya menjaga keuangan daerah seperti penjaga harta karun, ternyata menjadi sarang pencurian uang rakyat yang luar biasa keji dan tanpa ampun.
Setiap tahunnya, Rp 1,6 miliar uang rakyat yang susah payah dikumpulkan lenyap tanpa jejak, terhisap habis dalam belanja ATK yang tidak masuk akal dan penuh dengan manipulasi yang jahat.
Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (GEMAK) Lampung dengan tegas membongkar aib yang selama ini disembunyikan oknum Kepala BPKAD Rini Ariasih diduga melakukan mark up anggaran belanja ATK hingga tingkat yang membuat semua orang terpana Hanya untuk barang-barang sepele seperti ballpoint, staples, tinta stempel, dan kertas saja, mark up-nya mencapai Rp 1,7 miliar dalam periode 2024-2025.
Anggaran untuk 42 paket ATK saja melonjak hingga Rp 921.000.250, padahal dengan jumlah pegawai hanya 43 orang, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 49 Tahun 2023, kebutuhan ATK per tahun SEHARUSNYA hanya sekitar Rp 63,64 juta! Ini bukan sekadar kesalahan, tapi jelas-jelas aksi pencurian yang terencana dan sistematis seperti membeli sebatang pulpen dengan harga yang bisa beli sebuah mobil keluarga.
Yang lebih membenci lagi, sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (PBE) sudah berjalan dengan baik, sehingga hampir semua dokumen dan komunikasi resmi sudah dilakukan secara daring.
Kebutuhan akan kertas dan alat cetak seharusnya menurun drastis namun kenapa anggaran untuk barang tersebut malah melonjak tinggi seperti roket yang tidak terkendali? Ini adalah bukti nyata bahwa ada kesengajaan untuk merampok uang rakyat.
Pada saat dilakukan konfirmasi langsung, sikap Rini Ariasih justru seperti anak-anak yang sedang diminta kejujuran, hanya menjawab dengan nada yang mencoba menghindari inti masalah:
“ehh kamu tau kan saya duduk mulai kapan di bpkad ini ?”
Wartawan yang menangani kasus ini langsung menanggapi dengan tegas
“Menurut saya konfirmasi ini sudah tepat karena buk kaban selaku penanggung jawab anggaran. Kalo memang buk kaban tidak siap dengan pertanyaan saya, buk kaban bisa mengajak sekretaris atau kabid yang membidanginya untuk ngobrol dan menjawab pertanyaan saya. Bukan terkesan lari dari tanggung jawab dan cenderung menyalahkan kaban yang lama!”
“Kami yakin ada kolusi yang dalam antara oknum tersebut dengan penyedia barang. Mereka sengaja mengabaikan aturan hanya untuk memenuhi nafsu serakah mereka sendiri!” tegas Ketua GEMAK Fijai Irnando dengan suara yang penuh kemarahan.
Dia mengingatkan keras kepada Bupati Raditya Egi Pratama agar segera bertindak melalui Inspektorat Daerah dan Kejaksaan Negeri Lampung Selatan untuk menuntut hak keadilan dan menelusuri kasus ini sampai ke akar-akarnya, tanpa terkecuali siapapun yang terlibat.
BPKAD seharusnya menjadi pelopor efisiensi dan akuntabilitas, namun kini malah menjadi sumber kerusakan yang memakan uang rakyat secara terus-menerus Masyarakat tidak bisa tinggal diam lagi bagaimana bisa anggaran yang jelas-jelas tidak masuk akal ini bisa disetujui Siapa saja yang mendapatkan keuntungan dari kecurangan ini?.
Sampai saat ini, Bupati Raditya Egi Pratama belum memberikan tanggapan resmi, sementara Rini Ariasih terus menghindari pertanyaan dan mencoba mengalihkan perhatian ke kepemimpinan sebelumnya sebuah sikap yang semakin menguatkan dugaan bahwa dia sedang menyembunyikan sesuatu yang sangat besar dan mencurigakan.
Ini adalah ujian yang menentukan bagi kepemimpinan Bupati Egi apakah dia berani mengambil tindakan tegas dan menunjukkan kepada rakyat bahwa dia tidak akan mentolerir korupsi di daerahnya atau hanya akan berdiam diri dan menyaksikan uang rakyat terus-menerus dirampok di depan mata Rakyat menunggu keadilan, dan mereka tidak akan menunggu selamanya.(Ys)
